Pemikiran Soemitro Jadi Inspirasi Anak Muda Bangun Indonesia Lebih Kuat, Mandiri, dan Berkeadilan Sosial
Sabtu, 09 Agustus 2025 - 11:40 WIB
loading...
Dalam rangka memperingati 80 Tahun Kemerdekaan Indonesia, Terdepan Institute menyelenggarakan Diskusi Publik 80 Tahun Kemerdekaan Indonesia Soemitronomics di Mata Anak Muda. Diskusi digelar di China Space, Voice of Istiqlal, Jakarta. Foto: Ist
A
A
A
JAKARTA - Dalam rangka memperingati 80 Tahun Kemerdekaan Indonesia, Terdepan Institute sukses menyelenggarakan Diskusi Publik 80 Tahun Kemerdekaan Indonesia Soemitronomics di Mata Anak Muda . Diskusi yang digelar di China Space, Voice of Istiqlal, Masjid Istiqlal Jakarta ini merupakan kolaborasi strategis antara Terdepan Institute, Sumitro Institute, Green Youth Economy Organization (GEYO), dan The Institute of Democracy and Education (IDE) Indonesia.
Diskusi menghadirkan sejumlah pemikir muda dan tokoh penting yang membahas arah masa depan ekonomi Indonesia melalui lensa Soemitronomics, sebuah pendekatan ekonomi yang diwariskan ekonom nasional Prof Dr Soemitro Djojohadikusumo.
Baca juga: Momen Prabowo Ziarah ke Makam Ayahnya Begawan Ekonomi Soemitro Djojohadikusumo
Wakil Direktur Sumitro Institute Supardi Pondok membuka acara sebagai keynote speaker dengan menekankan tiga pilar utama Soemitronomics yakni modernisasi industri, kedaulatan ekonomi, dan pembangunan manusia. Dia juga mengulas tantangan kontemporer serta kunci keberhasilan penerapan Soemitronomics di tengah realitas geopolitik dan ekonomi global saat ini.
Founder dan Ketua Umum Terdepan Institute Naufal Ubaidillah memberikan perspektif strategis tentang bagaimana ekonomi Pancasila yang termaktub dalam buku Negara Paripurna karya Yudi Latif dapat dikontekstualisasikan melalui pendekatan Soemitronomics.
"Dia menyoroti pentingnya modernisasi industrialisasi, investasi strategis, hilirisasi sumber daya alam, dan pembangunan kualitas manusia sebagai fondasi utama kebangkitan ekonomi nasional," ujar Naufal, Sabtu (9/8/2025).
Dalam paparannya, dia mengaitkan Soemitronomics dengan dua pendekatan negara dalam pembangunan ekonomi. Developmental State yang sukses diterapkan di negara-negara Asian Tigers seperti Korea Selatan, Jepang, dan Taiwan.
Kemudian; Entrepreneurial State yang dikembangkan ekonom Mariana Mazzucato. “Gabungan dari dua pendekatan ini sangat potensial untuk menyempurnakan penerapan ekonomi Pancasila berbasis Soemitronomics di Indonesia,” katanya.
Chairman GEYO M Dhirham Zakaria mengangkat pandangan ekonomi berkelanjutan dari buku karya Prof Sri Edi Swasono yang menekankan pentingnya peran generasi muda dalam memastikan arah pembangunan adil, berdaulat, dan lestari.
Diskusi publik ini tidak hanya memperkuat relevansi pemikiran Soemitro di era modern, tetapi juga menjadi wadah penting bagi generasi muda untuk mengartikulasikan aspirasi mereka dalam membangun Indonesia yang lebih kuat, mandiri, dan berkeadilan sosial.
Diskusi menghadirkan sejumlah pemikir muda dan tokoh penting yang membahas arah masa depan ekonomi Indonesia melalui lensa Soemitronomics, sebuah pendekatan ekonomi yang diwariskan ekonom nasional Prof Dr Soemitro Djojohadikusumo.
Baca juga: Momen Prabowo Ziarah ke Makam Ayahnya Begawan Ekonomi Soemitro Djojohadikusumo
Wakil Direktur Sumitro Institute Supardi Pondok membuka acara sebagai keynote speaker dengan menekankan tiga pilar utama Soemitronomics yakni modernisasi industri, kedaulatan ekonomi, dan pembangunan manusia. Dia juga mengulas tantangan kontemporer serta kunci keberhasilan penerapan Soemitronomics di tengah realitas geopolitik dan ekonomi global saat ini.
Founder dan Ketua Umum Terdepan Institute Naufal Ubaidillah memberikan perspektif strategis tentang bagaimana ekonomi Pancasila yang termaktub dalam buku Negara Paripurna karya Yudi Latif dapat dikontekstualisasikan melalui pendekatan Soemitronomics.
"Dia menyoroti pentingnya modernisasi industrialisasi, investasi strategis, hilirisasi sumber daya alam, dan pembangunan kualitas manusia sebagai fondasi utama kebangkitan ekonomi nasional," ujar Naufal, Sabtu (9/8/2025).
Dalam paparannya, dia mengaitkan Soemitronomics dengan dua pendekatan negara dalam pembangunan ekonomi. Developmental State yang sukses diterapkan di negara-negara Asian Tigers seperti Korea Selatan, Jepang, dan Taiwan.
Kemudian; Entrepreneurial State yang dikembangkan ekonom Mariana Mazzucato. “Gabungan dari dua pendekatan ini sangat potensial untuk menyempurnakan penerapan ekonomi Pancasila berbasis Soemitronomics di Indonesia,” katanya.
Chairman GEYO M Dhirham Zakaria mengangkat pandangan ekonomi berkelanjutan dari buku karya Prof Sri Edi Swasono yang menekankan pentingnya peran generasi muda dalam memastikan arah pembangunan adil, berdaulat, dan lestari.
Diskusi publik ini tidak hanya memperkuat relevansi pemikiran Soemitro di era modern, tetapi juga menjadi wadah penting bagi generasi muda untuk mengartikulasikan aspirasi mereka dalam membangun Indonesia yang lebih kuat, mandiri, dan berkeadilan sosial.
(jon)
Lihat Juga :