Polemik 4 Pulau Aceh-Sumut Selesai: Prabowo Dipuji, Mendagri Disorot

Rabu, 18 Juni 2025 - 11:19 WIB
loading...
Polemik 4 Pulau Aceh-Sumut...
Polemik kepemilikan empat pulau antara Provinsi Aceh dan Sumatera Utara (Sumut) selesai. Foto/Dok BPMI Setpres
A A A
JAKARTA - Polemik kepemilikan empat pulau antara Provinsi Aceh dan Sumatera Utara ( Sumut ) selesai. Presiden Prabowo Subianto memutuskan pengembalian hak kewilayahan Pulau Mangkir Gadang, Mangkir Ketek, Panjang, dan Lipan ke Provinsi Aceh.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian akan segera merevisi Keputusan Mendagri (Kepmendagri) Nomor 300.2.2-2138 Tahun 2025 yang mengatur empat pulau di Aceh masuk Sumut.

Pengamat Politik Dedi Kurnia Syah Putra menilai keputusan Presiden Prabowo mengakhiri polemik empat pulau tersebut sudah tepat dan memiliki argumentasi yang penting. "Utamanya menjaga kedaulatan Aceh sebagai entitas negara-bangsa yang memang ada sejak awal berdirinya Indonesia," kata Dedi kepada SindoNews, Rabu (18/6/2025).

Polemik 4 Pulau Aceh-Sumut Selesai: Prabowo Dipuji, Mendagri Disorot


Baca juga: Kenapa Prabowo Turun Gunung pada Polemik 4 Pulau Aceh? Gerindra: Ada Pihak yang Menunggangi



Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) ini mengatakan, Aceh sudah lebih dahulu ada dengan kemerdekaannya. Dia juga menilai keputusan Prabowo itu tepat karena terkait konsolidasi kesatuan Republik Indonesia.

"Bagaimanapun, Aceh tidak dapat dianggap sekadar provinsi yang bisa diatur sepenuhnya oleh pemerintah pusat seperti provinsi lain, keistimewaan Aceh adalah otonom," ungkapnya.

Dedi menganggap Aceh sepadan dengan Daerah Istimewa Yogyakarta. Bahkan, lanjut dia, Aceh jauh lebih lunak karena sukarela mengikuti tata cara politik Indonesia, di mana Yogyakarta tidak mau mengikuti secara penuh misalkan soal pemilihan gubernur.

Baca juga: Mantan Perdana Menteri GAM Bersyukur 4 Pulau Kembali ke Aceh: Kalau Tidak, Khawatir Ada Gejolak Lagi

"Sehingga pemerintah pusat sudah sepatutnya menghormati Aceh dengan cara tidak menyamakan dengan Provinsi lain," tuturnya.

Dedi pun memberikan pesan kepada Mendagri Tito Karnavian mengenai polemik empat pulau yang sudah diselesaikan Presiden Prabowo tersebut. "Mendagri perlu bijaksana dan mengikuti keputusan Presiden, agar tidak ada konflik sesama bangsa sendiri," pungkasnya.

Sementara itu, Analis Komunikasi Politik Hendri Satrio mengaku tidak kaget dengan keputusan Presiden Prabowo mengakhiri polemik tersebut. "Prabowo itu kan selalu mengutamakan kepentingan nasional, kepentingan negara yang lebih besar. Jadi enggak kaget kalau keputusannya Pak Prabowo adalah 4 pulau itu adalah wilayah Aceh," kata pria yang akrab disapa Hensa ini.

Hensa juga menyoroti Mendagri Tito Karnavian. "Tapi kita harus cari tahu apa mengapa kemudian Mendagri bisa memutuskan sebaliknya, apakah tidak koordinasi dulu dengan presiden, atau gimana, apa ada agenda pribadi, gitu lho, kan mesti dijelaskan juga," pungkasnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wamensesneg: Presiden...
Wamensesneg: Presiden Sangat Paham dan Menghargai Kebebasan Akademik di Kampus
Tito Dorong Penguatan...
Tito Dorong Penguatan BNPP RI untuk Percepatan Pembangunan dan Keamanan Perbatasan
Latsarmil Manajer Kopdes...
Latsarmil Manajer Kopdes Dievaluasi, Istana: Insyaaallah, Tidak Terjadi Korban Lagi
LPI Minta Program Prioritas...
LPI Minta Program Prioritas Nasional Dievaluasi Agar Sesuai Arahan Presiden
Prabowo Ungkap Kunci...
Prabowo Ungkap Kunci Negara Sukses: Berani Akui Kekurangan hingga Cari Solusi
Prabowo Terima Usulan...
Prabowo Terima Usulan Rektor, Keuntungan BUMN untuk Riset dan Inovasi
Prabowo Targetkan Pangkas...
Prabowo Targetkan Pangkas 1.000 BUMN Jadi Tinggal Tersisa 250
Ketum IPSI Sambut Komitmen...
Ketum IPSI Sambut Komitmen Presiden Prabowo soal Pelatnas Jangka Panjang, Optimistis Pencak Silat Mendunia
Presiden Prabowo Berikan...
Presiden Prabowo Berikan Bantuan Alat Drumben untuk SDN Tegalega Sukabumi
Rekomendasi
Gapasdap: Penggunaan...
Gapasdap: Penggunaan B50 untuk Kapal Bebani Biaya Operasional Angkutan Penyeberangan
Penuhi Target 100 GW...
Penuhi Target 100 GW PLTS, Kesiapan SDM Lokal Jadi Syarat Mutlak
Rekor Terburuk Sejak...
Rekor Terburuk Sejak 1986! Yen Jepang Hancur Lebur ke Titik Terendah
Berita Terkini
Tepis Isu Pecah Kongsi...
Tepis Isu Pecah Kongsi dengan Dokter Tifa, Roy Suryo: Saling Membersamai
Nilai Hakim Abaikan...
Nilai Hakim Abaikan Fakta Persidangan, Nadiem Makarim Bakal Lapor ke KY
Tim Hukum Jokowi Endus...
Tim Hukum Jokowi Endus Strategi Pecah Sidang Roy Suryo dan Dokter Tifa
Berjasa Besar bagi Bahasa...
Berjasa Besar bagi Bahasa dan Budaya, Sutan Takdir Alisjahbana Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional
Hakim: Kerugian Negara...
Hakim: Kerugian Negara Akibat Kasus Chromebook Nadiem Rp1,5 Triliun
Hari Anti Narkotika...
Hari Anti Narkotika Internasional, YAKITA Dorong Sinergi Penegakan Hukum, Rehabilitasi, dan Peran Keluarga
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved