PT PAL Bangun Fasilitas Canggih untuk Percepat Pembuatan 2 Kapal Selam Scorpene

Kamis, 26 Juni 2025 - 05:57 WIB
loading...
PT PAL Bangun Fasilitas...
PT PAL membangun fasilitas modern untuk mempercepat pembuatan dua Kapal Selam Scorpene dari Prancis. Foto/SindoNews
A A A
SURABAYA - Pembuatan dua Kapal Selam Scorpene oleh PT PAL mengalami kemajuan signifikan. Saat ini, industri pertahanan dalam negeri tersebut tengah membangun dermaga dan shiplift atau pengangkut kapal.

Teknologi yang digunakan pada shiplift ini tergolong modern seperti kemampuan normal lifting seberat 6.000 ton hingga maksimum 9.240 ton. Tidak hanya itu, shiplift ini juga dilengkapi dengan penggerak electrical motor.

Dengan begitu, waktu yang diperlukan untuk memindahkan kapal atau pun bagian-bagian kapal lebih mudah dan cepat. Apabila tanpa shiplift waktu yang diperlukan bisa mencapai 14 hari. Namun dengan fasilitas tersebut hanya butuh waktu 4 jam.

Dalam kegiatan "Eksplorasi Industri Pertahanan" yang diselenggarakan Kementerian Pertahanan (Kemhan), SindoNews berkesempatan melihat dari dekat progres dan pembangunan fasilitas dermaga dan shiplift di galangan kapal selam PT PAL.

Baca juga: Naval Group Gandeng PT PAL Bangun Kapal Selam Scorpene

Kepala Divisi Kapal Selam PT PAL Agus Rifai mengatakan, dengan fasilitas shiplift tersebut maka proses loading dan pergerakan kapal selam bisa sangat smooth. Diperkirakan pada Maret 2026 sudah bisa dioperasikan.

"Alhamdulillah, kita mendapatkan kontrak pengerjaan dua unit Scorpene bersama Naval Group Prancis yang dikerjakan di PT PAL," katanya, Rabu (25/6/2025).

Baca juga: Step by Step ala PT PAL Membangun Kompetensi Kapal Perang

Sedangkan untuk pembangunan dermaga, progresnya sudah mencapai 60%. Jika tidak ada kendala, pembangunan dermaga akan selesai pada Desember 2025.

PT PAL Bangun Fasilitas Canggih untuk Percepat Pembuatan 2 Kapal Selam Scorpene


"Dermaga ini digunakan saat launching Scorpene yang memiliki bobot mati 2.000 ton. Dermaga ini didesain punya kemampuan sampai 6.000 ton. Artinya tidak hanya kapal selam, kapal permukaan juga bisa di-launching seperti Fregate dan sebagainya," katanya.

Dermaga yang didesain dengan teliti ini, kata Agus, memiliki konstruksi yang kokoh karena tiang pancang yang dipasang dengan bobot 15 ton sangat kuat.

"Kita bisa menjamin Kapal Selam Scorpene, aset senilai Rp15 triliun dilaunching dengan aman menggunakan shiplift yang dirancang oleh pihak-pihak yang memiliki kompetensi dan pengalaman," katanya.

Direktur Teknologi PT PAL Indonesia Persero Briljan Gazalba mengatakan, pembangunan Kapal Selam Scorpene dari Prancis ini merupakan proyek strategis dari Kemhan. Dia menyebut, proses pembangunan kapal selam ini akan memakan waktu sekitar 96 bulan.

Adapun Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dalam pembangunan kapal selam ini mencapai 30%. "Pembangunan Kapal Selam Scorpen ini semakin meningkatkan kemandirian pertahanan Indonesia," ucapnya.

Karo Humas Kemhan Brigjen TNI Frega Wenas Inkiriwang mengapresiasi kemampuan PT PAL dalam pembangunan Kapal Selam Scorpene. Sebab bicara pertahanan bukan hanya kewajiban Kementerian Pertahanan, TNI, atau sekelompok elite, tapi semuanya sesuai dengan amanah undang-undang.

"Untuk membangun sebuah kapal selam itu butuh 8-9 tahun dan bahkan di beberapa proyek itu sampai 10 tahun. Kita punya komitmen untuk terus membangun dengan apa yang kita punya, kita memberdayakan apa yang diproduksi oleh industri pertahanan strategis," katanya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kecanggihan 12 Pesawat...
Kecanggihan 12 Pesawat Latih Tempur Leonardo M-346 F Block 20 yang Dibeli Kemhan
Kemhan Bakal Datangkan...
Kemhan Bakal Datangkan Helikopter AW149 dan 12 Pesawat Tempur dari Italia
Kapolri Tak Hadir di...
Kapolri Tak Hadir di Rapat Satgas PKH, Jubir: Semua Unsur Tetap Terwakili
Perencanaan Matang dan...
Perencanaan Matang dan Value for Money Kunci Keberhasilan Modernisasi Alutsista
Alasan Calon Manajer...
Alasan Calon Manajer Kopdes Ikuti Latsarmil, Wamenhan: Latih Disiplin dan Kerja Sama
Kemhan Gandeng Kemenkes...
Kemhan Gandeng Kemenkes Investigasi Kematian 5 Calon Manajer Kopdes
Kemhan Sebut Insiden...
Kemhan Sebut Insiden Bus Dinas yang Diduga Kabur usai Tabrak Ojol Diselesaikan secara Damai
China Tembakkan Rudal...
China Tembakkan Rudal Balistik Antarbenua Berkemampuan Nuklir, 6 Negara Protes
AS Ketar-ketir dengan...
AS Ketar-ketir dengan Senjata Nuklir China usai Kapal Selam Beijing Tembakkan Rudal Antarbenua
Rekomendasi
AS Tak Umumkan Serangan...
AS Tak Umumkan Serangan Udara ke Iran, Apakah Dikaitkan dengan Angka Sial?
32 Negara Siap Meriahkan...
32 Negara Siap Meriahkan 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026
Menuju Smart City Tanpa...
Menuju Smart City Tanpa Kertas, Mengurai Masalah Dokumen Ganda dan Sampah di Kota Bandung
Berita Terkini
Hukum dan Ekonomi: Penopang...
Hukum dan Ekonomi: Penopang Keberhasilan Piala Dunia 2026
Pakar: Penetapan Tersangka...
Pakar: Penetapan Tersangka Febrie Adriansyah Bukti Profesionalisme Kejagung
Febrie Adriansyah Ditahan,...
Febrie Adriansyah Ditahan, Eks Penyidik KPK: Kejagung Tunjukkan Keseriusan
Anis Matta soal Politik...
Anis Matta soal Politik Luar Negeri Bebas Aktif: Jangan Datang kepada Orang Hanya Waktu Kita Punya Masalah
Mohon Perlindungan Presiden,...
Mohon Perlindungan Presiden, Asosiasi Petani Tembakau Tolak Rancangan Pembatasan Kadar Nikotin
Ketua MUI Harap KUII...
Ketua MUI Harap KUII VIII Keluarkan Rekomendasi Tegas Penolakan Praktik LGBT
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved