Penulis Denny JA Rekam Sejarah dalam 7 Buku Puisi Esai
Kamis, 03 Juli 2025 - 10:49 WIB
loading...
A
A
A
Melalui genre ini, Denny JA menggali sisi terdalam dari sejarah: bukan sekadar kronologi atau angka korban, tetapi luka personal yang abadi. Dia menyuarakan mereka yang selama ini tak tercatat di buku sejarah resmi, perempuan penghibur, eksil yang tak bisa pulang, anak-anak korban perang, dan cinta yang tak pernah punya ruang.
Baca juga: Denny JA, Pelopor Puisi Esai yang Menghidupkan Sejarah dan Advokasi Sosial
“Sebab kemerdekaan sejati, seperti puisi, adalah keberanian untuk terus mendengarkan yang tak lagi punya suara,” kata Denny JA.
Daftar 7 Buku dalam Heptalogi Puisi Esai Denny JA:
1. Atas Nama Cinta (2012) – Tentang cinta yang kandas karena diskriminasi
2. Kutunggu di Setiap Kamisan (2018) – Tentang diam yang bersuara
3. Jeritan Setelah Kebebasan (2015) – Tentang konflik berdarah pasca-Reformasi
4. Yang Tercecer di Era Kemerdekaan (2024) – Tentang mereka yang tak ikut merdeka
5. Mereka yang Mulai Teriak Merdeka (2024) – Tentang pahlawan sebagai manusia, bukan ikon
6. Mereka yang Terbuang di Tahun 1960-an (2024) – Tentang mereka yang kehilangan tanah air dan kampung halaman.
7. Yang Menggigil dalam Arus Sejarah (2025) – Tentang tragedi global dan nurani dunia.
Baca juga: Denny JA, Pelopor Puisi Esai yang Menghidupkan Sejarah dan Advokasi Sosial
“Sebab kemerdekaan sejati, seperti puisi, adalah keberanian untuk terus mendengarkan yang tak lagi punya suara,” kata Denny JA.
Daftar 7 Buku dalam Heptalogi Puisi Esai Denny JA:
1. Atas Nama Cinta (2012) – Tentang cinta yang kandas karena diskriminasi
2. Kutunggu di Setiap Kamisan (2018) – Tentang diam yang bersuara
3. Jeritan Setelah Kebebasan (2015) – Tentang konflik berdarah pasca-Reformasi
4. Yang Tercecer di Era Kemerdekaan (2024) – Tentang mereka yang tak ikut merdeka
5. Mereka yang Mulai Teriak Merdeka (2024) – Tentang pahlawan sebagai manusia, bukan ikon
6. Mereka yang Terbuang di Tahun 1960-an (2024) – Tentang mereka yang kehilangan tanah air dan kampung halaman.
7. Yang Menggigil dalam Arus Sejarah (2025) – Tentang tragedi global dan nurani dunia.
(cip)
Lihat Juga :