Bertemu Menteri Haji Kerajaan Arab Saudi, KH Cholil Nafis Beri Saran Soal Kuota dan Visa Jemaah
Sabtu, 07 Juni 2025 - 13:30 WIB
loading...
Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH Muhammad Cholil Nafis silaturahmi dengan Menteri Haji Kerajaan Arab Saudi Tawfiq F Al Rabiah. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH Muhammad Cholil Nafis , jemaah haji undangan dari Raja Salman Ali Su’ud melakukan silaturahmi dengan Menteri Haji Kerajaan Arab Saudi Tawfiq F Al Rabiah. Silaturahmi tersebut dilakukan di sela-sela pelaksanaan ibadah haji.
“Walhamdulillah di sore hari Nahar, 10 Dzulhijjah 1446 H hari pertama mabit di Mina mendapat undangan silaturrahim dengan Kementerian Haji Kerajaan Arab Saudi. Saya sebaga jemaah undangan Raja Salman Ali Su’ud dijemput untuk silaturrahim dan bincang-bincang tentang penyelenggaraan haji tahun ini,” katanya, Sabtu (7/6/2025).
Dalam pertemuan yang sangat akrab dan nyaman, kata Kiai Cholil, dirinya berbincang banyak tentang penyelenggaran haji yang secara umum lebih tertib dan nyaman. Menurut Kiai Cholil, fasilitas pelayanan haji tahun ini lebih baik dan lebih lengkap.
Baca juga: Arab Saudi Tak Terbitkan Visa Furoda, BP Haji: Calon Jemaah Jangan Tertipu!
“Jumlah jemaah haji tahun ini lebih sedikit dari tahun 2024 lalu. Penjagaan jemaah haji ilegal lebih ketat sehingga yang masuk ke Masjidil Haram dan masya’ir hanya jemaah yang punya izin haji (tasrih),” katanya.
![Bertemu Menteri Haji Kerajaan Arab Saudi, KH Cholil Nafis Beri Saran Soal Kuota dan Visa Jemaah]()
Dalam pertemuan itu, Kiai Cholil juga sempat bertanya mengenai visa furoda yang tidak diterbitkan oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi.
Baca juga: Visa Haji Furoda Tidak Terbit, MUI: Hak Pemerintah Arab Saudi
“Saya sempat bertanya soal visa furoda yang tidak keluar di Indonesia. Ia menjawab bahwa itu kebijakan Kementerian Haji Kerajaan Arab Saudi untuk penataan yang lebih kondusif meskipun kebijakan itu membuat banyak orang kurang nyaman,” katanya.
Kiai Cholil juga memberikan saran dan masukan kepada Kementerian Haji Arab Saudi agar kepastian visa bisa dilakukan jauh-jauh hari sehingga ada kepastian bagi jemaah. Termasuk juga terkait dengan penentuan jumlah kuota.
“Saran saya kepada Kementerian Haji Kerajaan Arab Saudi agar dapat menentukan jumlah kuota dari jauh-jauh waktu bahkan kepastian visa itu bisa dipastikan lebih jauh waktunya, seperti pas Ramadhan sudah ada kepastian visa bagi jemaah yang akan berangkat haji,” ucapnya
Berkenaan dengan pembayaran dam haji, Kiai Cholil menyampaikan apresiasi karena dilakukan dengan cara yang lebih mudah dan resmi serta melarang orang atau lembaga manapun dari negara lain untuk menerima pembayaran atau penghimpunan dana dam.
“Walhamdulillah di sore hari Nahar, 10 Dzulhijjah 1446 H hari pertama mabit di Mina mendapat undangan silaturrahim dengan Kementerian Haji Kerajaan Arab Saudi. Saya sebaga jemaah undangan Raja Salman Ali Su’ud dijemput untuk silaturrahim dan bincang-bincang tentang penyelenggaraan haji tahun ini,” katanya, Sabtu (7/6/2025).
Dalam pertemuan yang sangat akrab dan nyaman, kata Kiai Cholil, dirinya berbincang banyak tentang penyelenggaran haji yang secara umum lebih tertib dan nyaman. Menurut Kiai Cholil, fasilitas pelayanan haji tahun ini lebih baik dan lebih lengkap.
Baca juga: Arab Saudi Tak Terbitkan Visa Furoda, BP Haji: Calon Jemaah Jangan Tertipu!
“Jumlah jemaah haji tahun ini lebih sedikit dari tahun 2024 lalu. Penjagaan jemaah haji ilegal lebih ketat sehingga yang masuk ke Masjidil Haram dan masya’ir hanya jemaah yang punya izin haji (tasrih),” katanya.

Dalam pertemuan itu, Kiai Cholil juga sempat bertanya mengenai visa furoda yang tidak diterbitkan oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi.
Baca juga: Visa Haji Furoda Tidak Terbit, MUI: Hak Pemerintah Arab Saudi
“Saya sempat bertanya soal visa furoda yang tidak keluar di Indonesia. Ia menjawab bahwa itu kebijakan Kementerian Haji Kerajaan Arab Saudi untuk penataan yang lebih kondusif meskipun kebijakan itu membuat banyak orang kurang nyaman,” katanya.
Kiai Cholil juga memberikan saran dan masukan kepada Kementerian Haji Arab Saudi agar kepastian visa bisa dilakukan jauh-jauh hari sehingga ada kepastian bagi jemaah. Termasuk juga terkait dengan penentuan jumlah kuota.
“Saran saya kepada Kementerian Haji Kerajaan Arab Saudi agar dapat menentukan jumlah kuota dari jauh-jauh waktu bahkan kepastian visa itu bisa dipastikan lebih jauh waktunya, seperti pas Ramadhan sudah ada kepastian visa bagi jemaah yang akan berangkat haji,” ucapnya
Berkenaan dengan pembayaran dam haji, Kiai Cholil menyampaikan apresiasi karena dilakukan dengan cara yang lebih mudah dan resmi serta melarang orang atau lembaga manapun dari negara lain untuk menerima pembayaran atau penghimpunan dana dam.
(cip)
Lihat Juga :