59 Negara Tutup Indonesia, Pemerintah Disarankan Perkuat Diplomasi Lindungi WNI

Rabu, 09 September 2020 - 12:40 WIB
loading...
59 Negara Tutup Indonesia,...
Pemerintah Indonesia melalui perwakilannya di luar negeri diminta untuk meningkatkan peran diplomasi mereka menyusul kebijakan 59 negara yang melarang WNI masuk ke negara mereka. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Direktur Political and Publik Policy Studies (P3S), Jerry Massie menyarankan kepada pemerintah Indonesia melalui perwakilannya di luar negeri untuk meningkatkan peran diplomasi mereka menyusul kebijakan 59 negara yang melarang warga negara Indonesia (WNI) masuk ke negara mereka.

Jerry melihat jalur diplomatik Indonesia masih lemah untuk menjamin dan melindungi WNI pasca keluarnya kebijakan dari 59 negara tersebut keamanan. "Negara-negara ini melihat Indonesia rawan (penyebaran COVID-19 ) contoh Jakarta mulai Jakut, Jaktim, Jaksel dan Jakpus semua sudah red zone," ujar Jerry saat dihubungi SINDOnews, Rabu (9/9/2020). (Baca juga: Awas, Suap Menyuap Mengintai Penyelenggara Negara, PNS dan Peserta Pilkada 2020)

Menurut Jerry, larangan itu keluar dipicu sikap negara-negara di dunia yang melihat penyebaran COVID-19 tengah dalam posisi puncak. Sikap serupa juga pernah dilakukan Indonesia masuk ke negara lain pada saat negara-negara tersebut menjadi klaster penyebaran COVID-19.

"Faktor lain baik jumlah pertambahan kita tinggi secara avarage per hari di atas 3.000-an kasus dan saat ini mencapai 200 ribu," ucapnya.

"Kalau tidak dicegah kita bisa kalahkan India yang jumlahnya terinfeksi cukup tinggi yakni 90,632 kasus," imbuh dia.

Untuk itu, Jerry menilai langkah taktis dan strategis perlu terus dilakukan dan faktor kedisiplinan masyarakat juga ditingkatkan. Selain itu, faktor regulasi jangan seperti 'bunglon" yang berubah-ubah setiap saat. (Baca juga: Indonesia Negara Paling Korup ke 85 dari 180 Negara Bikin Investor Ogah Taruh Duit)

"Harusnya perkuat diplomasi di luar negeri dengan meyakinkan Indonesia aman terkendali. Memang kebijakan agak its too late, saat ini kalau penykit kanker sudah hampir stadium 4 COVID-19," pungkas dia.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Soal Biaya Lepas Status...
Soal Biaya Lepas Status WNI Rp5 Juta, Menkum Supratman: Kami Kaji Kembali
Sangkal Ada Tren Kenaikan...
Sangkal Ada Tren Kenaikan Lepas Kewarganegaraan, Menkum: Yang Ingin Jadi Warga Negara Lebih Banyak
KJRI Johor Bahru Bantu...
KJRI Johor Bahru Bantu Biayai Deportasi 90 PMI dari Malaysia ke Batam
Perompak Somalia Sandera...
Perompak Somalia Sandera 4 WNI, DPR Minta TNI dan Kemlu Bikin Contingency Plan
Prabowo Bertemu Profesor...
Prabowo Bertemu Profesor Imperial College London di Istana, Bahas Apa?
Prabowo Ungkap Indonesia...
Prabowo Ungkap Indonesia Ingin Perluas Peluang WNI Kerja di Jerman
Tak Hanya 287 WNA, 4...
Tak Hanya 287 WNA, 4 WNI Turut Jadi Tersangka Judol Hayam Wuruk
Viral! 3 PRT Indonesia...
Viral! 3 PRT Indonesia Dianiaya di Malaysia, 4 Majikan Ditangkap
Budisatrio : Pemulangan...
Budisatrio : Pemulangan 9 WNI Bukti Nyata Efektivitas Diplomasi RI
Rekomendasi
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Kisah Paredes Dicuekin...
Kisah Paredes Dicuekin Messi Sampai 3 Bulan Gara-gara Liga Champions
Berita Terkini
Eks Jubir KPK Febri...
Eks Jubir KPK Febri Diansyah Resmi Jadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK: Gak Pakai Rompi Ye!
Breaking News! Febrie...
Breaking News! Febrie Adriansyah Ditahan Kejagung
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Belum Selesai Diperiksa, 2 Mobil Tahanan Siaga di Kejagung
Pemeriksaan Febrie Adriansyah...
Pemeriksaan Febrie Adriansyah di Kejagung, Eks Penyidik KPK: Penahanan Penting agar Penyidikan Tak Diintervensi
Kritisi Rapat Pleno...
Kritisi Rapat Pleno IX AMPI, Wasekjen Leriadi: Produknya Cacat Hukum
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved