Penulisan Ulang Sejarah Indonesia Capai 70 Persen, Fadli Zon: Ditulis Sejarawan Profesional, Bukan Aktivis
Selasa, 24 Juni 2025 - 16:47 WIB
loading...
A
A
A
Fadli juga merespons kritik bahwa proyek penulisan ulang sejarah nasional terlalu cepat dan idealnya membutuhkan waktu 10 tahun.
Dia menjelaskan proyek ini tidak dimulai dari nol melainkan melanjutkan dan menyempurnakan narasi yang belum lengkap dari penulisan sebelumnya. “Dengan keahlian para sejarawan, waktunya sudah cukup. Jangan cari-cari alasan yang aneh-aneh,” ujarnya.
Fadli menepis anggapan pemerintah ikut campur dalam narasi sejarah. Penulisan sejarah ini murni dilakukan oleh kalangan akademik.
“Yang menulis sejarah ini adalah para sejarawan. Sekali lagi, bukan aktivis, bukan politisi, bukan LSM. Yang menulis memang orang-orang yang belajar sejarah, tahu metodologinya, dan paham bagaimana menganalisis sejarah. Bukan insinyur, bukan dokter. Di Inggris dan Amerika pun begitu, yang menulis sejarah ya sejarawan,” ungkapnya.
Proyek ini melibatkan lebih dari 100 sejarawan dari 34 perguruan tinggi di Indonesia terdiri dari doktor, profesor, hingga guru besar yang telah memiliki rekam jejak akademik dalam penulisan sejarah.
Dia menjelaskan proyek ini tidak dimulai dari nol melainkan melanjutkan dan menyempurnakan narasi yang belum lengkap dari penulisan sebelumnya. “Dengan keahlian para sejarawan, waktunya sudah cukup. Jangan cari-cari alasan yang aneh-aneh,” ujarnya.
Fadli menepis anggapan pemerintah ikut campur dalam narasi sejarah. Penulisan sejarah ini murni dilakukan oleh kalangan akademik.
“Yang menulis sejarah ini adalah para sejarawan. Sekali lagi, bukan aktivis, bukan politisi, bukan LSM. Yang menulis memang orang-orang yang belajar sejarah, tahu metodologinya, dan paham bagaimana menganalisis sejarah. Bukan insinyur, bukan dokter. Di Inggris dan Amerika pun begitu, yang menulis sejarah ya sejarawan,” ungkapnya.
Proyek ini melibatkan lebih dari 100 sejarawan dari 34 perguruan tinggi di Indonesia terdiri dari doktor, profesor, hingga guru besar yang telah memiliki rekam jejak akademik dalam penulisan sejarah.
(jon)
Lihat Juga :