Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Harapan Ekonomi Rakyat

Senin, 21 Juli 2025 - 20:38 WIB
loading...
Koperasi Desa Merah...
Miftahun Najah, Deputy GM Cabang Utama Jakarta PT Perusahaan Perdagangan Indonesia. Foto/Dok. SindoNews
A A A
Miftahun Najah
Deputy GM Cabang Utama Jakarta
PT Perusahaan Perdagangan Indonesia

SELAMA puluhan tahun, koperasi di Indonesia hidup dalam ambivalensi: di satu sisi diagungkan sebagai sokoguru perekonomian nasional, di sisi lain sering kali dipinggirkan dalam praktik kebijakan ekonomi yang lebih berpihak pada korporasi dan mekanisme pasar. Tak jarang koperasi hanya menjadi jargon administratif atau kendaraan proyek sesaat, alih-alih menjadi tulang punggung ekonomi rakyat.

Dalam konteks tersebut, peluncuran program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) oleh Kementerian Koperasi tahun ini dengan target 80.000 koperasi se-Indonesia patut disambut sebagai ikhtiar serius untuk mengembalikan koperasi pada semangat dasarnya: memperkuat ekonomi rakyat dari bawah, khususnya di desa. Namun, seiring dengan harapan, muncul pula pertanyaan: seberapa jauh KDMP bisa menjawab persoalan riil koperasi dan ekonomi desa yang telah lama struktural?

Membaca Langkah Strategis KDMP
Secara konseptual, KDMP mengusung semangat yang segar. Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi, menyampaikan bahwa Koperasi Desa Moperah Putih dirancang sebagai solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan mengatasi persoalan ekonomi di pedesaan (Kemenkop RI, 7/3/25). Program ini dinilai bertujuan membentuk koperasi multipihak di desa-desa, melibatkan unsur petani, perempuan, pemuda, hingga perangkat desa, dan menghubungkannya dengan dukungan pembiayaan, pelatihan, serta akses pasar. Pendekatan multipihak ini memang menjadi keunggulan desain KDMP—ia tidak hanya menempatkan koperasi sebagai wadah ekonomi sempit, melainkan sebagai simpul sosial-ekonomi yang inklusif.

Kementerian Koperasi bahkan menggandeng kementerian/lembaga lain serta BUMN untuk mengintegrasikan ekosistem KDMP, sebuah pendekatan lintas sektor yang relatif baru dalam kebijakan koperasi. Secara spesifik, pemerintah pusat bersama mitra strategis seperti BTP Indonesia, Pertamina, dan BNI menjalin kerja sama guna mendukung aktivitas KDMP, termasuk dalam distribusi sembako, gas, logistik, serta digitalisasi layanan koperasi (rri.co.id/24/06/25).

Dengan demikian, KDMP bukan sekadar koperasi biasa, tetapi dimaksudkan sebagai simpul ekonomi kolektif desa yang mampu berdiri sendiri sekaligus terhubung dengan pasar dan sistem nasional. Namun, seperti halnya banyak program pembangunan lainnya, keberhasilan ide bukanlah jaminan keberhasilan pelaksanaan.

Sebagus apa pun desain program, koperasi tidak akan berjalan sehat jika mengabaikan tiga aspek utama: kebudayaan lokal, struktur kekuasaan desa, dan daya tahan kelembagaan koperasi itu sendiri.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perang Iran Menjadi...
Perang Iran Menjadi Warisan Buruk Kebijakan Luar Negeri Amerika Serikat
Wamenaker Aplikasi Dermaga...
Wamenaker Aplikasi Dermaga Tingkatkan Efisiensi dan Transparansi Koperasi TKBM
Apakah Pengadilan Tengah...
Apakah Pengadilan Tengah Mengadili Metode Berpikir dr Tifa dan Roy Suryo?
Heboh Kipas Angin Rp1,8...
Heboh Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes, KPK Ingatkan Pengadaan Barang Titik Rawan Korupsi
Perubahan UU Pemilu:...
Perubahan UU Pemilu: Membangun Sistem Pemilu yang Demokratis, Berkeadilan, dan Berintegritas
Palapa di Pundak Sang...
Palapa di Pundak Sang Jenderal: Gajah Mada, Sjafrie Sjamsoeddin, dan Siklus 7 Abad Nusantara
Kopdes Merah Putih di...
Kopdes Merah Putih di Melawai Baru Cuan Rp78 Ribu dalam 6 Bulan, Menkop Ferry Buka Suara
MNC University Hadiri...
MNC University Hadiri Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79, Perkuat Wawasan Mahasiswa tentang Ekonomi Kerakyatan
Laporan Menkop ke Prabowo:...
Laporan Menkop ke Prabowo: 15.845 Koperasi Merah Putih Sudah Berdiri, 19 Ribu Masih Dibangun
Rekomendasi
Jelang Mandatori SAF...
Jelang Mandatori SAF 1% di 2027, Pertamina Patra Niaga Percepat Ekosistem
Di Kongres Nasional...
Di Kongres Nasional PMKRI, Sudirman Said Ajak Mahasiswa Bangun Kepemimpinan Intrinsik
Purbaya Bebaskan Bea...
Purbaya Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Komponen Pesawat Udara
Berita Terkini
Dokter Tifa Siap Hadapi...
Dokter Tifa Siap Hadapi Putusan Sela: Kalau Ditolak, Kami Maju Terus Ungkap Kebenaran
Hari Ini Kortas Tipikor...
Hari Ini Kortas Tipikor Polri Panggil Eks Wakapolri Oegroseno untuk Klarifikasi Lahan Sepolwan
Gantikan Febrie Adriansyah,...
Gantikan Febrie Adriansyah, Kuntadi Diharapkan Pulihkan Kepercayaan Publik
Kejagung Terbitkan Sprindik...
Kejagung Terbitkan Sprindik Baru Dugaan TPPU 74 Kg Emas dan Uang di Rumah Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Bos FBI Temui Prabowo,...
Bos FBI Temui Prabowo, Artefak Papua yang Diselundupkan ke AS Kembali ke Indonesia
Pengamat Soroti Rumor...
Pengamat Soroti Rumor Privat di Kasus Febrie: Jangan Geser Fokus dari Substansi Hukum
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved