Cerita TKI di Malaysia, 4 Bulan Duduk Manis Tanpa Penghasilan (bagian-1)
Rabu, 09 September 2020 - 15:39 WIB
loading...
A
A
A
Kondisi saat ini, diakui Fathur, jauh lebih baik dibandingkan sekitar empat bulan lalu. Saat itu, sekitar empat bulan lamanya, dirinya dan juga para PMI lainnya merasa gelisah karena Pemerintah Kerajaan Malaysia memberlakukan lockdown total sehingga para PMI tidak bisa bekerja sama sekali.
Padahal, lanjut dia, sistem kerja di sana bukan berdasarkan gaji bulanan, melainkan upah atau gaji dihitung berdasarkan pekerjaan. Jika tidak bekerja maka tidak ada pemasukan sama sekali.
"Selama empat bulan total kami di sini saat itu hanya bisa duduk manis saja. Tidak ada pemasukan sama sekali," katanya.(Baca juga: 59 Negara Tutup Indonesia, Pemerintah Disarankan Perkuat Diplomasi Lindungi WN I)
Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari saat itu, dirinya terpaksa menggadaikan harta benda hasil jerih payahnya, termasuk perhiasan sang istri. "Pokoknya apa yang ada di rumah yang bisa digadaikan ya digadaikan untuk hidup. Alhamdulillah, saat ini beberapa sudah bisa ditebus lagi," ungkapnya.
Fathur mengaku bersyukur dia dan teman-temannya sesama TKI kini bisa kembali bekerja secara normal.
Padahal, lanjut dia, sistem kerja di sana bukan berdasarkan gaji bulanan, melainkan upah atau gaji dihitung berdasarkan pekerjaan. Jika tidak bekerja maka tidak ada pemasukan sama sekali.
"Selama empat bulan total kami di sini saat itu hanya bisa duduk manis saja. Tidak ada pemasukan sama sekali," katanya.(Baca juga: 59 Negara Tutup Indonesia, Pemerintah Disarankan Perkuat Diplomasi Lindungi WN I)
Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari saat itu, dirinya terpaksa menggadaikan harta benda hasil jerih payahnya, termasuk perhiasan sang istri. "Pokoknya apa yang ada di rumah yang bisa digadaikan ya digadaikan untuk hidup. Alhamdulillah, saat ini beberapa sudah bisa ditebus lagi," ungkapnya.
Fathur mengaku bersyukur dia dan teman-temannya sesama TKI kini bisa kembali bekerja secara normal.
(dam)
Lihat Juga :