Membangun Resiliensi kala Pandemi

Rabu, 09 September 2020 - 06:25 WIB
loading...
A A A
Kedua, memperkuat cadangan pangan. Pandemi kembali mengingatkan betapa kita abai membangun benteng pertahanan dalam bentuk cadangan pangan. Untuk negara dengan penduduk sebesar Indonesia, sungguh ironis hanya memiliki cadangan pangan dalam bentuk beras. Itu pun hanya 350 ribu ton atau setara kebutuhan tiga hari. Berbeda dengan negara lain yang jumlah cadangannya besar dan mencakup banyak komoditas. Sejumlah perguruan tinggi merekomendasikan cadangan beras yang memadai antara 1,5 – 2 juta ton. Tapi ini tak pernah direalisasikan. Sudah tentu membangun cadangan pangan perlu anggaran yang memadai.

Cadangan ini penting sebagai bagian membangun logistik nasional yang handal. Tidak banyak disadari, selama puluhan tahun produksi aneka pangan penting hanya terpusat di segelintir provinsi. Jawa sampai saat ini masih menyumbang produksi padi (51,7% dari produksi nasional), jagung (54,1%), kedelai (62,3), dan gula (61,2%). Jawa juga penyumbang terbesar produksi daging sapi, daging dan telur ayam, juga cabai, dan bawang merah. Tanpa cadangan dan logistik/rantai pasok yang handal, distribusi pangan ke wilayah konsumen, terutama di daerah terluar, terdepan, tertinggal dan infrastruktur buruk akan kedodoran.

Terakhir, melakukan langkah-langkah yang tidak biasa (un-business as usual). Ada baiknya pemerintah menggerakkan pengembangan pangan lokal berbasis rumah tangga, dengan memanfaatkan setiap jengkal tanah yang ada (pekarangan, teras, kebun, tegalan, tanah telantar) dengan berbagai model sistem budidaya (hidroponik, aeroponik, aquaponik) untuk ditanami tanaman yang cepat menghasilkan dan mudah dibudidayakan, seperti sayuran usia pendek atau umbi-umbian (umbi jalar, singkong). Gerakan tanam di setiap jengkal tanah ini harus dilakukan masif di seluruh pelosok Nusantara, di semua kondisi lahan, di pinggir-pinggir sungai, jaringan irigasi, jalan dan di mana pun ada lahan kosong. Di kota dan di desa.

Gerakan warga ini harus dibarengi langkah simultan. Kementerian Pertanian musti mencetak brosur pemanfaatan tanah dan membuat aneka pelatihan. Juga memastikan ketersediaan benih, dalam jumlah besar dan kalau bisa gratis. Pemda, LSM, masyarakat sipil terlibat dalam pendampingan. Kala krisis pendapatan, pangan, dan kesehatan berlangsung lama, bahan pangan lokal yang ditanam ini bisa menjadi cadangan pangan warga. Gerakan ini bisa disinergikan dengan program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) di Kementan.

Tidak banyak disadari, potensi setiap jengkap tanah yang bisa dimanfaatkan itu cukup besar. Tanah telantar, misalnya, mengacu data Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional, luasnya teridentifikasi 7,3 juta hektar pada 2010. Sementara pekarangan, pada 2010 luasnya mencapai 10,3 juta hektar. Jika diakumulasi, keduanya mencapai 17,6 juta hektar, dua kali lebih luas dari sawah yang hanya 7,4 juta hektar. Kalau potensi ini dimanfaatkan, hasilnya luar biasa. Secara mikro, tiap rumah tangga bakal memiliki resiliensi, secara nasional ini membuat negara memiliki ketangguhan.
(ras)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Rekomendasi
Kunjungi Rest Area Cipularang,...
Kunjungi Rest Area Cipularang, COO Danantara Puji Transformasi Layanan Tol Jasa Marga
Tak Hanya Rugi Rp3 Miliar,...
Tak Hanya Rugi Rp3 Miliar, Amanda Manopo Ngaku Diguna-guna oleh Mantan Karyawannya
Lippoland Kembangkan...
Lippoland Kembangkan OAZE sebagai Pusat Kehidupan Baru di Cikarang
Berita Terkini
Kemlu Soal Deportasi...
Kemlu Soal Deportasi Abdul Karim Raeq Miqdad: Murni Isu Pidana, Tak Pengaruhi Dukungan untuk Palestina
Bukan Sekadar Kuota,...
Bukan Sekadar Kuota, Rustini Dorong Perempuan Ambil Keputusan Strategis
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, 1.050 Anak Binaan Dapat Remisi
Prabowo Panggil Menteri-menteri...
Prabowo Panggil Menteri-menteri ke Istana Bahas Koperasi Desa Merah Putih
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Diterima PN Jaktim, Roy Suryo: Harusnya Berlaku Juga Buat Kasus Saya
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan, Hakim: JPU Tak Cermat Susun Dakwaan Kasus Ijazah Jokowi
Infografis
Amerika Serikat Siap...
Amerika Serikat Siap Membangun Jalur Kereta di Permukaan Bulan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved