Jelang Hari Keluarga Nasional, Pelayanan KB Serentak se-Indonesia Merambah Perbatasan RI-Australia
Selasa, 24 Juni 2025 - 06:54 WIB
loading...
A
A
A
Pulau Rote dipilih sebagai lokasi Puncak Pelayanan KB Serentak dalam rangka Harganas 2025 karena menjadi simbol komitmen pemerintah bahwa pelayanan KB harus menjangkau seluruh masyarakat tanpa terkecuali di seluruh wilayah negeri.
Kegiatan di Rote Ndao diharapkan dapat memotivasi pemerintah daerah dan mitra kerja yang terlibat untuk bersama-sama menurunkan Total Fertility Rate (TFR) di wilayah tersebut yang masih berada pada angka 3,04, serta prevalensi stunting yang masih tinggi mencapai 32,4%.
Diketahui, secara nasional hasil Pemutakhiran Pendataan Keluarga 2024 menunjukkan angka prevalensi kontrasepsi modern (mCPR) tahun 2024 belum mencapai target, di mana realisasi 61,7% dari target 63,4% tahun 2024. Masih terdapat 10 provinsi yang belum mencapai target.
Untuk persentase kebutuhan ber-KB yang tidak terpenuhi/unmet need tahun 2024 juga belum mencapai target, dengan realisasi 11,1% dari target 7,4% pada 2024. Sebanyak 13 provinsi capaiannya di bawah target.
Sementara persentase Pasangan Usia Subur (PUS) dengan Kehamilan Risiko Tinggi (4Terlalu) tahun 2024 sudah mencapai target (realisasi 28,3% dari target 2024 sebesar 36%). Namun masih terdapat 14 provinsi yang capaiannya mengalami kenaikan dibanding tahun 2023.
Konsorsium Aksi Perguruan Tinggi telah menyusun rencana aksi untuk melakukan berbagai inovasi. Antara lain, inovasi kesehatan dan lingkungan seperti penyediaan teknologi air bersih, inovasi produksi dan pengolahan bahan pangan lokal bergizi, inovasi dalam melakukan pendampingan dan edukasi gizi.
Kegiatan di Rote Ndao diharapkan dapat memotivasi pemerintah daerah dan mitra kerja yang terlibat untuk bersama-sama menurunkan Total Fertility Rate (TFR) di wilayah tersebut yang masih berada pada angka 3,04, serta prevalensi stunting yang masih tinggi mencapai 32,4%.
Diketahui, secara nasional hasil Pemutakhiran Pendataan Keluarga 2024 menunjukkan angka prevalensi kontrasepsi modern (mCPR) tahun 2024 belum mencapai target, di mana realisasi 61,7% dari target 63,4% tahun 2024. Masih terdapat 10 provinsi yang belum mencapai target.
Untuk persentase kebutuhan ber-KB yang tidak terpenuhi/unmet need tahun 2024 juga belum mencapai target, dengan realisasi 11,1% dari target 7,4% pada 2024. Sebanyak 13 provinsi capaiannya di bawah target.
Sementara persentase Pasangan Usia Subur (PUS) dengan Kehamilan Risiko Tinggi (4Terlalu) tahun 2024 sudah mencapai target (realisasi 28,3% dari target 2024 sebesar 36%). Namun masih terdapat 14 provinsi yang capaiannya mengalami kenaikan dibanding tahun 2023.
Konsorsium Aksi Perguruan Tinggi
Pada acara ini juga diluncurkan Konsorsium Aksi Perguruan Tinggi yang dibentuk sebagai bukti komitmen antara perguruan tinggi dan pemerintah untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan, terkhusus untuk penghapusan kemiskinan ekstrem dan penurunan risiko stunting di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang memiliki prevalensi stunting 37,0%, tertinggi di antara provinsi lainnya.Konsorsium Aksi Perguruan Tinggi telah menyusun rencana aksi untuk melakukan berbagai inovasi. Antara lain, inovasi kesehatan dan lingkungan seperti penyediaan teknologi air bersih, inovasi produksi dan pengolahan bahan pangan lokal bergizi, inovasi dalam melakukan pendampingan dan edukasi gizi.
Lihat Juga :