Tarif Swab Test Semua Rumah Sakit Akan Distandardisasi

Rabu, 09 September 2020 - 16:04 WIB
loading...
Tarif Swab Test Semua...
Pemerintah akan melakukan standarisasi tarif swab test di seluruh rumah sakit (RS), khususnya RS swasta yang terlalu meningkatkan margin keuntungan. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Banyak pihak mengeluhkan tarif tes usap atau swab test untuk Covid-19 sangat mahal dan tidak terjangkau masyarakat. Untuk itu, pemerintah akan melakukan standarisasi tarif swab test di seluruh rumah sakit (RS), khususnya RS swasta yang terlalu meningkatkan margin keuntungan.

Hal ini disampaikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VIII DPR dengan agenda pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Kementerian/Lembaga (K/L) 2021. “Ada beberapa pertanyaan tentang penanganan darurat, tentang swab test gratis. Penyelenggaraan testing sudah kita tingkatkan Maret, hanya 1 laboratorium Covid tapi sekarang sudah 300 laboratorium dan sebagian didukung barang-barangnya oleh pemerintah sebagian besar oleh BNPB,” Kata Plt Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Dody Ruswandi dalam RDP di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (9/9/2020). (Baca juga: Update Corona: Bertambah 3.307 Kasus, Jumlah Pasien Positif 203.342 Orang)

Dody menjelaskan, dari 300 laboratoium itu sebagiannya merupakan milik pemerintah pusat, labkesda dan juga RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah). Sehingga, jika melakukan tes Covid-19 di laboratorium tersebut semestinya gratis atau tanpa biaya. “Apabila kita laksanakan di laboratorium ini mestinya gratis, nggak ada alasan membiayai,” terangnya.

Karena, kata Dody, laboratorium mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat. Ada dua skema bantuan yakni pertama, peralatannya dibelikan alat PCR atau mesin ekstraksi otomatis karena, laboratorium yang lama tidak memiliki mesin ekstraksi. Pemerintah membelikan mesin ekstraksi otomatis itu semenjak kasus positif Covid terus meningkat. Kedua, pemerintah juga membantu pembiayaan jasa pengetesan. “Kami juga bantu penyediaan jasa testing, ada 5 perusahaan yang kami bantu perbesar kapasitas laboratorium itu,” ungkap Dody. (Baca juga: Angka Kesembuhan COVID-19 di Jawa-Bali Capai 74,85%)

Menurut Dody, dari jumlah 2,4 juta pengetesan, sebagian besar dilakukan di laboratorium yang sudah ada dan kecil dari perusahaan yang sudah ada. “Jadi, kalau pengen gratis ke lab-lab itu,” imbuhnya.

Namun, Dody mengaku, persoalannya adalah RS swasta menetapkan tarif yang mahal sekali. Dia mengakui RS swasta ini memang RS komersial tetapi, mereka terlalu meningkatkan margin keuntungannya. Karena itu, saat ini BNPB tengah mempersiapkan standar biaya swab test untuk diusulkan ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes). “Saat ini kita sedang siapkan standar biaya untuk RS swasta, kami sedang siapkan jadi mungkin nanti Kepala BNPB akan berikan saran ke Menkes (Menteri Kesehatan) plafon maksimalnya sekian,” jelas Dody.

Bahkan, Dody menambahkan, sebenarnya BNPB sudah memiliki standar harga swab test yang hanya menghabiskan total biaya kurang dari Rp 500.000. Jadi, RS swasta tinggal menyesuaikan margin keuntungannya. “Kami sudah punya baseline harga sebenarnya di bawah Rp 500.000, kalau di RS swasta tinggal ditambah margin keuntungan yang wajar,” sarannya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BNPB Ungkap Indonesia...
BNPB Ungkap Indonesia Peringkat Ketiga Negara dengan Risiko Bencana Tertinggi di Dunia
814 Bencana Terjadi...
814 Bencana Terjadi Sepanjang 2026, BNPB: Banjir dan Cuaca Ekstrem Mendominasi
Apel Kesiapsiagaan Karhutla...
Apel Kesiapsiagaan Karhutla 2026 di Riau, Menko Polkam: Negara Komitmen Pencegahan Dini
Hujan Deras Intai Indonesia...
Hujan Deras Intai Indonesia hingga Sepekan ke Depan, BNPB: Minta Masyarat Waspada
BNPB: Huntara untuk...
BNPB: Huntara untuk Warga Aceh Ditargetkan Rampung Sebelum Ramadan
Update Korban Bencana...
Update Korban Bencana Sumatera, 1.016 Korban Meninggal Dunia dan 212 Masih Hilang
BNPB: Bencana Banjir...
BNPB: Bencana Banjir hingga Karhutla Melanda 4 Daerah
BNPB Sebut Cuaca Ekstrem...
BNPB Sebut Cuaca Ekstrem Picu Banjir di Sejumlah Wilayah di Indonesia
Banjir Terjang Sejumlah...
Banjir Terjang Sejumlah Daerah di Indonesia, Ribuan Warga Terdampak
Rekomendasi
Nikahi Jennifer Coppen,...
Nikahi Jennifer Coppen, Justin Hubner Berikan Mahar 12 Gram Emas dan Uang 2.026 Euro
Tren Paylater Makin...
Tren Paylater Makin Menjangkit, Literasi Keuangan Dinilai Jadi Faktor Penting
Ruben Onsu Unggah Video...
Ruben Onsu Unggah Video Giorgio Ngopi di Rumah Sarwendah, Captionnya Bikin Heboh
Berita Terkini
Prabowo Panggil Purbaya...
Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara, Ini yang Dibahas
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
PKB Jabar Fest, Gus...
PKB Jabar Fest, Gus Muhaimin: Kita Tak Butuh Pemimpin Pencitraan
Denny JA Sebut Algoritma...
Denny JA Sebut Algoritma Lahirkan Kelas Baru Pekerja Digital yang Rentan
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
Noel Divonis 4,5 Tahun...
Noel Divonis 4,5 Tahun Penjara, KPK Tidak Ajukan Banding
Infografis
Sejumlah Pabrik di China...
Sejumlah Pabrik di China Mulai Stop Produksi Akibat Tarif AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved