Komisi VIII DPR: Tidak Benar Kuota Haji Indonesia 2026 Dipangkas 50 Persen
Kamis, 12 Juni 2025 - 10:45 WIB
loading...
Jemaah calon haji berdatangan ke Asrama Haji Embarkasi Jakarta-Pondok Gede, Sabtu (11/5/2024). Mereka transit sebelum akhirnya diterbangkan ke Arab Saudi. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Wachid menepis kabar kuota haji Indonesia pada tahun 2026 dipangkas 50 persen oleh pemerintah Arab Saudi. Dia mengatakan, kuota haji Indonesia pada tahun 2026 aman alias tidak dipangkas.
"Tidak benar," kata Wachid saat dihubungi, Kamis (12/6/2025).
Legislator Partai Gerindra ini memastikan, kuota haji Indonesia untuk tahun depan tak mengalami pemotongan. Ia pun menjamin kuota haji Indonesia tahun 2026 aman.
"Aman, tidak ada apa-apa (kuota haji Indonesia 2026)," ujarnya.
Sebelumnya, otoritas Arab Saudi dikabarkan tengah mempertimbangkan pengurangan kuota jamaah haji untuk Indonesia. Tak tanggung-tanggung, diperkirakan pemangkasan kuota haji mencapai hingga 50 persen. Pada 2025, kuota haji Indonesia sebanyak 221.000 jemaah.
Baca Juga: Dahnil Anzar Sebut Arab Saudi Batalkan Wacana Pemangkasan Kuota Haji hingga 50 Persen
Rencana pemangkasan itu diakibatkan manajemen pengelolaan haji 2025 banyak masalah dan inside kematian para jemaah haji. Informasi wacana pengurangan itu disampaikan langsung oleh Kepala Badan Penyelenggara Haji (BP Haji) Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan). Namun, dia mengaku bahwa saat ini pihaknya tengah melakukan negosiasi intensif untuk mencegah realisasi kebijakan tersebut.
"Ada wacana pengurangan kuota hingga 50 persen oleh pihak Saudi. Kami sedang melakukan negosiasi, karena manajemen haji tahun depan akan beralih dari Kementerian Agama ke BP Haji," ujar Gus Irfan dalam siaran pers seusai melakukan pertemuan dengan Deputi Menteri Haji Arab Saudi di Jeddah, Selasa (10/6/2025).
Terkini, Wakil Kepala Badan Penyelenggara (BP) Haji Dahnil Anzar Simanjuntak menyampaikan bahwa pemerintah Arab Saudi membatalkan rencana pemangkasan kuota haji Indonesia hingga 50 persen. Dahnil menjelaskan bahwa wacana pemotongan kuota sempat muncul di internal Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi sebagai bagian dari evaluasi atas pelaksanaan haji tahun 2025 ini.
"Wacana itu berkembang, karena mereka ingin memberikan semacam peringatan. Mereka menilai pelaksanaan haji tahun ini dari Indonesia belum optimal," kata Dahnil dalam konferensi pers di Kantor BP Haji, Jakarta Pusat, Rabu (11/6/2025) malam.
Dahnil menuturkan bahwa usulan pengurangan kuota tersebut dimaksudkan sebagai langkah antisipatif agar berbagai persoalan yang terjadi di musim haji 2025 tidak terulang kembali di tahun-tahun berikutnya.
Dia bahkan mengungkapkan bahwa pemerintah Indonesia melalui BP Haji yang diwakili Kepala BP Haji Mochammad Irfan Yusuf dengan otoritas Kerajaan Arab Saudi memastikan wacana pemangkasan kuota haji tidak akan dilanjutkan. Pasalnya, kata Dahnil, bahwa otoritas Arab Saudi masih memiliki kepercayaan besar terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
"Mereka menyampaikan kepada kami bahwa Arab Saudi masih memiliki kepercayaan besar terhadap Indonesia, khususnya kepada Presiden Prabowo," ujar Dahnil.
Apalagi, Dahnil mengatakan bahwa Indonesia telah membentuk badan khusus untuk menangani penyelenggaraan haji. "Presiden telah membentuk manajemen baru dalam bentuk badan penyelenggara haji. Ini menunjukkan komitmen Indonesia dalam memperbaiki tata kelola haji."
Dia pun memastikan bahwa Presiden Prabowo telah menugaskan kepada BP Haji untuk melakukan lobi-lobi kepada otoritas Arab Saudi agar kuota haji tidak dipotong bahkan bisa ditambah. "Yang jelas, Presiden dan kami yang ditugaskan akan memastikan kuota tidak dipotong. Bahkan, kita berharap ke depan kuota bisa ditambah."
"Tidak benar," kata Wachid saat dihubungi, Kamis (12/6/2025).
Legislator Partai Gerindra ini memastikan, kuota haji Indonesia untuk tahun depan tak mengalami pemotongan. Ia pun menjamin kuota haji Indonesia tahun 2026 aman.
"Aman, tidak ada apa-apa (kuota haji Indonesia 2026)," ujarnya.
Sebelumnya, otoritas Arab Saudi dikabarkan tengah mempertimbangkan pengurangan kuota jamaah haji untuk Indonesia. Tak tanggung-tanggung, diperkirakan pemangkasan kuota haji mencapai hingga 50 persen. Pada 2025, kuota haji Indonesia sebanyak 221.000 jemaah.
Baca Juga: Dahnil Anzar Sebut Arab Saudi Batalkan Wacana Pemangkasan Kuota Haji hingga 50 Persen
Rencana pemangkasan itu diakibatkan manajemen pengelolaan haji 2025 banyak masalah dan inside kematian para jemaah haji. Informasi wacana pengurangan itu disampaikan langsung oleh Kepala Badan Penyelenggara Haji (BP Haji) Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan). Namun, dia mengaku bahwa saat ini pihaknya tengah melakukan negosiasi intensif untuk mencegah realisasi kebijakan tersebut.
"Ada wacana pengurangan kuota hingga 50 persen oleh pihak Saudi. Kami sedang melakukan negosiasi, karena manajemen haji tahun depan akan beralih dari Kementerian Agama ke BP Haji," ujar Gus Irfan dalam siaran pers seusai melakukan pertemuan dengan Deputi Menteri Haji Arab Saudi di Jeddah, Selasa (10/6/2025).
Terkini, Wakil Kepala Badan Penyelenggara (BP) Haji Dahnil Anzar Simanjuntak menyampaikan bahwa pemerintah Arab Saudi membatalkan rencana pemangkasan kuota haji Indonesia hingga 50 persen. Dahnil menjelaskan bahwa wacana pemotongan kuota sempat muncul di internal Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi sebagai bagian dari evaluasi atas pelaksanaan haji tahun 2025 ini.
"Wacana itu berkembang, karena mereka ingin memberikan semacam peringatan. Mereka menilai pelaksanaan haji tahun ini dari Indonesia belum optimal," kata Dahnil dalam konferensi pers di Kantor BP Haji, Jakarta Pusat, Rabu (11/6/2025) malam.
Dahnil menuturkan bahwa usulan pengurangan kuota tersebut dimaksudkan sebagai langkah antisipatif agar berbagai persoalan yang terjadi di musim haji 2025 tidak terulang kembali di tahun-tahun berikutnya.
Dia bahkan mengungkapkan bahwa pemerintah Indonesia melalui BP Haji yang diwakili Kepala BP Haji Mochammad Irfan Yusuf dengan otoritas Kerajaan Arab Saudi memastikan wacana pemangkasan kuota haji tidak akan dilanjutkan. Pasalnya, kata Dahnil, bahwa otoritas Arab Saudi masih memiliki kepercayaan besar terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
"Mereka menyampaikan kepada kami bahwa Arab Saudi masih memiliki kepercayaan besar terhadap Indonesia, khususnya kepada Presiden Prabowo," ujar Dahnil.
Apalagi, Dahnil mengatakan bahwa Indonesia telah membentuk badan khusus untuk menangani penyelenggaraan haji. "Presiden telah membentuk manajemen baru dalam bentuk badan penyelenggara haji. Ini menunjukkan komitmen Indonesia dalam memperbaiki tata kelola haji."
Dia pun memastikan bahwa Presiden Prabowo telah menugaskan kepada BP Haji untuk melakukan lobi-lobi kepada otoritas Arab Saudi agar kuota haji tidak dipotong bahkan bisa ditambah. "Yang jelas, Presiden dan kami yang ditugaskan akan memastikan kuota tidak dipotong. Bahkan, kita berharap ke depan kuota bisa ditambah."
(zik)
Lihat Juga :