Kejagung Diyakini Segera Ungkap Tersangka Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Rp9,9 Triliun
Rabu, 25 Juni 2025 - 19:00 WIB
loading...
A
A
A
Kendati demikian, Ray yakin Kejagung akan segera menetapkan tersangka dalam kasus tersebut. Ray melihat Kejagung ekstra hati-hati dalam penanganan kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Kemendikbudristek. Dia berpendapat, Kejagung belum menetapkan tersangka dalam kasus ini, kemungkinan ada strategi tertentu dari Korps Adhyaksa tersebut.
“Apakah dibongkar semua lebih dahulu atau bagaimana. Mungkin Kejagung mau melihat reaksi politiknya atau mau membongkar sebagian dulu atau secara total. Atau bisa juga mekanismenya mau dilakukan bertahap atau dilakukan dalam satu paket,” kata Ray.
Menurut Ray, melihat proses yang sudah dilakukan, Kejagung sebenarnya sudah menemukan bukti adanya dugaan praktik korupsi di pengadaan laptop ini. “Kalau Kejagung sudah berproses dan membongkarnya sampai sejauh ini, berarti kejaksaan memang sudah menemukan adanya unsur pidana di dalamnya,” ucapnya.
Dia mengaku tidak kaget dengan adanya praktik korupsi di lembaga pendidikan tersebut. Sebab, kata dia, perilaku korupsi di Indonesia itu sudah berada pada puncaknya.
“Apa yang tidak terbayang dalam dunia korupsi bisa terjadi di Indonesia. Anak, istri kerja sama dengan bapak untuk korupsi, harta korupsi dipamer-pamerkan,” pungkasnya.
“Apakah dibongkar semua lebih dahulu atau bagaimana. Mungkin Kejagung mau melihat reaksi politiknya atau mau membongkar sebagian dulu atau secara total. Atau bisa juga mekanismenya mau dilakukan bertahap atau dilakukan dalam satu paket,” kata Ray.
Menurut Ray, melihat proses yang sudah dilakukan, Kejagung sebenarnya sudah menemukan bukti adanya dugaan praktik korupsi di pengadaan laptop ini. “Kalau Kejagung sudah berproses dan membongkarnya sampai sejauh ini, berarti kejaksaan memang sudah menemukan adanya unsur pidana di dalamnya,” ucapnya.
Dia mengaku tidak kaget dengan adanya praktik korupsi di lembaga pendidikan tersebut. Sebab, kata dia, perilaku korupsi di Indonesia itu sudah berada pada puncaknya.
“Apa yang tidak terbayang dalam dunia korupsi bisa terjadi di Indonesia. Anak, istri kerja sama dengan bapak untuk korupsi, harta korupsi dipamer-pamerkan,” pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :