HUT ke-15 BNPT Menyerukan Gerakan Siap Jaga Indonesia

Kamis, 17 Juli 2025 - 08:58 WIB
loading...
HUT ke-15 BNPT Menyerukan...
Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) berusia 15 tahun pada Rabu, 16 Juli 2025. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme ( BNPT ) berusia 15 tahun pada Rabu, 16 Juli 2025. Di usia ke-15 tahun, BNPT berdiri bukan hanya sebagai pagar negara, tapi juga ruang dialog dan pembinaan.

Kepala BNPT Komjen Eddy Hartono menegaskan bahwa keberhasilan ini adalah hasil kerja bersama. “Perjalanan 15 tahun BNPT adalah wujud nyata dari sinergi dan kolaborasi pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat,” kata Eddy dalam keterangan persnya dikutip Kamis (17/7/2025).

Ia menekankan bahwa pendekatan BNPT tak melulu soal strategi keras, tapi juga pendekatan yang menyentuh sisi manusia. “Kami percaya bahwa pencegahan tidak hanya dilakukan dengan strategi, tetapi dengan hati yang ikhlas, melalui langkah yang edukatif dan pembinaan secara komprehensif,” ujarnya.

Baca juga: HUT ke-15 BNPT, Komitmen Menjaga Kedaulatan Negara dari Ancaman Terorisme



Dalam berbagai programnya, BNPT hadir di tengah masyarakat: mendampingi eks napiter kembali ke masyarakat, membina penyintas untuk bangkit dari trauma, hingga membangun jejaring damai dengan tokoh agama dan komunitas lokal. “BNPT akan terus hadir di tengah masyarakat, menjadi mitra yang solutif dan menjaga nilai-nilai kemanusiaan,” imbuhnya.

Dan memang, hasilnya terlihat. Sejak 2023, Indonesia tidak mencatat satu pun serangan teror. Zero attack. Tapi hal tersebut diakuinya bukan soal angka semata. Di balik statistik, ada orang-orang yang bangkit.

Eks napiter yang membuka usaha halal, para penyintas yang kembali berkarya, hingga komunitas-komunitas yang memilih jalur damai meski pernah disakiti kekerasan. Indonesia sedang membuktikan bahwa yang patah bisa tumbuh lagi, yang luka bisa sembuh, asal dirawat bersama.

Psikolog Forensik Dra. Reni Kusumowardhani, M.Psi., yang banyak terlibat dalam rehabilitasi dan reintegrasi eks pelaku teror menilai capaian ini bukan kerja satu lembaga semata. “Kita semua punya prestasi zero attack dan ini tentunya bukan hanya prestasi BNPT tetapi prestasi kita semua, seluruh masyarakat dan bangsa Indonesia,” katanya.

Tak bisa dimungkiri, salah satu kunci keberhasilan pencegahan teror adalah kolaborasi lintas sektor. Pemerintah mendorong hal ini melalui Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme (RAN PE).

Bukan hanya aparat dan birokrat, tetapi guru, ulama, komunitas seni, hingga pemuda lokal dilibatkan dalam upaya deteksi dini dan penguatan kapasitas masyarakat. RAN PE membuka ruang bagi pendekatan yang lebih manusiawi: pendekatan yang mengajak, bukan menuding.

Tetapi tantangan belum selesai. Dunia digital dan globalisasi membuat jaringan teror lintas negara tumbuh lebih cepat dan senyap. Direktur Eksekutif CSIS Yose Rizal Damuri mengingatkan bahwa bahaya teror tak hanya merenggut nyawa, tapi juga merusak struktur sosial.

“Terorisme bisa menjadi devastating dan itu sudah merugikan tidak hanya secara fisik, kerugian ekonomi namun juga kehilangan nyawa. Tapi yang lebih penting deceive kepercayaan sosial dan attitude yang juga sangat boleh jadi membuat kita menghadapi situasi dan dampak yang sangat sulit,” kata Yose.

Lebih lanjut Yose mengungkapkan, di tengah dunia yang saling terhubung, terorisme jadi tantangan multidimensi. Maka pendekatannya pun harus lintas batas, lintas sektor, dan lintas kesadaran.

BNPT menyerukan gerakan Siap Jaga Indonesia. Sebuah ajakan agar menjaga negeri ini bukan lagi tugas segelintir aparat, tapi kesadaran bersama. Dari ruang kelas, tempat ibadah, ruang media sosial, hingga meja makan keluarga—semua bisa jadi titik awal pencegahan kekerasan.

Indonesia Emas 2045 tak akan tercapai dengan membiarkan benih kebencian tumbuh. Ia hanya mungkin terwujud bila bangsa ini mau jaga pikirannya, jaga narasinya, dan jaga sesamanya.

Diketahui, kekerasan ideologis belum mati. Ia hanya ganti kostum. Dulu hadir dalam bentuk ledakan di hotel dan kafe. Kini ia menjelma jadi siaran live, unggahan dakwah kelabu, dan transaksi gelap via dompet digital.

Radikalisme kini tinggal selangkah dari jempol, menyelinap dari satu tautan ke tautan lain. Sementara itu, jaringan teror internasional sudah main lintas negara, memanfaatkan dunia yang makin terhubung tapi tak selalu kuat dalam pertahanan sosialnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Densus Ungkap 247 Anak...
Densus Ungkap 247 Anak Terpapar Radikalisme dan Kekerasan Sepanjang 2026
Prabowo Terbitkan Perpres...
Prabowo Terbitkan Perpres Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Mengarah Terorisme
Kasus Penyiraman Air...
Kasus Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS, Prabowo: Ini Terorisme, Tindakan Biadab Harus Diusut
Sinergi Sekolah-Densus...
Sinergi Sekolah-Densus 88: Perkuat Guru sebagai Lini Terdepan Pelindung Remaja dari Radikalisme
Dampak Nyata Perang...
Dampak Nyata Perang Iran dan AS-Israel Terhadap Keamanan Indonesia
Zero Terrorist Attack...
Zero Terrorist Attack di Era Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Lemkapi: Pencapaian Besar Polri
Dosen UIN Sunan Ampel:...
Dosen UIN Sunan Ampel: Dana Asing Tak Dilarang tapi Negara Wajib Mengawasi
Polda Riau Perkuat Kolaborasi...
Polda Riau Perkuat Kolaborasi Strategis dengan Polis Malaysia Tangani Narkoba hingga Terorisme
Terhubung dengan Radikalisme,...
Terhubung dengan Radikalisme, Telegram Memblokir Hampir 190.000 Akun Berbahaya
Rekomendasi
Gempa Besar Berkekuatan...
Gempa Besar Berkekuatan M6,7 Guncang Palu Sulteng
Jalani Pendataan Perdana...
Jalani Pendataan Perdana Sensus Ekonomi 2026, Bupati Bogor Imbau Masyarakat Berikan Data Akurat
Revisi UU Hak Cipta...
Revisi UU Hak Cipta Dikhawatirkan Bebani UMKM hingga Startup
Berita Terkini
Menag: Tahun Baru Islam...
Menag: Tahun Baru Islam 1 Muharram Momentum Transformasi Diri dan Sosial
Tepis Media Nasional...
Tepis Media Nasional Tak Liput Demo Mahasiswa, KPI Sebut 9 Televisi Telah Memberitakan
Pigai Semprot Komnas...
Pigai Semprot Komnas HAM usai Singgung Dugaan Pelanggaran HAM di Program MBG
Singgung Peran KPRP,...
Singgung Peran KPRP, Pakar: Kritik Mahfud MD Terhadap UU Polri Sangat Aneh
Presiden Prabowo: Selamat...
Presiden Prabowo: Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H
Berkontribusi Ekosistem...
Berkontribusi Ekosistem Halal Global, Haikal Hassan Raih Gelar Profesor Kehormatan dari Silla University
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved