Apresiasi Sigma Pancasila, Wapres: Pancasila Tak Boleh Diganti Ideologi Lain
Kamis, 10 September 2020 - 14:57 WIB
loading...
Wapres Maruf Amin mengapresiasi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila bersama UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten menggelar simposium nasional, Kamis (10/9/2020).
A
A
A
JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin mengapresiasi acara Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) bersama UIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten yang menggelar simposium nasional studi dan relasi lintas agama berparadigma Pancasila (SIGMA) Pancasila di Gedung Syariah UIN SMH, Kamis (10/9/2020).
Wapres mengaku bahagia, dengan tema ini simposium berarti membahas tentang hubungan Pancasila dan agama yang keduanya tidak bisa dipisahkan. Simposium Nasional Studi dan Relasi Lintas Agama Berparadigma Pancasila diharapkan dapat memperkuat Pancasila sebagai paradigma dalam studi Agama-agama di Indonesia.
"Dengan mengangkat topik "Strategi membangun Indonesia yang Inklusif, Toleran, dan Moderat" diharapkan rumusan materi yang dihasilkan bisa menjadi referensi ilmiah bagi BPIP bersama dengan segenap pemangku kepentingan lain untuk membangun sebuah model nasional pengembangan studi dan relasi lintas agama di Indonesia yang berparadigma pada Pancasila," kata Ma'ruf dalam sambutannya via virtual, Kamis (10/9/2020).
Hal ini merupakan suatu ikhtiar yang diperlukan demi mewujudkan Pancasila sebagai paradigma ilmu pengetahuan di Indonesia sekaligus menjawab tantangan fenomena radikalisme agama, intoleransi, dan ideologi transnasional yang terjadi di sebagian masyarakat.
"Studi dan relasi agama yang berparadigma Pancasila merupakan aspek penting bangsa kita agar Indonesia memiliki pijakan yang kokoh secara keilmuan dalam memperkuat dan mengembangkan hubungan antar agama yang berparadigma Pancasila," kata dia.
Wapres mengaku bahagia, dengan tema ini simposium berarti membahas tentang hubungan Pancasila dan agama yang keduanya tidak bisa dipisahkan. Simposium Nasional Studi dan Relasi Lintas Agama Berparadigma Pancasila diharapkan dapat memperkuat Pancasila sebagai paradigma dalam studi Agama-agama di Indonesia.
"Dengan mengangkat topik "Strategi membangun Indonesia yang Inklusif, Toleran, dan Moderat" diharapkan rumusan materi yang dihasilkan bisa menjadi referensi ilmiah bagi BPIP bersama dengan segenap pemangku kepentingan lain untuk membangun sebuah model nasional pengembangan studi dan relasi lintas agama di Indonesia yang berparadigma pada Pancasila," kata Ma'ruf dalam sambutannya via virtual, Kamis (10/9/2020).
Hal ini merupakan suatu ikhtiar yang diperlukan demi mewujudkan Pancasila sebagai paradigma ilmu pengetahuan di Indonesia sekaligus menjawab tantangan fenomena radikalisme agama, intoleransi, dan ideologi transnasional yang terjadi di sebagian masyarakat.
"Studi dan relasi agama yang berparadigma Pancasila merupakan aspek penting bangsa kita agar Indonesia memiliki pijakan yang kokoh secara keilmuan dalam memperkuat dan mengembangkan hubungan antar agama yang berparadigma Pancasila," kata dia.
Lihat Juga :