Jokowi Sebut Ada Orang Besar Bekingi Isu Ijazah Palsu, Rismon: Kalau Berjiwa Ksatria Sebut Saja Siapa
Kamis, 07 Agustus 2025 - 23:59 WIB
loading...
Ahli Digital Forensik Rismon Sianipar meminta Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengungkap orang besar yang dianggap bekingi isu ijazah palsu. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Ahli Digital Forensik Rismon Sianipar meminta Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) berjiwa ksatria dengan mengungkap orang besar yang dianggap bekingi isu ijazah palsu. Bila tak menyebut sosok orang besar itu, Rismon menilai Jokowi pengecut.
Hal itu diungkap Rismon dalam program Interupsi bertajuk "Sebut Ada Orang Besar, Jokowi di Somasi," yang disiarkan iNews Tv, Kamis (7/8/2025).
Rismon menilai, Jokowi bukan hanya terkenal sebagai pemimpin tukang bohong, tetapi juga pemgecut. "Kalau dia mantan Presiden dan jiwa ksatrianya ada, sebutkan saja siapa gitu loh. Jangan pendukungnya yang jadi ribut untuk klarifikasi. Orang besar itu siapa, sebutkan nama! Gitu saja kok repot," ujar Rismon.
Baca juga: Bantah Jokowi Ada Orang Besar Jadi Beking di Kasus Ijazah Palsu, Roy Suryo: Bekas Presiden Kok Celometan
Selain itu, Rismon menilai, Jokowi merupakan Presiden RI terkorup. Hal itu dilandasi dari nominasi Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP). Rismon menilai, isu orang besar bekingi ijazah palsu sengaja digulirkan agar publik tak fokus.
Dengan begitu, kata dia, para pendukung Jokowi bisa tampil untuk mengklarifilasi. "Padahal kan jelas, harusnya kalian bujuk saja Jokowi sebagai ksatria menunjukan ijazahnya yang katanya asli. Jangan bawa-bawa sedikit-sedikit UGM, Bareskrim. UGM itu juga isinya bukan malaikat semua," ujar Rismon.
Baca juga: Roy Suryo Somasi Jokowi soal Orang Besar di Kasus Tudingan Ijazah Palsu
Sebelumnya, Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) mengaku memiliki firasat kuat, ada agenda politik besar di balik isu tuduhan ijazah palsu yang ditujukan kepadanya, serta wacana pemakzulan terhadap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Hal itu disampaikannya kepada awak media usai menunaikan sholat Jumat di kediamannya, Jumat, 25 Juli 2025. "Saya sudah sampaikan, feeling saya mengatakan ada agenda besar politik dalam tuduhan ijazah palsu, maupun pemakzulan. Artinya ada orang besar, ada yang memback up," ungkap Jokowi.
Hal itu diungkap Rismon dalam program Interupsi bertajuk "Sebut Ada Orang Besar, Jokowi di Somasi," yang disiarkan iNews Tv, Kamis (7/8/2025).
Rismon menilai, Jokowi bukan hanya terkenal sebagai pemimpin tukang bohong, tetapi juga pemgecut. "Kalau dia mantan Presiden dan jiwa ksatrianya ada, sebutkan saja siapa gitu loh. Jangan pendukungnya yang jadi ribut untuk klarifikasi. Orang besar itu siapa, sebutkan nama! Gitu saja kok repot," ujar Rismon.
Baca juga: Bantah Jokowi Ada Orang Besar Jadi Beking di Kasus Ijazah Palsu, Roy Suryo: Bekas Presiden Kok Celometan
Selain itu, Rismon menilai, Jokowi merupakan Presiden RI terkorup. Hal itu dilandasi dari nominasi Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP). Rismon menilai, isu orang besar bekingi ijazah palsu sengaja digulirkan agar publik tak fokus.
Dengan begitu, kata dia, para pendukung Jokowi bisa tampil untuk mengklarifilasi. "Padahal kan jelas, harusnya kalian bujuk saja Jokowi sebagai ksatria menunjukan ijazahnya yang katanya asli. Jangan bawa-bawa sedikit-sedikit UGM, Bareskrim. UGM itu juga isinya bukan malaikat semua," ujar Rismon.
Baca juga: Roy Suryo Somasi Jokowi soal Orang Besar di Kasus Tudingan Ijazah Palsu
Sebelumnya, Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) mengaku memiliki firasat kuat, ada agenda politik besar di balik isu tuduhan ijazah palsu yang ditujukan kepadanya, serta wacana pemakzulan terhadap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Hal itu disampaikannya kepada awak media usai menunaikan sholat Jumat di kediamannya, Jumat, 25 Juli 2025. "Saya sudah sampaikan, feeling saya mengatakan ada agenda besar politik dalam tuduhan ijazah palsu, maupun pemakzulan. Artinya ada orang besar, ada yang memback up," ungkap Jokowi.
(cip)
Lihat Juga :