Peringati HUT ke-79 Polri, Polda Sulbar Persembahkan Puisi Bhayangkaraku
Jum'at, 04 Juli 2025 - 15:41 WIB
loading...
A
A
A
“Tenun Kalumpang — helai yang bertutur, Sutra Mandar — indah terjalin di tangan, ditenun oleh hati yang terampil dan jujur, menjalin kisah warisan yang mahsyur.”
Di akhir narasi, seruan tegas namun lembut disampaikan: bahwa yang kurang bukanlah sumber daya atau semangat individu, melainkan tekad kolektif untuk bersatu demi masa depan bersama.
Narasi ini ditutup dengan pesan lokal penuh makna
“Ingga’e sisayangi, da’ tau sisara-sara.” (Mari saling menyayangi, jangan saling menyakiti.)
Pesan ini menjadi pengingat bahwa kemajuan bukan hanya soal sumber daya atau investasi, tetapi dimulai dari hati yang bersih, pikiran yang jernih, dan persatuan yang tulus.
"Dirgahayu Bhayangkaraku, jadilah abdi negara yang Satya Haprabu, berani menegakkan kebenaran. Setiap langkahmu adalah wujud bakti dan kesetiaan pada amanah.”
Di akhir narasi, seruan tegas namun lembut disampaikan: bahwa yang kurang bukanlah sumber daya atau semangat individu, melainkan tekad kolektif untuk bersatu demi masa depan bersama.
Narasi ini ditutup dengan pesan lokal penuh makna
“Ingga’e sisayangi, da’ tau sisara-sara.” (Mari saling menyayangi, jangan saling menyakiti.)
Pesan ini menjadi pengingat bahwa kemajuan bukan hanya soal sumber daya atau investasi, tetapi dimulai dari hati yang bersih, pikiran yang jernih, dan persatuan yang tulus.
"Dirgahayu Bhayangkaraku, jadilah abdi negara yang Satya Haprabu, berani menegakkan kebenaran. Setiap langkahmu adalah wujud bakti dan kesetiaan pada amanah.”
(cip)
Lihat Juga :