Prabowo Gandeng EIB Bangun 15 Pusat Kesehatan Nasional, Andre Abdulloh: Kita Ingin Mandiri di Bidang Medis
Sabtu, 19 Juli 2025 - 13:53 WIB
loading...
Presiden Prabowo Subianto gandeng EIB membangun 15 pusat ketahanan kesehatan nasional. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah Indonesia jalin kerja sama strategis dengan European Investment Bank (EIB) untuk mendanai pembangunan 15 pusat ketahanan kesehatan nasional. Program ini merupakan bagian dari prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam membangun sistem kesehatan yang kuat, tangguh, dan mampu merespons berbagai krisis di masa depan, termasuk ancaman pandemi global.
CEO Arsari Group sekaligus Ketua Dewan Penasehat KADIN Indonesia periode 2024– 2029, Hashim Djojohadikusumo, mengungkapkan kerja sama ini mencakup pinjaman senilai €250 juta yang akan digunakan untuk membangun 15 health security centers, yang direncanakan ditempatkan di fasilitas militer strategis.
“Ini adalah program pinjaman pertama yang pernah disepakati antara Kementerian Pertahanan dan Bank Investasi Eropa,” ungkap Hashim dalam forum France-Indonesia Business Dialogue di Paris, dikutip, Sabtu (19/7/2025).
Baca juga: 15 Hari Maraton Diplomasi, Prabowo Pulang Bawa Investasi dan Kesepakatan Strategis
Tak hanya berhenti di 15 pusat ketahanan, Hashim juga memaparkan Pemerintah Indonesia berambisi membangun rumah sakit kelas dunia di 530 kabupaten/kota di Indonesia. Rumah sakit ini akan melengkapi layanan swasta yang telah berkembang dan menjadi bagian dari ekosistem kesehatan nasional yang terintegrasi.
Menanggapi langkah monumental ini, Ketua DPLN Partai Gerindra sekaligus Pelaksana Program Pusat Ketahanan Kesehatan Andre Abdulloh menyatakan, dukungan penuh terhadap program strategis Presiden Prabowo.
Baca juga: Prabowo Tiba di Tanah Air usai Lawatan ke 4 Negara
Tokoh Diaspora Muda Indonesia menyebut, proyek ini merupakan langkah revolusioner dalam pembangunan ketahanan nasional di sektor kesehatan. “Presiden Prabowo memiliki visi besar untuk menjadikan kesehatan sebagai pilar utama pertahanan bangsa. Kami siap mensukseskan langkah ini dengan dukungan penuh. Kami kawal, pelaksanaan ini berjalan cepat dan tepat,” tegas Andre.
Andre juga menyebut percepatan pembangunan rumah sakit dan menjembatani kolaborasi internasional agar sejalan dengan kepentingan nasional. “Kami tidak hanya berbicara soal pembangunan fisik, tapi juga tentang ekosistem layanan, teknologi, dan kesiapsiagaan nasional. Kita ingin hadir sebagai bangsa mandiri dalam bidang medis,” tambahnya.
“Melalui inisiatif ini, Indonesia menegaskan diri sebagai mitra strategis yang siap membangun masa depan bersama komunitas internasional, khususnya di sektor Kesehatan sebuah sektor yang semakin krusial di era pasca-pandemi,” kata Andre.
CEO Arsari Group sekaligus Ketua Dewan Penasehat KADIN Indonesia periode 2024– 2029, Hashim Djojohadikusumo, mengungkapkan kerja sama ini mencakup pinjaman senilai €250 juta yang akan digunakan untuk membangun 15 health security centers, yang direncanakan ditempatkan di fasilitas militer strategis.
“Ini adalah program pinjaman pertama yang pernah disepakati antara Kementerian Pertahanan dan Bank Investasi Eropa,” ungkap Hashim dalam forum France-Indonesia Business Dialogue di Paris, dikutip, Sabtu (19/7/2025).
Baca juga: 15 Hari Maraton Diplomasi, Prabowo Pulang Bawa Investasi dan Kesepakatan Strategis
Tak hanya berhenti di 15 pusat ketahanan, Hashim juga memaparkan Pemerintah Indonesia berambisi membangun rumah sakit kelas dunia di 530 kabupaten/kota di Indonesia. Rumah sakit ini akan melengkapi layanan swasta yang telah berkembang dan menjadi bagian dari ekosistem kesehatan nasional yang terintegrasi.
Menanggapi langkah monumental ini, Ketua DPLN Partai Gerindra sekaligus Pelaksana Program Pusat Ketahanan Kesehatan Andre Abdulloh menyatakan, dukungan penuh terhadap program strategis Presiden Prabowo.
Baca juga: Prabowo Tiba di Tanah Air usai Lawatan ke 4 Negara
Tokoh Diaspora Muda Indonesia menyebut, proyek ini merupakan langkah revolusioner dalam pembangunan ketahanan nasional di sektor kesehatan. “Presiden Prabowo memiliki visi besar untuk menjadikan kesehatan sebagai pilar utama pertahanan bangsa. Kami siap mensukseskan langkah ini dengan dukungan penuh. Kami kawal, pelaksanaan ini berjalan cepat dan tepat,” tegas Andre.
Andre juga menyebut percepatan pembangunan rumah sakit dan menjembatani kolaborasi internasional agar sejalan dengan kepentingan nasional. “Kami tidak hanya berbicara soal pembangunan fisik, tapi juga tentang ekosistem layanan, teknologi, dan kesiapsiagaan nasional. Kita ingin hadir sebagai bangsa mandiri dalam bidang medis,” tambahnya.
“Melalui inisiatif ini, Indonesia menegaskan diri sebagai mitra strategis yang siap membangun masa depan bersama komunitas internasional, khususnya di sektor Kesehatan sebuah sektor yang semakin krusial di era pasca-pandemi,” kata Andre.
(cip)
Lihat Juga :