Wujudkan Ketahanan Pangan, Penyuluh Pertanian Kota Bogor Dorong Kemandirian Petani
Rabu, 16 Juli 2025 - 11:24 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Kapolri Tunjuk 4 Dirlantas Baru pada Juni 2025, Ini Nama-namanya
Menindaklajutinya, pada acara Ngobrol Asyik Penyuluhan (Ngobras) Volume 22 yang dilaksanakan pada Selasa 15 Juli 2025 bertemakan "Membangun Kemandirian Petani melalui Budidaya Durian Rancamaya", menghadirkan narasumber, Penyuluh Pertanian Terampil dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor, Agus Faisal.
Agus menyampaikan, wilayah Rancamaya memiliki agroklimat yang sangat cocok untuk durian, dengan lahan seluas 3,5 hektare yang telah ditanami durian. Ia telah mendampingi petani setempat mengembangkan durian sebagai komoditas unggulan berbasis wilayah, dimulai dari penyediaan bibit unggul, pelatihan teknis, hingga pengembangan agrowisata.
Budidaya durian Rancamaya bukan sekadar menanam pohon, tapi menanam harapan. Harapan akan kemandirian petani, pelestarian varietas lokal dan tumbuhnya ekonomi masyarakat.
"Program ini juga menjadi ruang kolaborasi antar penyuluh dan menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk memanfaatkan potensi lokal, sehingga program ini berhasil meningkatkan pendapatan petani hingga dua hingga tiga kali lipat," ungkap Agus.
Menindaklajutinya, pada acara Ngobrol Asyik Penyuluhan (Ngobras) Volume 22 yang dilaksanakan pada Selasa 15 Juli 2025 bertemakan "Membangun Kemandirian Petani melalui Budidaya Durian Rancamaya", menghadirkan narasumber, Penyuluh Pertanian Terampil dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor, Agus Faisal.
Agus menyampaikan, wilayah Rancamaya memiliki agroklimat yang sangat cocok untuk durian, dengan lahan seluas 3,5 hektare yang telah ditanami durian. Ia telah mendampingi petani setempat mengembangkan durian sebagai komoditas unggulan berbasis wilayah, dimulai dari penyediaan bibit unggul, pelatihan teknis, hingga pengembangan agrowisata.
Budidaya durian Rancamaya bukan sekadar menanam pohon, tapi menanam harapan. Harapan akan kemandirian petani, pelestarian varietas lokal dan tumbuhnya ekonomi masyarakat.
"Program ini juga menjadi ruang kolaborasi antar penyuluh dan menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk memanfaatkan potensi lokal, sehingga program ini berhasil meningkatkan pendapatan petani hingga dua hingga tiga kali lipat," ungkap Agus.
Lihat Juga :