3 Wakapolri Era Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Gatot Eddy hingga Ahmad Dofiri
Senin, 09 Juni 2025 - 18:22 WIB
loading...
Pelantikan Komjen Pol Ahmad Dofiri sebagai Wakapolri di Mabes Polri, Rabu (13/11/2024). FOTO/HUMAS POLRI
A
A
A
JAKARTA - Tiga Wakapolri terakhir dalam sejarah Kepolisian Negara Republik Indonesia ( Polri ) akan diulas di artikel ini. Satu di antaranya baru berulang tahun ke-58.
Diketahui, berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 70 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kepolisian Negara Republik Indonesia disebutkan bahwa Unsur Pimpinan Mabes Polri terdiri dari Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia dan Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Pada Pasal 6 ayat (1) disebutkan bahwa Wakapolri adalah pembantu utama Kapolri yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kapolri. Selanjutnya, pada ayat (2) disebutkan bahwa Wakapolri bertugas:
a. Membantu Kapolri dalam melaksanakan tugasnya dengan mengendalikan pelaksanaan tugas sehari-hari seluruh satuan staf Mabes Polri;
b. Memimpin Polri sesuai dengan tugasnya dalam hal Kapolri berhalangan;
c. Melaksanakan tugas lain atas perintah Kapolri sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Baca Juga: Profil Komjen Pol Ahmad Dofiri, Wakapolri Pengganti Agus Andrianto
Dofiri ditunjuk menjadi Wakapolri oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Penerima Bintang Adhi Makayasa sebagai lulusan terbaik Akademi Kepolisian (Akpol) 1989 itu menggantikan Komjen Pol Agus Andrianto yang diangkat menjadi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Penunjukan Ahmad Dofiri menjadi Wakapolri tertuang dalam surat telegram Nomor:ST/2517/XI/KEP./2024, yang ditandatangani oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo per tanggal 11 November 2024.
Dofiri baru saja berulang tahun ke-58. Dalam Padal 30 ayat (2) UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Polri disebutkan bahwa usia pensiun maksimum anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia 58 (lima puluh delapan) tahun dan bagi anggota yang
memiliki keahlian khusus dan sangat dibutuhkan dalam tugas kepolisian dapat dipertahankan sampai dengan 60 (enam puluh)
tahun.
Baca Juga: Kabareskrim Komjen Agus Andrianto Ditunjuk Jadi Wakapolri
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo resmi melantik Komjen Pol Agus Andrianto menjadi Wakapolri dan dilakukan sertijab pada Senin (3/7/2023). Serah terima jabatan Wakapolri sebagaimana tertuang dalam surat telegram Nomor:ST/1393/VI/KEP./2023, per tanggal 24 Juni 2023 yang ditandatangani Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Sebelum menjabat Wakapolri, Agus Andrianto merupakan Kabareskrim. Kapolri menunjuk Agus menggantikan Gatot Eddy Pramono yang memasuki masa pensiun pada 28 Juni 2023.
Agus Andrianto merupakan lulusan Akpol Tahun 1989, memiliki pengalaman di bidang reserse. Agus pernah menjabat sebagai Wakapolda Sumatera Utara (Januari 2017 – Agustus 2018) dan Kapolda Sumatera Utara (Agustus 2018 – Desember 2019).
Sebelum menjabat sebagai Kabareskrim pada Februari 2021, Agus pernah menjabat sebagai Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) Polri pada Desember 2019 – Februari 2021.
Kini, Agus menjabat Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam Kabinet Merah Putih.
Gatot Eddy Pramono lahir di Solok, Sumatera Barat, 28 Juni 1965. Dia merupakan Wakil Kapolri sejak 7 Januari 2020 hingga 24 Juni 2023. Pria yang merupakan teman satu angkatan mantan Kapolri Jenderal Idham Azis itu memiliki karier yang cukup cemerlang.
Gatot juga sempat menjadi Pelaksana Tugas Sementara Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam Polri) yang ditinggalkan Ferdy Sambo pada Juli 2022.
Sebelum terjun ke karier kepolisian yang digelutinya, Gatot menjalani pendidikan di Akademi Kepolisian dan lulus tahun 1988.
Sepak terjangnya dalam berkarier di dunia kepolisian dimulai ketika dia menjabat sebagai Kapolsek Srengat Resor Blitar pada 1988. Kariernya terus melejit sampai dia sempat dimutasi ke wilayah hukum Polda Metro Jaya sebagai Perwira Administrasi Operasi Pusat Komando Pusat Komando dan Pengendalian tahun 1991.
Di sinilah Gatot mulai menonjol. Hal ini terbukti saat dia dipercaya menjadi sekretaris pribadi Kapolri pada tahun 2016. Selama di Polda Metro Jaya dia telah mencicipi berbagai jabatan seperti Kapolres Depok (2008), Kapolres Metro Jakarta Selatan (2009), dan Direskrimum Polda Metro Jaya (2011).
Gatot Eddy Pramono bahkan sempat dipercaya untuk mengisi posisi sebagai analis, seperti Analis Kebijakan Madya Bidang Pidana Umum Bareskrim Polri dan Analis Kebijakan Madya Bidang Pengkajian Strategi Staf Operasi Polri pada tahun 2012. Melihat dari pengalaman dan kemampuannya ini, Gatot kemudian ditunjuk sebagai Kapolda Metro Jaya pada tahun 2019. Namun jabatan ini tak lama disandangnya.
Pada awal tahun 2020, perwira polisi yang memiliki gelar doktor ini kemudian dilantik menjadi Wakapolri untuk menggantikan Komjen Pol Ari Dono Sukmanto yang telah memasuki masa pensiun.
Diketahui, berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 70 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kepolisian Negara Republik Indonesia disebutkan bahwa Unsur Pimpinan Mabes Polri terdiri dari Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia dan Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Pada Pasal 6 ayat (1) disebutkan bahwa Wakapolri adalah pembantu utama Kapolri yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kapolri. Selanjutnya, pada ayat (2) disebutkan bahwa Wakapolri bertugas:
a. Membantu Kapolri dalam melaksanakan tugasnya dengan mengendalikan pelaksanaan tugas sehari-hari seluruh satuan staf Mabes Polri;
b. Memimpin Polri sesuai dengan tugasnya dalam hal Kapolri berhalangan;
c. Melaksanakan tugas lain atas perintah Kapolri sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
3 Wakapolri Terakhir
Jabatan Wakapolri dijabat oleh Perwira Tinggi (Pati) bintang 3 alias Komisaris Jenderal (Komjen). Berikut ini SindoNews tampilkan profil singkat tiga Wakapolri terakhir:1. Ahmad Dofiri
Ahmad Dofiri lahir di Indramayu, Jawa Barat pada 4 Juni 1967. Dofiri yang merupakan lulusan terbaik Akpol 1989 ini berpengalaman dalam bidang sumber daya manusia (SDM).Baca Juga: Profil Komjen Pol Ahmad Dofiri, Wakapolri Pengganti Agus Andrianto
Dofiri ditunjuk menjadi Wakapolri oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Penerima Bintang Adhi Makayasa sebagai lulusan terbaik Akademi Kepolisian (Akpol) 1989 itu menggantikan Komjen Pol Agus Andrianto yang diangkat menjadi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Penunjukan Ahmad Dofiri menjadi Wakapolri tertuang dalam surat telegram Nomor:ST/2517/XI/KEP./2024, yang ditandatangani oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo per tanggal 11 November 2024.
Dofiri baru saja berulang tahun ke-58. Dalam Padal 30 ayat (2) UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Polri disebutkan bahwa usia pensiun maksimum anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia 58 (lima puluh delapan) tahun dan bagi anggota yang
memiliki keahlian khusus dan sangat dibutuhkan dalam tugas kepolisian dapat dipertahankan sampai dengan 60 (enam puluh)
tahun.
2. Agus Andrianto
Agus Andrianto lahir di Blora, Jawa Tengah pada 16 Februari 1967. Dia menjabat Wakapolri sejak 24 Juni 2023 – 21 Oktober 2024.Baca Juga: Kabareskrim Komjen Agus Andrianto Ditunjuk Jadi Wakapolri
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo resmi melantik Komjen Pol Agus Andrianto menjadi Wakapolri dan dilakukan sertijab pada Senin (3/7/2023). Serah terima jabatan Wakapolri sebagaimana tertuang dalam surat telegram Nomor:ST/1393/VI/KEP./2023, per tanggal 24 Juni 2023 yang ditandatangani Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Sebelum menjabat Wakapolri, Agus Andrianto merupakan Kabareskrim. Kapolri menunjuk Agus menggantikan Gatot Eddy Pramono yang memasuki masa pensiun pada 28 Juni 2023.
Agus Andrianto merupakan lulusan Akpol Tahun 1989, memiliki pengalaman di bidang reserse. Agus pernah menjabat sebagai Wakapolda Sumatera Utara (Januari 2017 – Agustus 2018) dan Kapolda Sumatera Utara (Agustus 2018 – Desember 2019).
Sebelum menjabat sebagai Kabareskrim pada Februari 2021, Agus pernah menjabat sebagai Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) Polri pada Desember 2019 – Februari 2021.
Kini, Agus menjabat Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam Kabinet Merah Putih.
3. Gatot Eddy Pramono
Gatot Eddy Pramono lahir di Solok, Sumatera Barat, 28 Juni 1965. Dia merupakan Wakil Kapolri sejak 7 Januari 2020 hingga 24 Juni 2023. Pria yang merupakan teman satu angkatan mantan Kapolri Jenderal Idham Azis itu memiliki karier yang cukup cemerlang.
Gatot juga sempat menjadi Pelaksana Tugas Sementara Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam Polri) yang ditinggalkan Ferdy Sambo pada Juli 2022.
Sebelum terjun ke karier kepolisian yang digelutinya, Gatot menjalani pendidikan di Akademi Kepolisian dan lulus tahun 1988.
Sepak terjangnya dalam berkarier di dunia kepolisian dimulai ketika dia menjabat sebagai Kapolsek Srengat Resor Blitar pada 1988. Kariernya terus melejit sampai dia sempat dimutasi ke wilayah hukum Polda Metro Jaya sebagai Perwira Administrasi Operasi Pusat Komando Pusat Komando dan Pengendalian tahun 1991.
Di sinilah Gatot mulai menonjol. Hal ini terbukti saat dia dipercaya menjadi sekretaris pribadi Kapolri pada tahun 2016. Selama di Polda Metro Jaya dia telah mencicipi berbagai jabatan seperti Kapolres Depok (2008), Kapolres Metro Jakarta Selatan (2009), dan Direskrimum Polda Metro Jaya (2011).
Gatot Eddy Pramono bahkan sempat dipercaya untuk mengisi posisi sebagai analis, seperti Analis Kebijakan Madya Bidang Pidana Umum Bareskrim Polri dan Analis Kebijakan Madya Bidang Pengkajian Strategi Staf Operasi Polri pada tahun 2012. Melihat dari pengalaman dan kemampuannya ini, Gatot kemudian ditunjuk sebagai Kapolda Metro Jaya pada tahun 2019. Namun jabatan ini tak lama disandangnya.
Pada awal tahun 2020, perwira polisi yang memiliki gelar doktor ini kemudian dilantik menjadi Wakapolri untuk menggantikan Komjen Pol Ari Dono Sukmanto yang telah memasuki masa pensiun.
(zik)
Lihat Juga :