Presiden Prabowo: Operasi Modifikasi Cuaca Efektif Tekan Karhutla
Selasa, 05 Agustus 2025 - 08:49 WIB
loading...
A
A
A
Berkat kesiapan data dan sistem prediksi tersebut, pelaksanaan OMC saat ini mampu mencapai tingkat akurasi antara 80 hingga 95 persen. Koordinasi lintas sektor pun, tambah Dwikorita, dilakukan secara cepat, baik secara digital maupun melalui kerja lapangan bersama Kementerian Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup, serta pemerintah daerah setempat.
Gubernur Kalimantan Barat sendiri telah menetapkan status Siaga Darurat sejak 5 Juni 2025 dan memimpin langsung apel siaga Karhutla. Langkah ini menunjukkan kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga September.
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Hanif Faisol Nurofiq menyampaikan pelaksanaan Inpres No. 3 Tahun 2020 terus diperkuat, termasuk evaluasi terhadap efektivitas penanggulangan Karhutla berbasis teknologi. Ia menekankan pentingnya keterlibatan aktif jajaran daerah dan aparat keamanan dalam mendeteksi serta menindak pelaku pembakaran lahan.
“BMKG telah mengidentifikasi potensi asap lintas batas, dan itu harus menjadi perhatian serius. Keterlibatan Pangdam, Kapolda, Lanud, hingga Lanal menjadi kunci penting dalam respons dini,” tegas Hanif.
Kepala BNPB Suharyanto mengingatkan dinamika hotspot sangat fluktuatif. Meski sempat menurun berkat OMC, jumlah titik panas kembali meningkat akibat pembakaran lahan secara sengaja. ”Pemda tidak boleh ragu untuk menetapkan status Tanggap Darurat jika api makin meluas. Itu akan mempercepat dukungan logistik dan operasi dari pusat,” katanya.
Suharyanto juga mendorong penguatan Satgas Darat dan penegakan hukum yang tegas sebagaimana telah dilakukan di Riau. Dengan dukungan penuh Presiden dan sinergi lintas sektor, pemerintah menargetkan Karhutla tahun ini dapat ditekan secara signifikan dan tidak lagi memicu bencana asap seperti yang pernah terjadi di masa lalu.
Gubernur Kalimantan Barat sendiri telah menetapkan status Siaga Darurat sejak 5 Juni 2025 dan memimpin langsung apel siaga Karhutla. Langkah ini menunjukkan kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga September.
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Hanif Faisol Nurofiq menyampaikan pelaksanaan Inpres No. 3 Tahun 2020 terus diperkuat, termasuk evaluasi terhadap efektivitas penanggulangan Karhutla berbasis teknologi. Ia menekankan pentingnya keterlibatan aktif jajaran daerah dan aparat keamanan dalam mendeteksi serta menindak pelaku pembakaran lahan.
“BMKG telah mengidentifikasi potensi asap lintas batas, dan itu harus menjadi perhatian serius. Keterlibatan Pangdam, Kapolda, Lanud, hingga Lanal menjadi kunci penting dalam respons dini,” tegas Hanif.
Kepala BNPB Suharyanto mengingatkan dinamika hotspot sangat fluktuatif. Meski sempat menurun berkat OMC, jumlah titik panas kembali meningkat akibat pembakaran lahan secara sengaja. ”Pemda tidak boleh ragu untuk menetapkan status Tanggap Darurat jika api makin meluas. Itu akan mempercepat dukungan logistik dan operasi dari pusat,” katanya.
Suharyanto juga mendorong penguatan Satgas Darat dan penegakan hukum yang tegas sebagaimana telah dilakukan di Riau. Dengan dukungan penuh Presiden dan sinergi lintas sektor, pemerintah menargetkan Karhutla tahun ini dapat ditekan secara signifikan dan tidak lagi memicu bencana asap seperti yang pernah terjadi di masa lalu.
(cip)
Lihat Juga :