Diperiksa di Mapolresta Solo, Jokowi Ditanya soal Dian Sandi, Lokasi KKN, hingga Dosen Pembimbing
Rabu, 23 Juli 2025 - 16:12 WIB
loading...
Kuasa hukum mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) Yakup Hasibuan memberikan keterangan pers di Mapolresta Solo, Rabu (23/7/2025). Foto/Ary Wahyu Wibowo
A
A
A
SOLO - Kuasa hukum mantan Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) Yakup Hasibuan menyatakan bahwa pemeriksaan kedua terhadap kliennya oleh penyidik Polda Metro Jaya dalam rangka pendalaman. Pemeriksaan sebagai tindak lanjut laporan Jokowi atas kasus dugaan fitnah dan pencemaran nama baik atas tuduhan ijazah palsu yang dialamatkan kepadanya.
"Hari ini Pak Jokowi memenuhi jadwal pemeriksaan yang sudah ditentukan di Polresta Solo, ternyata juga ada 10 saksi lain yang diperiksa," ujar Yakup Hasibuan seusai mendampingi Jokowi menjalani pemeriksaan di Mapolresta Solo, Rabu (23/7/2025).
Dia mengatakan, pemeriksaan terhadap Jokowi kali ini merupakan tahapan yang sangat penting. Sebelumnya, Jokowi diperiksa ketika tahap penyelidikan. Pemeriksaan kembali terhadap Jokowi karena perkara sudah naik ke penyidikan.
Baca Juga: Kuasa Hukum Sebut Jokowi Bawa Ijazah Asli saat Diperiksa di Polresta Solo, Roy Suryo: Saya Senyum Aja
Penyidik Polda Metro Jaya memberikan 45 pertanyaan kepada Jokowi. Pemeriksaan berlangsung sekitar 3 jam. Fokus pertanyaan antara lain mengenai kronologi dan pendalaman. Seperti apakah kenal dengan Dian Sandi, lokasi Kuliah Kerja Nyata (KKN), pembimbing, serta sejumlah fakta ketika kuliah di Universitas Gadjah Mada ( UGM ).
Dalam pemeriksaan kali ini juga dilakukan penyitaan ijazah SMA dan S1 Jokowi. Penyitaan dalam rangka pembuktian dan penyidikan. Dia menegaskan bahwa pihak Jokowi sangat terbuka dari awal ketika melaporkan ke Polda Metro Jaya.
Jokowi konsisten dan siap menunjukkan ijazah asli miliknya Ketika perkara sudah masuk ke persidangan. Pihaknya meminta agar orang-orang yang terus mendesak Jokowi menunjukkan ijazah untuk bersabar. Setelah resmi disita, tentu nanti siap ditunjukkan di persidangan.
Mengenai penetapan tersangka, pihaknya belum mendapatkan informasi terkait hal tersebut. Pihaknya memahami karena proses penyidikan baru saja dimulai dan Jokowi juga baru selesai diperiksa sebagai pelapor.
Dalam kesempatan itu, Yakup Hasibuan menegaskan bahwa Jokowi telah dipanggil pada Kamis pekan lalu untuk hadir. Namun, pihaknya sudah bersurat resmi untuk dilakukan penundaan. Sebab, Presiden ke-7 RI ini sudah ada agenda lain yang tak bisa ditinggalkan. Selain itu, Jokowi juga masih dalam tahap pemulihan atas alergi kulit yang dialaminya.
"Kita tidak pernah mengatakan secara resmi bahwa beliau (Jokowi) tidak bisa hadir karena sakit. Pak Jokowi dalam keadaan sehat, tapi harap maklum karena dalam tahap pemulihan," tegasnya.
Mengenai kemungkinan Jokowi diperiksa kembali, pihaknya masih menunggu karena hal itu merupakan kewenangan penyidik. Jika dalam investigasi diperlukan keterangan lebih lanjut, tentunya akan siap dan menghormati sebagai warga negara yang taat hukum.
Terkait pemeriksaan di Mapolresta Solo, dia mengemukakan bahwa pihaknya melihat bahwa penyidik tengah berada di Solo dan memeriksa puluhan saksi secara bersama-sama. Sehingga, pemeriksaan ini bukan khusus untuk Jokowi saja.
"Hari ini Pak Jokowi memenuhi jadwal pemeriksaan yang sudah ditentukan di Polresta Solo, ternyata juga ada 10 saksi lain yang diperiksa," ujar Yakup Hasibuan seusai mendampingi Jokowi menjalani pemeriksaan di Mapolresta Solo, Rabu (23/7/2025).
Dia mengatakan, pemeriksaan terhadap Jokowi kali ini merupakan tahapan yang sangat penting. Sebelumnya, Jokowi diperiksa ketika tahap penyelidikan. Pemeriksaan kembali terhadap Jokowi karena perkara sudah naik ke penyidikan.
Baca Juga: Kuasa Hukum Sebut Jokowi Bawa Ijazah Asli saat Diperiksa di Polresta Solo, Roy Suryo: Saya Senyum Aja
Penyidik Polda Metro Jaya memberikan 45 pertanyaan kepada Jokowi. Pemeriksaan berlangsung sekitar 3 jam. Fokus pertanyaan antara lain mengenai kronologi dan pendalaman. Seperti apakah kenal dengan Dian Sandi, lokasi Kuliah Kerja Nyata (KKN), pembimbing, serta sejumlah fakta ketika kuliah di Universitas Gadjah Mada ( UGM ).
Dalam pemeriksaan kali ini juga dilakukan penyitaan ijazah SMA dan S1 Jokowi. Penyitaan dalam rangka pembuktian dan penyidikan. Dia menegaskan bahwa pihak Jokowi sangat terbuka dari awal ketika melaporkan ke Polda Metro Jaya.
Jokowi konsisten dan siap menunjukkan ijazah asli miliknya Ketika perkara sudah masuk ke persidangan. Pihaknya meminta agar orang-orang yang terus mendesak Jokowi menunjukkan ijazah untuk bersabar. Setelah resmi disita, tentu nanti siap ditunjukkan di persidangan.
Mengenai penetapan tersangka, pihaknya belum mendapatkan informasi terkait hal tersebut. Pihaknya memahami karena proses penyidikan baru saja dimulai dan Jokowi juga baru selesai diperiksa sebagai pelapor.
Dalam kesempatan itu, Yakup Hasibuan menegaskan bahwa Jokowi telah dipanggil pada Kamis pekan lalu untuk hadir. Namun, pihaknya sudah bersurat resmi untuk dilakukan penundaan. Sebab, Presiden ke-7 RI ini sudah ada agenda lain yang tak bisa ditinggalkan. Selain itu, Jokowi juga masih dalam tahap pemulihan atas alergi kulit yang dialaminya.
"Kita tidak pernah mengatakan secara resmi bahwa beliau (Jokowi) tidak bisa hadir karena sakit. Pak Jokowi dalam keadaan sehat, tapi harap maklum karena dalam tahap pemulihan," tegasnya.
Mengenai kemungkinan Jokowi diperiksa kembali, pihaknya masih menunggu karena hal itu merupakan kewenangan penyidik. Jika dalam investigasi diperlukan keterangan lebih lanjut, tentunya akan siap dan menghormati sebagai warga negara yang taat hukum.
Terkait pemeriksaan di Mapolresta Solo, dia mengemukakan bahwa pihaknya melihat bahwa penyidik tengah berada di Solo dan memeriksa puluhan saksi secara bersama-sama. Sehingga, pemeriksaan ini bukan khusus untuk Jokowi saja.
(zik)
Lihat Juga :