Jelang Hari Keluarga Nasional, Pelayanan KB Serentak se-Indonesia Merambah Perbatasan RI-Australia
Selasa, 24 Juni 2025 - 06:54 WIB
loading...
A
A
A
Pada tahap awal, ada tiga kabupaten/kota yang akan menjadi lokus intervensi, yaitu Kabupaten Timor Tengah Selatan, Sumba Barat Daya dan Manggarai Timur.
"Kita juga bekerja sama dengan 15 perguruan tinggi, negeri dan swasta, nanti jika kita punya program, tidak hanya stunting, tapi juga pengentasan kemiskinan. Nanti dengan 15 perguruan tinggi itu siapa, kerjanya apa, di mana? Tentu nanti ide-nya dan gagasannya dari perguruan tinggi, pembiayaannya, nanti ada dari kementerian terkait, dan ada juga dari stakeholder dan korporasi,” jelasnya.
Wakil Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena mengatakan, kehadiran langsung di Kabupaten Rote Ndao akan membuat Menteri Wihaji dapat melihat bagaimana situasi dan kondisi wilayah tersebut. Dengan melihat langsung, menurut Wakil Gubernur, akan terbangun hubungan emosional antara menteri dan jajarannya dengan pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten, juga dengan masyarakat NTT. "Tentu kita mengharapkan apa yang menjadi permasalahan di daerah ini dapat menjadi prioritas dalam program-program bapak menteri ke depan," harapnya.
Menurutnya, perlu kerja keras merubah mindset masyarakat untuk bagaimana menerapkan cara hidup sehat, dan mengelola keuangan agar anak-anak menjadi lebih sehat, lebih cerdas, dan lebih kuat.
Mereka adalah Rektor Universitas Nusa Cendana Maxs U.E Sanam, Rektor Universitas Brawijaya Prof Widodo, Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof Fauzan Adziman, Rektor Universitas Muhammadiyah Malang Prof. Nazaruddin Malik, serta Rektor Universitas Katolik Widya Mandira Prof Pater Philipus Tule.
Di antara 13 program rancangan aksi yang akan digulirkan, satu di antaranya adalah pengembangan 13 platform digital terpadu dan inovasi model keberlanjutan berbasis Sistem Informasi Geografis (GIS) untuk penanggulangan kemiskinan dan penurunan stunting.
"Kita juga bekerja sama dengan 15 perguruan tinggi, negeri dan swasta, nanti jika kita punya program, tidak hanya stunting, tapi juga pengentasan kemiskinan. Nanti dengan 15 perguruan tinggi itu siapa, kerjanya apa, di mana? Tentu nanti ide-nya dan gagasannya dari perguruan tinggi, pembiayaannya, nanti ada dari kementerian terkait, dan ada juga dari stakeholder dan korporasi,” jelasnya.
Wakil Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena mengatakan, kehadiran langsung di Kabupaten Rote Ndao akan membuat Menteri Wihaji dapat melihat bagaimana situasi dan kondisi wilayah tersebut. Dengan melihat langsung, menurut Wakil Gubernur, akan terbangun hubungan emosional antara menteri dan jajarannya dengan pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten, juga dengan masyarakat NTT. "Tentu kita mengharapkan apa yang menjadi permasalahan di daerah ini dapat menjadi prioritas dalam program-program bapak menteri ke depan," harapnya.
Menurutnya, perlu kerja keras merubah mindset masyarakat untuk bagaimana menerapkan cara hidup sehat, dan mengelola keuangan agar anak-anak menjadi lebih sehat, lebih cerdas, dan lebih kuat.
Rancangan Aksi Konsorsium
Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi M. Fauzan Adziman menjabarkan rancangan aksi Konsorsium Perguruan Tinggi yang terdiri dari empat kampus. Keempatnya akan membangun konsorsium tersebut untuk Provinsi NTT.Mereka adalah Rektor Universitas Nusa Cendana Maxs U.E Sanam, Rektor Universitas Brawijaya Prof Widodo, Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof Fauzan Adziman, Rektor Universitas Muhammadiyah Malang Prof. Nazaruddin Malik, serta Rektor Universitas Katolik Widya Mandira Prof Pater Philipus Tule.
Di antara 13 program rancangan aksi yang akan digulirkan, satu di antaranya adalah pengembangan 13 platform digital terpadu dan inovasi model keberlanjutan berbasis Sistem Informasi Geografis (GIS) untuk penanggulangan kemiskinan dan penurunan stunting.
(zik)
Lihat Juga :