Romo Benny: Penguatan Ideologi Tangkal Radikalisme
Kamis, 10 September 2020 - 18:31 WIB
loading...
A
A
A
"Radikalisme yang terjadi adalah kultur kematian, karena ideologi kematian yang merusak keadaban kemanusian dan menghancurkan wajah Tuhan," kata Romo Benny.
Dalam hal ini Benny menambahkan bahwa pemerintah dan masyarakat harus mampu mengambil ruang publik agar konten positif lebih dominan dikonsumsi oleh masyarakat.
Koordinator KITA, Maman Imanul Haq mengatakan bahwa pelaku radikalisme biasanya tidak mendapatkan pemahaman secara utuh, hanya berpatokan kepada satu atau dua ayat atau hadits. "Orang-orang radikalisme hanya punya satu atau dua ayat atau dalil tanpa mau menerima dalil lain," jelasnya.
Solusinya Maman menjelaskan harus membuat media literasi baik pesantren maupun gereja. Selain itu, ciri lain dari para pelaku radikalisme adalah anti-dialog dan playing victim.
"Mereka juga anti dialog. Melahirkan kelompok licik, playing victim. Akan tetapi semua yang dikatakan tidak benar," jelas Maman.
Dalam hal ini Benny menambahkan bahwa pemerintah dan masyarakat harus mampu mengambil ruang publik agar konten positif lebih dominan dikonsumsi oleh masyarakat.
Koordinator KITA, Maman Imanul Haq mengatakan bahwa pelaku radikalisme biasanya tidak mendapatkan pemahaman secara utuh, hanya berpatokan kepada satu atau dua ayat atau hadits. "Orang-orang radikalisme hanya punya satu atau dua ayat atau dalil tanpa mau menerima dalil lain," jelasnya.
Solusinya Maman menjelaskan harus membuat media literasi baik pesantren maupun gereja. Selain itu, ciri lain dari para pelaku radikalisme adalah anti-dialog dan playing victim.
"Mereka juga anti dialog. Melahirkan kelompok licik, playing victim. Akan tetapi semua yang dikatakan tidak benar," jelas Maman.
Lihat Juga :