Megawati: Banyak Orang Takut Suarakan Kebenaran karena Khawatir Dipanggil Polisi

Sabtu, 07 Juni 2025 - 22:07 WIB
loading...
Megawati: Banyak Orang...
Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri menuturkan banyak orang saat ini takut menyuarakan kebenaran karena khawatir dipanggil polisi saat memberikan sambutan di pameran foto milik Guntur Soekarnoputra di Jakarta, Sabtu (7/6/2025). Foto: Dok SINDOnews
A A A
JAKARTA - Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri menuturkan banyak orang saat ini takut menyuarakan kebenaran karena khawatir dipanggil pihak kepolisian. Ini diungkapkan Megawati terkait kondisi hukum di Indonesia saat ini.

Menurut Megawati, dirinya berkata apa adanya. "Saya omongannya sih lebih ceplas ceplos. Lebih ceplas ceplos dari kakak saya. Karena apa? Inilah yang namanya realita Republik kita. Orang lain, kalau saya tanya kenapa kamu diam saja? Punya mulut? Dijawabnya sekarang gampang banget dipanggil polisi," ujar Megawati saat memberikan sambutan di acara pameran foto milik sang kakak Guntur Soekarnoputra di Galeri Nasional, Jakarta, Sabtu (7/6/2025).

Baca juga: Ujian Kenegarawanan Megawati

Ketua Umum PDIP itu menegaskan setiap orang seharusnya tidak perlu takut jika yang disuarakan itu merupakan kebenaran.

"Di manakah kebenaran sejati itu adalah di sini kita. Etika moral yang namanya dari bangsa kita itu sepertinya sudah mulai terkoyak-koyak. Orang tidak berani mengatakan kebenaran," ucapnya.

Megawati kerap mendengar jika dirinya disebutkan provokator ketika menyuarakan hal ini. Dalam kesempatan itu, dia juga tak menyoal apabila dirinya harus dipanggil pihak kepolisian.

"Sekarang apa-apa, oh Ibu Megawati orangnya provokator, lalu nanti kita mau panggil. Panggillah," kata Megawati.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tersangka Kasus Ijazah...
Tersangka Kasus Ijazah Jokowi Desak Polisi Buat Kepastian Hukum
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Polisi dan Jaksa Ragu-ragu di Kasus Ijazah Jokowi
PDIP Dorong Program...
PDIP Dorong Program MBG Beralih ke Dapur Berbasis Sekolah
PDIP: UU Polri Harus...
PDIP: UU Polri Harus Mampu Cegah Intervensi Politik dan Kepentingan Oligarki
Rekrutmen Polri 2026...
Rekrutmen Polri 2026 Ketat dan Transparan, Banyak Anak Jenderal Tak Lolos Seleksi
Prihatin Kasus Korupsi...
Prihatin Kasus Korupsi di BGN, Hasto PDIP: Suara Kritis Masyarakat Sudah Mengungkapkan Hal Itu
Polisi Harus Usut Mendalam...
Polisi Harus Usut Mendalam Korban Perundungan dan Tersengat Listrik di Jakpus
Latja di Polres Malang,...
Latja di Polres Malang, Taruna Akpol Didorong Pahami Implementasi Program Presisi
Demo Mahasiswa, Polisi...
Demo Mahasiswa, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas hingga Kerahkan Ribuan Pasukan
Rekomendasi
Konsolidasi Kekuatan...
Konsolidasi Kekuatan di Jawa Barat, Perindo Targetkan Basis Kemenangan dan Model Nasional
Australia Tumbangkan...
Australia Tumbangkan Turki 2-0, Socceroos Kirim Ancaman di Piala Dunia 2026
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
Berita Terkini
Menkomdigi Ajak Generasi...
Menkomdigi Ajak Generasi Muda Jadi Duta Internet Sehat dan Lawan Kejahatan Digital
Mendikdasmen Abdul Muti:...
Mendikdasmen Abdul Mu'ti: Sebagian Besar Murid Berharap Program MBG Dilanjutkan
Pemerintah Evaluasi...
Pemerintah Evaluasi Program Prioritas, Bakom RI: Waspadai Disinformasi
UNCLOS 82, Strategi...
UNCLOS 82, Strategi Sea Denial Melawan AT Mahan
Digitalisasi Data, Penerima...
Digitalisasi Data, Penerima Bansos Diverifikasi lewat Pengenalan Wajah
Ribuan Dokter Muda Terancam...
Ribuan Dokter Muda Terancam Gagal Praktik, Pakar UGM Minta Pemerintah Bertindak
Infografis
10 Perguruan Tinggi...
10 Perguruan Tinggi Paling Banyak Sumbang PNS, Kampus Negeri Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved