BNPB Nilai Ketua RT Lebih Efektif Bubarkan Warga Ketimbang Aparat

Senin, 06 April 2020 - 15:06 WIB
BNPB Nilai Ketua RT...
BNPB Nilai Ketua RT Lebih Efektif Bubarkan Warga Ketimbang Aparat
A A A
JAKARTA - Peran ketua rukun tetangga (RT) dalam membubarkan kerumunan warga di tengah pandemik corona (COVID-19), dinilai lebih efektif ketimbang yang dilakukan oleh aparat.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo dalam rapat kerja Komisi VIII DPR secara virtual, Senin (6/4/2020).

"Tentang masih adanya tingkat disiplin yang rendah. Tingkat kepatuhan publik yang masih rendah. Ini pelan-pelan kita harapkan semakin baik," ujar Doni Monardo.

(Baca juga: Cegah PHK Massal Akibat Corona, KSPI Usul Pemerintah Beri Insentif Usaha)

Menurut dia, pelibatan tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat diperlukan dalam dalam menegakkan aturan mengenai social distancing atau menjaga jarak.

"Di semua lapisan termasuk ke tingkat paling rendah RT/RW. Masyarakat hari ini akan patuh kepada ketua RT dan ketua RW manakala ketua RT dan ketua RW mau turun tangan," ujar mantan Danrem 061/Surya Kencana ini.

Dia pun membeberkan, belakangan ini beredar sejumlah video mengenai tindakan ketua RT yang sedang menegakkan aturan social distancing kepada warga.

"Ada yang tidak menurut, ketua RT nya marah, ini justru lebih efektif dibanding aparat yang marah. Narasi seperti ini akan kami coba dorong di daerah, cukup masalah penegakan ketertiban dilakukan ketua RT," kata mantan Danjen Kopassus ini.

Karena kata dia, ketua RT mengenal betul warganya. "Sehingga ketika ada yang tidak mau menurut dengan ketua RT, bisa-bisa nanti izin-izin yang berhubungan administrasi tidak dikasih oleh ketua RT," ujar mantan Danpaspampres ini.

Dia mengatakan, ketika ketua RT itu memiliki gugus tugas, maka bisa menjadi kekuatan pemerintah dalam penanganan COVID-19. Menurutnya, tidak banyak negara yang punya instrumen seperti Indonesia.

"Kekuatan ini menjadi narasi utama kami hari ini bagaimana kolaborasi berbasis komunitas betul-betul bisa dipraktikkan di lapangan. Ini adalah bagian penjabaran Pancasila, yaitu gotong royong. Masalah COVID ini bukan hanya masalah medis, tetapi masalah psikologis," pungkasnya yang juga sebagai Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 ini.
(maf)
Berita Terkait
Jangan Kaget jika Jumlah...
Jangan Kaget jika Jumlah Positif Corona Naik Pekan Depan, Ini Penyebabnya
BNPB Ajak 115 Organisasi...
BNPB Ajak 115 Organisasi Sinergi Penanggulangan Bencana dan Atasi Corona
Temukan Kasus Positif...
Temukan Kasus Positif Corona, Pemerintah Target Tes PCR 10 Ribu Per Hari
Saat Pandemi Corona,...
Saat Pandemi Corona, Banjir Terjang Ratusan Rumah di Sejumlah Wilayah
Kabar Baik, Pasien Sembuh...
Kabar Baik, Pasien Sembuh COVID-19 Tembus Angka 1.002 Orang
Rakornas BNPB Bahas...
Rakornas BNPB Bahas Setahun Pandemi COVID-19
Berita Terkini
Penjelasan Menteri PU...
Penjelasan Menteri PU Dody Hanggodo tentang Isu Tak Mau Salaman dengan Bawahan dan Pakai Private Jet
Kuntadi Jadi Jampidsus,...
Kuntadi Jadi Jampidsus, Yusril: Tugas Pokoknya Selesaikan Kasus Febrie Adriansyah
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
Jaksa Agung Mutasi 8...
Jaksa Agung Mutasi 8 Kepala Kejaksaan Tinggi, Ada Kajati Aceh hingga Sulsel
Ditjen Imigrasi Siapkan...
Ditjen Imigrasi Siapkan Satu Jenis Paspor Nasional, Nomor Tak Berubah Seumur Hidup
Koalisi Sipil Tolak...
Koalisi Sipil Tolak Pelibatan Babinsa dalam Pengawasan Pajak, Dinilai Ancam Supremasi Sipil
Infografis
Perbandingan Jet Tempur...
Perbandingan Jet Tempur J-15 China dan F-15 Jepang, Mana Lebih Hebat?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved