DPR Bakal Panggil Basarnas usai Warganet Brasil Ramai-ramai Protes soal Evakuasi Juliana Marins
Kamis, 26 Juni 2025 - 12:05 WIB
loading...
A
A
A
Untuk itu, ia menilai, Badan SAR perlu dipersiapkan secara serius baik dari sisi anggaran, peralatan hingga seleksi ketat para personelnya. "Dalam situasi penyelamatan WNA Badan SAR bisa menjadi 'wajah' negara dalam komunitas internasional. Jika berhasil maka membawa harum nama negara, jika gagal bisa menjadi kampanye negatif bagi negara," kata Huda.
Baca juga: Cerita Relawan SAR Lombok Timur Evakuasi WNA Brasil, Nginap di Jurang Gunung Rinjani Sedalam 600 Meter
"Badan SAR kita anggarannya relatif terbatas yakni sekitar Rp1,01 triliun. Nah apakah keterbatasan dana ini berimbas pada kualitas pencarian dan penyelamatan ini yang perlu ditelusuri lebih lanjut. Meskipun selama ini kami menilai Basarnas telah berjuang maksimal dalam setiap operasi mereka di tengah keterbatasan yang ada," pungkasnya.
Sebelumnya, Tim SAR gabungan akhirnya berhasil mengevakuasi jasad pendaki asal Brasil Juliana Marins (27) yang jatuh di jurang Gunung Rinjani, Jasad korban ditarik menggunakan tali dari kedalaman 600 meter, Rabu, 25 Juni 2025. Juliana Marins dilaporkan jatuh di jurang Cemara Nunggal, menuju arah Segara Anak puncak Gunung Rinjani pada Sabtu, 21 Juni 2025.
Evakuasi jasad Juliana berlangsung dramatis setelah lima hari Tim SAR melakukan pencarian di tengah cuaca ekstrem. Proses evakuasi memakan waktu selama 6 jam dari pukul 08.00 sampai pukul 14.00 WITA. Setelah berhasil diangkat ke atas, jasad korban kemudian ditandu menyusuri jalur pendakian Sembalun dan tiba sekitar pukul 20.00 WITA.
Baca juga: Cerita Relawan SAR Lombok Timur Evakuasi WNA Brasil, Nginap di Jurang Gunung Rinjani Sedalam 600 Meter
"Badan SAR kita anggarannya relatif terbatas yakni sekitar Rp1,01 triliun. Nah apakah keterbatasan dana ini berimbas pada kualitas pencarian dan penyelamatan ini yang perlu ditelusuri lebih lanjut. Meskipun selama ini kami menilai Basarnas telah berjuang maksimal dalam setiap operasi mereka di tengah keterbatasan yang ada," pungkasnya.
Sebelumnya, Tim SAR gabungan akhirnya berhasil mengevakuasi jasad pendaki asal Brasil Juliana Marins (27) yang jatuh di jurang Gunung Rinjani, Jasad korban ditarik menggunakan tali dari kedalaman 600 meter, Rabu, 25 Juni 2025. Juliana Marins dilaporkan jatuh di jurang Cemara Nunggal, menuju arah Segara Anak puncak Gunung Rinjani pada Sabtu, 21 Juni 2025.
Evakuasi jasad Juliana berlangsung dramatis setelah lima hari Tim SAR melakukan pencarian di tengah cuaca ekstrem. Proses evakuasi memakan waktu selama 6 jam dari pukul 08.00 sampai pukul 14.00 WITA. Setelah berhasil diangkat ke atas, jasad korban kemudian ditandu menyusuri jalur pendakian Sembalun dan tiba sekitar pukul 20.00 WITA.
(rca)
Lihat Juga :