Dukung Kualitas Program Cek Kesehatan Gratis untuk Anak Sekolah, Ini Catatan Konstruktif Partai Perindo
Sabtu, 12 Juli 2025 - 06:00 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, perlu disiapkan sistem monitoring dan evaluasi berbasis data yang tidak hanya mencatat siapa yang sudah diperiksa, tapi juga siapa yang butuh pertolongan dan sudah ditindaklanjuti.
“CKG bukan sekadar program satu kali, ini harus jadi sistem berkelanjutan. Data harus dimanfaatkan untuk rujukan medis, intervensi gizi, hingga dukungan psikologis. Di sinilah negara harus hadir secara penuh,” kata alumni S1 Fakultas Kesehatan Masyarakat dan S2 Intervensi Sosial, Psikologi Terapan Universitas Indonesia ini.
Sebagai partai yang berpihak pada pelayanan dasar rakyat, Sri Gusni menegaskan Partai Perindo akan terus mengawal pelaksanaan CKG secara kritis namun konstruktif. Selain itu, juga ingin memastikan bahwa program ini tidak berhenti pada slogan dan target kuantitatif, tetapi benar-benar menjadi tonggak pemerataan akses layanan kesehatan bagi seluruh anak Indonesia.
Kesehatan anak adalah pilar menuju Indonesia Emas 2045. “Kesehatan anak hari ini adalah fondasi kualitas SDM Indonesia pada 2045. Kalau kita gagal menjaganya hari ini, kita akan kehilangan masa depan kita sendiri,” ucapnya.
“CKG bukan sekadar program satu kali, ini harus jadi sistem berkelanjutan. Data harus dimanfaatkan untuk rujukan medis, intervensi gizi, hingga dukungan psikologis. Di sinilah negara harus hadir secara penuh,” kata alumni S1 Fakultas Kesehatan Masyarakat dan S2 Intervensi Sosial, Psikologi Terapan Universitas Indonesia ini.
Sebagai partai yang berpihak pada pelayanan dasar rakyat, Sri Gusni menegaskan Partai Perindo akan terus mengawal pelaksanaan CKG secara kritis namun konstruktif. Selain itu, juga ingin memastikan bahwa program ini tidak berhenti pada slogan dan target kuantitatif, tetapi benar-benar menjadi tonggak pemerataan akses layanan kesehatan bagi seluruh anak Indonesia.
Kesehatan anak adalah pilar menuju Indonesia Emas 2045. “Kesehatan anak hari ini adalah fondasi kualitas SDM Indonesia pada 2045. Kalau kita gagal menjaganya hari ini, kita akan kehilangan masa depan kita sendiri,” ucapnya.
(jon)
Lihat Juga :