Cegah Kematian Akibat Covid-19, TNI-IDI Teliti Obat Pengencer Darah

Selasa, 08 September 2020 - 17:40 WIB
loading...
Cegah Kematian Akibat...
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa menerima kunjungan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) terkait pengajuan kerja sama penelitian obat pencegah pengentalan darah. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa menerima kunjungan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) terkait pengajuan kerja sama penelitian obat pencegah pengentalan darah. Pertemuan tersebut merupakan kali kedua dengan agenda pembicaraan melibatkan pasien-pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit TNI AD sebagai sampel penelitian.

Dalam pertemuan itu, KSAD juga menghadirkan dr. Purwati dari Universitas Airlangga (Unair) dan perwakilan Badan Intelejen Negara (BIN), yang sudah bekerja sama dengan TNI AD terkait uji klinis anti Covid-19. Penelitian obat pengencer darah yang dilakukan IDI bertujuan untuk menurunkan angka kematian pasien akibat Covid-19. Sehingga menghapuskan stigma yang melekat bahwa Covid-19 berakibat kematian. (Baca juga: Bahas Kelanjutan Obat Covid-19, IDI dan IAI Temui Kasad)

Salah satu tim peneliti obat Prasetyo Widhi Buwono, menjelaskan, kematian pasien Covid-19 disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah. Menurutya, penyumbatan terjadi di banyak bagian tubuh, mulai dari paru-paru hingga otak. "Sudah banyak jurnal, terutama pasien yang sudah meninggal kemudian dilakukan otopsi, ternyata didapatkan kematiannya adanya sumbatan di pembuluh darah. Pembuluh darah di paru, di otak dan organ lainnya. Namun persentase masuknya Covid-19 itu 80% ada di paru, 20% masuknya di organ lain, ginjal, hati, pembuluh darah di seluruh tubuh,” katanya. (Baca juga: Harga Vaksin Merah Putih Ditaksir Rp74.087 Perdosis)

Lebih lanjut dijelaskan olehnya, pembekuan darah yang disebabkan Covid-19 menimbulkan reaksi pelepasan zat yang dapat merusak bagian dari pembuluh darah serta memengaruhi bahan-bahan yang mengontrol normalnya pembekuan darah. Menurutnya, jika seseorang terinfeksi Covid-19, maka darahnya menjadi lebih kental, sehingga lebih mudah membeku dan pembuluh darahnya mudah tersumbat.⁣ (Baca juga: Positif COVID-19 Tembus 200.035 Kasus, Hari Ini Sebanyak 32.643 Spesimen Diperiksa)

Dia mengatakan, terapi obat pengencer darah ini akan diberikan kepada pasien dengan derajat ringan dengan memeriksa terlebih dahulu kadar kekentalan darah di dalam tubuh pasien atau pasien dengan derajat sedang yang sudah terinfeksi paru-parunya. Terapi ini berguna untuk memudahkan pemberian obat Covid-19 tersebar ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah. “Pemberian terapi ini dilakukan dengan disuntikkan ke tubuh pasien, kemudian kita pantau selama dua hari, apakah ada perkembangan baik atau memburuk. Diharapkan jika terapi ini berjalan, pasien akan memiliki antibodi,” jelas Prasetyo.⁣

KSAD beserta BIN dan Unair menyambut baik penelitian tersebut. Dirinya akan mendukung penelitian terapi tersebut dan akan mengakomodasi segala kebutuhan yang diperlukan dalam penelitian. ”Kami yang jelas punya 68 rumah sakit. tapi enggak usah 68-68nya karena kan itu seluruh indonesia. Mungkin kita fokus di Jakarta, Jabar, Jateng, dan Jatim itu sudah banyak RSnya," tuturnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
TNI AD Bentuk Tim Investigasi...
TNI AD Bentuk Tim Investigasi Usut Ledakan Gudang Amunisi di Madiun
1 Prajurit Tewas dan...
1 Prajurit Tewas dan 6 Orang Terluka Akibat Ledakan Gudang Amunisi TNI AD di Madiun
Kolonel Inf Achmad Fikri...
Kolonel Inf Achmad Fikri Dalimunthe, Prajurit TNI Pertama yang Lulus National Defence College Yordania
Harumkan Nama Bangsa,...
Harumkan Nama Bangsa, Kolonel Cpn Jimmy Sirait Raih Gelar Master di US Army War College
Pangdivif 1 Kostrad...
Pangdivif 1 Kostrad Mayjen TNI Fikri Musmar Pimpin Sertijab Danyonkav 1 Kostrad
Ryamizard Ryacudu Meninggal...
Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia, TNI AD Berduka: Pengabdiannya Inspirasi bagi Prajurit
Kostrad Run 2026 di...
Kostrad Run 2026 di Monas, Warga Senang Lihat Alutsista
Gandeng TNI, Kemendikdasmen...
Gandeng TNI, Kemendikdasmen Percepat Rekonstruksi Sekolah Terdampak Bencana di Aceh
Kisah Haru Warga Sragen,...
Kisah Haru Warga Sragen, Dulu BAB Numpang di Rumah Tetangga Kini Punya Jamban TMMD
Rekomendasi
Daftar Top Skor Piala...
Daftar Top Skor Piala Dunia 2026: Messi-Mbappe Berebut Sepatu Emas
IPB Cetak Sejarah Jadi...
IPB Cetak Sejarah Jadi Kampus Pertama yang Lepasliarkan Rusa Timor Hasil Penangkaran
Tingkatkan Pelayanan,...
Tingkatkan Pelayanan, Astamaops Kapolri Dorong Transformasi Hotline 110 dan Command Center
Berita Terkini
Febrie Adriansyah Bakal...
Febrie Adriansyah Bakal Ditahan usai Diperiksa Kejagung?
Kasus Korupsi Febrie...
Kasus Korupsi Febrie Adriansyah dan Don Ritto Kini Sepenuhnya Kewenangan Jaksa
Nanik S Deyang Absen...
Nanik S Deyang Absen Hadiri Rapat Laporan Keuangan BGN di Komisi IX DPR
Kadar Emas Batangan...
Kadar Emas Batangan yang Ditemukan di Rumah Febrie Adriansyah 23 Karat
Koalisi Advokat Serahkan...
Koalisi Advokat Serahkan Draft RUU Advokat kepada Pemerintah
Don Ritto Dilimpahkan...
Don Ritto Dilimpahkan ke Kejagung, Polisi Serahkan Barang Bukti Kasus Korupsi dan TPPU
Infografis
10 Obat Alami untuk...
10 Obat Alami untuk Menaikkan Tensi, Ampuh Atasi Darah Rendah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved