Rieke Diah Pitaloka Minta PPATK Bongkar Permainan Data Bansos Fiktif
Kamis, 07 Agustus 2025 - 16:29 WIB
loading...
A
A
A
"Bansos terdiri dari berbagai program. Saya ambil ilustrasi dua program saja. Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Rp2,4 juta/tahun/orang dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Rp3,6 juta/tahun/orang. Artinya, setiap orang menerima Rp6 juta/tahun," ujar Rieke
Bila didasarkan atas data yang dilansir PPATK 2025 yaitu 10 juta data fiktif kemudian dikalikan Rp6 juta per tahun, artinya total Rp60 triliun uang negara yang dialirkan ke rekening fiktif atau bukan penerima bansos.
“Itu pun analisisnya dibatasi di dua program bansos dan di tahun 2025 saja. Padahal ada juga subsidi energi (listrik, BBM dan Gas), Penerima Bantuan Iuran BPJS Kesehatan, rumah tidak layak huni dan pupuk gunakan basis data yang kurang lebih sama dalam penyalurannya,” katanya.
Rieke menyebut PPATK mengungkap ada sekitar 2.000 rekening milik instansi pemerintah dan bendahara pengeluaran negara digunakan untuk mengendapkan Rp2,1 triliun dana bansos.
Rieke mendukung Presiden Prabowo untuk benahi data dasar negara yang akurat, actual, dan relevan. “Harapan saya Presiden Prabowo berani dan berkomitmen menjadi Bapak Satu Data Indonesia Berbasis Data Desa/Kelurahan Presisi," ucapnya.
Bila didasarkan atas data yang dilansir PPATK 2025 yaitu 10 juta data fiktif kemudian dikalikan Rp6 juta per tahun, artinya total Rp60 triliun uang negara yang dialirkan ke rekening fiktif atau bukan penerima bansos.
“Itu pun analisisnya dibatasi di dua program bansos dan di tahun 2025 saja. Padahal ada juga subsidi energi (listrik, BBM dan Gas), Penerima Bantuan Iuran BPJS Kesehatan, rumah tidak layak huni dan pupuk gunakan basis data yang kurang lebih sama dalam penyalurannya,” katanya.
Rieke menyebut PPATK mengungkap ada sekitar 2.000 rekening milik instansi pemerintah dan bendahara pengeluaran negara digunakan untuk mengendapkan Rp2,1 triliun dana bansos.
Rieke mendukung Presiden Prabowo untuk benahi data dasar negara yang akurat, actual, dan relevan. “Harapan saya Presiden Prabowo berani dan berkomitmen menjadi Bapak Satu Data Indonesia Berbasis Data Desa/Kelurahan Presisi," ucapnya.
(cip)
Lihat Juga :