Tiga Hal Ini Jadi Penyebab Calon Tunggal Hadir di Pilkada

Rabu, 09 September 2020 - 14:54 WIB
loading...
Tiga Hal Ini Jadi Penyebab...
Ppasangan calon yang melawan kotak kosong memiliki peluang sangat besar untuk memenangkan Pilkada. FOTO/DOk.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Potensi 28 daerah menggelar pilkada tunggal membetot perhatian banyak pihak. Berdasarkan catatan sejarah, pasangan calon yang melawan kotak kosong peluang menangnya sangat besar.

Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), Ratna Dewi Pettalolo mempunyai beberapa catatan kenapa paslon tunggal mewarnai pilkada di Indonesia. Pertama, ada orientasi terhadap ketokohan tertentu.

"Kemudian mengesampingkan calon kepada hal yang substantif berkaitan dengan gagasan yang diusung calon dan parpol. Orientasi ketokohan ini menutup pola rekrutmen berdasarkan kualitas seseorang," katanya dalam diskusi daring dengan tema "Oligarki Parpol dan Fenomena Calon Tunggal", Rabu (9/9/2020). (Baca juga: Calon Tunggal Pilkada Kurangi Kesempatan Masyarakat Pilih Pemimpin Terbaik )

Situasi ini akan membuat mandek pengkaderan di internal parpol. Ada kebiasaan baru dalam usaha pencalonan, yakni memborong rekomendasi parpol.

Ratna Dewi menceritakan ada paslon di salah satu provinsi yang tinggal menunggu rekomendasi dari satu parpol. Namun, paslon itu harus menelan pil pahit karena rekomendasi parpol tidak turun. Akhirnya mereka gagal ikut pilkada 2020.

Catatan kedua, parpol dikuasai oleh kaum elit. Menurutnya, parpol idealnya sebagai alat politik yang dibangun berdasarkan kebutuhan dan kesadaran dari akar rumput.

"Implikasinya bersifat elit, pendanaan parpol bergantung pada elit. Tidak lepas dari calon-calon yang mempunyai kedekatan dengan elit parpol. Ada anaknya, ada adiknya. Hampir tidak ada yang tidak memiliki kedekatan," tutur Ratna Dewi. (Baca juga: Dari 28 Provinsi Terdapat Pasangan Calon Tunggal, Tahapan Selanjutnya Ditunda )

Catatan ketiga, menurutnya, paslon yang berhadapan dengan kotak kosong mempunyai peluang besar menang. Ini berdasarkan catatan pilkada serentak 2015-2018. Hanya pemilihan Wali Kota Makassar yang paslon tumbang di tangan kotak kosong.

"Pengalaman Kota Makassar tidak bisa dijadikan ukuran potensi untuk menang. Kotak kosong di Makassar berbeda peristiwa jika disandingkan fenomena kotak kosong di pilkada 2015-2018," katanya.

Ratna mengatakan, pilkada dengan calon tunggal di Makassar tidak lahir sejak awal. Saat pendaftaraan ada dua paslon. Namun, dalam perjalanannya dibatalkan oleh Mahkamah Agung (MA).
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
DKPP Pecat Ketua Bawaslu...
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw karena Terbukti Masih Berstatus ASN
PKB: Jangan Justru saat...
PKB: Jangan Justru saat Terjadi Politik Uang, Bawaslunya Malah Hilang
Bawaslu Usul Blacklist...
Bawaslu Usul Blacklist Pelaku Money Politics dalam Pemilu, Golkar: Bisa Jadi Alternatif Penegakan Hukum
MK Diminta Larang Keluarga...
MK Diminta Larang Keluarga Presiden dan Wapres Ikut Pilpres, PKS: Bagus juga untuk Pilkada
Wacana Pilkada lewat...
Wacana Pilkada lewat DPRD, Pengamat: Akibat Biaya Politik Tinggi
Tahapan Pemilu 2029...
Tahapan Pemilu 2029 Dimulai Tahun Depan, DPR Targetkan RUU Pilkada Rampung 2026
Upaya Minimalkan Politik...
Upaya Minimalkan Politik Uang, Bawaslu Kaji Sistem Transaksi Nontunai
KPU dan Bawaslu Bahas...
KPU dan Bawaslu Bahas Tantangan Digitalisasi Pemilu Menuju Indonesia Emas
Demo Rusuh Guncang Georgia,...
Demo Rusuh Guncang Georgia, Massa Serbu Istana Presiden
Rekomendasi
Doa Akhir dan Awal Tahun...
Doa Akhir dan Awal Tahun Baru Islam, Baca sebelum Maghrib Nanti!
Buka Peluang Global,...
Buka Peluang Global, BRImo Kini Hadirkan Reksa Dana USD Batavia untuk Investor
Misteri Freya, Model...
Misteri Freya, Model Erotis Ukraina yang Diduga Ledakkan Pipa Nord Stream Rusia
Berita Terkini
Boni Hargens Lihat Polri...
Boni Hargens Lihat Polri Makin Humanis: Kunci Stabilitas Sosial Politik
BPIP Ajukan Tambahan...
BPIP Ajukan Tambahan Anggaran Rp370 Miliar untuk 2027
Jaksa Agung Serahkan...
Jaksa Agung Serahkan Hasil Pemulihan Aset Rp1,22 Triliun ke Purbaya
Pangdivif 2 Kostrad...
Pangdivif 2 Kostrad Mayjen TNI Primadi Pimpin Sertijab Jabatan Strategis, Ini Namanya
Tarian Tradisional Sambut...
Tarian Tradisional Sambut Kedatangan Presiden Jerman Steinmeier di Halim
Kasus Kuota Haji, KPK...
Kasus Kuota Haji, KPK Panggil Bos Maktour Hari Ini
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved