Dengan 1 Anggota Satu Suara, Kaesang Pangarep Bisa Kalah di Pemilihan Raya PSI
Selasa, 15 Juli 2025 - 13:53 WIB
loading...
Calon Ketua Umum Solidaritas Indonesia (PSI) Ronald A Sinaga menegaskan bahwa pola satu anggota, satu suara membuat hasil Pemilihan Raya PSI sulit dipastikan. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Calon Ketua Umum Solidaritas Indonesia (PSI) Ronald A Sinaga menegaskan bahwa pola satu anggota, satu suara membuat hasil Pemilihan Raya PSI sulit dipastikan. Bahkan terbuka kemungkinan Kaesang Pangarep kalah.
"Semua anggota yang berhak memilih punya otonomi masing-masing. Tidak bisa diatur-atur. Bahkan, serius, Mas Kaesang mungkin kalah. Apa pun bisa terjadi," kata Ronald, Selasa (15/7/2025).
Baca juga: Jokowi Pilih PSI Ketimbang PPP, Ini Alasannya
Dia menyebut jika pemilih hanya Ketua DPW dan DPD, maka pengaturan hasil sangat dimungkinkan. Jumlah mereka hanya sekitar 600 orang.
"Tapi bagaimana cara mengatur atau memaksa lebih dari 180 ribu pemilih? Ketua DPW bisa saja memilih kandidat A, tapi anggota di kepengurusannya bisa dan boleh memilih kandidat B atau C," kata Ronald.
Dia menjelaskan bahwa satu anggota satu suara merupakan wujud nyata Partai Super Terbuka.
Baca juga: MK Putuskan Pemilu Nasional dan Lokal Dipisah, Beberapa UU Terpaksa Diubah
"Partai bukan didikte atau dikendalikan elite. Setiap anggota punya posisi menentukan," pungkasnya.
"Semua anggota yang berhak memilih punya otonomi masing-masing. Tidak bisa diatur-atur. Bahkan, serius, Mas Kaesang mungkin kalah. Apa pun bisa terjadi," kata Ronald, Selasa (15/7/2025).
Baca juga: Jokowi Pilih PSI Ketimbang PPP, Ini Alasannya
Dia menyebut jika pemilih hanya Ketua DPW dan DPD, maka pengaturan hasil sangat dimungkinkan. Jumlah mereka hanya sekitar 600 orang.
"Tapi bagaimana cara mengatur atau memaksa lebih dari 180 ribu pemilih? Ketua DPW bisa saja memilih kandidat A, tapi anggota di kepengurusannya bisa dan boleh memilih kandidat B atau C," kata Ronald.
Dia menjelaskan bahwa satu anggota satu suara merupakan wujud nyata Partai Super Terbuka.
Baca juga: MK Putuskan Pemilu Nasional dan Lokal Dipisah, Beberapa UU Terpaksa Diubah
"Partai bukan didikte atau dikendalikan elite. Setiap anggota punya posisi menentukan," pungkasnya.
(shf)
Lihat Juga :