Rachmat Gobel Tegaskan Pentingnya Industrialisasi Berbasis Pancasila dan Teknologi
Selasa, 17 Juni 2025 - 19:53 WIB
loading...
Anggota DPR Rachmat Gobel kembali menegaskan pentingnya membangun masa depan Indonesia melalui industrialisasi yang berpijak pada nilai-nilai Pancasila. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Anggota DPR Rachmat Gobel kembali menegaskan pentingnya membangun masa depan Indonesia melalui industrialisasi yang berpijak pada nilai-nilai Pancasila , penguatan inovasi teknologi, serta kemandirian ekonomi nasional.
Pesan ini disampaikan Gobel dalam forum Testimoni, Bedah Buku, dan Seminar Nasional bertema “Belajar dari Gobel: Falsafah Pancasila, Industrialisasi Nasional, Kewirausahaan & Inovasi Teknologi” di Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Selasa (17/6/2025).
Acara tersebut menghadirkan berbagai tokoh nasional dari beragam bidang. Di antaranya Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2019-2024, Sandiaga Salahuddin Uno, Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Ilham Akbar Habibie.
Baca juga: Wakil Ketua DPR Rachmat Gobel Terima Bintang Mahaputera Adipradana
Hadir pula akademisi seperti Prof. JM. Muslimin, Prof. Syopiansyah Jaya Putra, Husni Tejasukmana, serta perwakilan Dewan Pengawas BAKTI Kominfo Arfa Gunawan dan wartawan senior Nasihin Masha, yang juga penulis buku Belajar dari Gobel, yang turut menjadi pembicara utama dalam sesi bedah buku.
Forum ini digagas oleh mahasiswa doktoral UIN Jakarta Fakih Fadilah Muttaqin dan diselenggarakan oleh panitia akademik kampus tersebut. Dalam sambutannya, Gobel menegaskan Pancasila tidak hanya sebagai ideologi negara, tetapi juga sebagai dasar etis dalam membangun dunia usaha yang inklusif dan berkelanjutan.
Baca juga: Rachmat Gobel: Indonesia Sangat Butuh Air Bersih Ramah Lingkungan
“Indonesia harus berani menjadi pelaku utama dalam rantai pasok industri global, bukan sekadar pasar. Untuk itu, kita harus menguasai teknologi, memperkuat pendidikan, dan membangun industri berbasis nilai,” ujar Gobel.
Gobel juga menyoroti pentingnya hubungan industrial yang adil dan humanis. Pengalaman panjang Gobel Group dalam menerapkan prinsip kolaboratif dan penghargaan terhadap kemanusiaan dijadikan contoh konkret dalam membangun usaha yang berakar pada nilai-nilai Pancasila.
Diskusi-diskusi dalam forum turut memperkaya pemahaman peserta. Prof JM Muslimin mengulas hubungan antara Islam, Pancasila, dan etika kewirausahaan. Hal senada juga disampaikan Prof Syopiansyah dan Dr Husni Tejasukmana menyoroti perlunya sinergi antara riset kampus dan kebutuhan industry. Sementara Arfa Gunawan menekankan pentingnya kebijakan teknologi nasional yang progresif dan pro-pasar lokal.
Sementara itu, Nasihin Masha menyoroti kepemimpinan Gobel sebagai representasi pengusaha yang mengedepankan nilai dalam membangun bisnis dan kontribusi kebangsaan.
Forum ini menjadi ruang strategis yang mempertemukan dunia akademik, industri, dan kebijakan. Dengan visi besar dan pijakan kuat pada Pancasila, Rachmat Gobel dinilai sebagai figur yang relevan dalam mengawal transformasi ekonomi Indonesia ke masa depan.
Pesan ini disampaikan Gobel dalam forum Testimoni, Bedah Buku, dan Seminar Nasional bertema “Belajar dari Gobel: Falsafah Pancasila, Industrialisasi Nasional, Kewirausahaan & Inovasi Teknologi” di Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Selasa (17/6/2025).
Acara tersebut menghadirkan berbagai tokoh nasional dari beragam bidang. Di antaranya Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2019-2024, Sandiaga Salahuddin Uno, Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Ilham Akbar Habibie.
Baca juga: Wakil Ketua DPR Rachmat Gobel Terima Bintang Mahaputera Adipradana
Hadir pula akademisi seperti Prof. JM. Muslimin, Prof. Syopiansyah Jaya Putra, Husni Tejasukmana, serta perwakilan Dewan Pengawas BAKTI Kominfo Arfa Gunawan dan wartawan senior Nasihin Masha, yang juga penulis buku Belajar dari Gobel, yang turut menjadi pembicara utama dalam sesi bedah buku.
Forum ini digagas oleh mahasiswa doktoral UIN Jakarta Fakih Fadilah Muttaqin dan diselenggarakan oleh panitia akademik kampus tersebut. Dalam sambutannya, Gobel menegaskan Pancasila tidak hanya sebagai ideologi negara, tetapi juga sebagai dasar etis dalam membangun dunia usaha yang inklusif dan berkelanjutan.
Baca juga: Rachmat Gobel: Indonesia Sangat Butuh Air Bersih Ramah Lingkungan
“Indonesia harus berani menjadi pelaku utama dalam rantai pasok industri global, bukan sekadar pasar. Untuk itu, kita harus menguasai teknologi, memperkuat pendidikan, dan membangun industri berbasis nilai,” ujar Gobel.
Gobel juga menyoroti pentingnya hubungan industrial yang adil dan humanis. Pengalaman panjang Gobel Group dalam menerapkan prinsip kolaboratif dan penghargaan terhadap kemanusiaan dijadikan contoh konkret dalam membangun usaha yang berakar pada nilai-nilai Pancasila.
Diskusi-diskusi dalam forum turut memperkaya pemahaman peserta. Prof JM Muslimin mengulas hubungan antara Islam, Pancasila, dan etika kewirausahaan. Hal senada juga disampaikan Prof Syopiansyah dan Dr Husni Tejasukmana menyoroti perlunya sinergi antara riset kampus dan kebutuhan industry. Sementara Arfa Gunawan menekankan pentingnya kebijakan teknologi nasional yang progresif dan pro-pasar lokal.
Sementara itu, Nasihin Masha menyoroti kepemimpinan Gobel sebagai representasi pengusaha yang mengedepankan nilai dalam membangun bisnis dan kontribusi kebangsaan.
Forum ini menjadi ruang strategis yang mempertemukan dunia akademik, industri, dan kebijakan. Dengan visi besar dan pijakan kuat pada Pancasila, Rachmat Gobel dinilai sebagai figur yang relevan dalam mengawal transformasi ekonomi Indonesia ke masa depan.
(cip)
Lihat Juga :