Tingkatkan Kesehatan Keluarga di Perdesaan, SIGAP Dorong Peran Aktif Ayah
Selasa, 29 Juli 2025 - 18:23 WIB
loading...
A
A
A
“Saat mendengar tentang SIGAP, saya duduk bersama istri dan kami memutuskan untuk ikut bersama. Sekarang saya tahu, ayah sebagai kepala keluarga saya bukan hanya pencari nafkah, tapi juga ikut mengurus anak dan juga bantu istri, bermain bersama anak-anak," ujar Mahfudji, Selasa (29/7/2025).
Sejak mengikuti program ini, dia aktif dalam pengambilan keputusan imunisasi anak, ikut dalam diskusi pengasuhan, dan menjadi pendukung keterlibatan ayah di komunitasnya.
“Kesehatan itu penting untuk keluarga kami. Kalau kami tidak sehat, kami tidak bisa melakukan apa-apa. Sesibuk apa pun bapak-bapak, tetap perhatikan permasalahan ibu dan anaknya. Kalau saya bisa, bapak-bapak yang lain juga harus bisa,” ucapnya.
Program ini merupakan kolaborasi antara Gavi, Unilever Lifebuoy, dan The Power of Nutrition, serta didukung berbagai kementerian seperti Kementerian Kesehatan, BKKBN, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta Kementerian Desa dan Daerah Tertinggal.
Program SIGAP fokus pada penguatan perilaku pencegahan dalam kesehatan. Hasil dari fase pilot yang berlangsung dari Januari hingga Juni 2024 sangat menggembirakan.
Di dua lokasi uji coba yaitu Kabupaten Bogor dan Kabupaten Banjar, cakupan vaksin PCV1 untuk pencegahan pneumonia meningkat dari 28% menjadi 64%. Praktik cuci tangan pakai sabun sebelum memberi makan anak juga meningkat dari 50% menjadi 81%.
Setelah kesuksesan tahap pilot, Keluarga SIGAP kini menjalankan program perluasan di Sukabumi (Jawa Barat), Brebes (Jawa Tengah), dan Banjar (Kalimantan Selatan), menargetkan keluarga dengan anak usia 0–24 bulan.
Sejak mengikuti program ini, dia aktif dalam pengambilan keputusan imunisasi anak, ikut dalam diskusi pengasuhan, dan menjadi pendukung keterlibatan ayah di komunitasnya.
“Kesehatan itu penting untuk keluarga kami. Kalau kami tidak sehat, kami tidak bisa melakukan apa-apa. Sesibuk apa pun bapak-bapak, tetap perhatikan permasalahan ibu dan anaknya. Kalau saya bisa, bapak-bapak yang lain juga harus bisa,” ucapnya.
Program ini merupakan kolaborasi antara Gavi, Unilever Lifebuoy, dan The Power of Nutrition, serta didukung berbagai kementerian seperti Kementerian Kesehatan, BKKBN, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta Kementerian Desa dan Daerah Tertinggal.
Program SIGAP fokus pada penguatan perilaku pencegahan dalam kesehatan. Hasil dari fase pilot yang berlangsung dari Januari hingga Juni 2024 sangat menggembirakan.
Di dua lokasi uji coba yaitu Kabupaten Bogor dan Kabupaten Banjar, cakupan vaksin PCV1 untuk pencegahan pneumonia meningkat dari 28% menjadi 64%. Praktik cuci tangan pakai sabun sebelum memberi makan anak juga meningkat dari 50% menjadi 81%.
Setelah kesuksesan tahap pilot, Keluarga SIGAP kini menjalankan program perluasan di Sukabumi (Jawa Barat), Brebes (Jawa Tengah), dan Banjar (Kalimantan Selatan), menargetkan keluarga dengan anak usia 0–24 bulan.
Lihat Juga :