Delegasi Buruh di Jenewa Lega Konferensi ILO Adopsi Konvensi untuk Atur Pekerja Platform
Jum'at, 06 Juni 2025 - 07:08 WIB
loading...
A
A
A
"Ini keberhasilan kita tripartit, yaitu pemerintah, pekerja, dan pengusaha, sehingga Indonesia sebagai negara besar telah menjadi rujukan bagi negara-negara lainnya dalam memperjuangkan nasib pekerja online,” ujar Jumhur di lokasi sekitar pukul 19.20 Waktu Jenewa atau pukul 00.20 dini hari WIB, Kamis, 5 Juni 2025.
Jumhur mengatakan, delegasi buruh Indonesia yang berjuang pada komite pekerja platform ini utamanya dipercayakan kepada tokoh senior gerakan buruh Rekson Silaban dan Achmad Sapii. Komite ini juga diperkuat langsung oleh Wakil Ketua Delegasi Buruh Indonesia Arif Minardi serta beberapa pimpinan buruh di antaranya Simon, Edy Antara, Mirah Sumirat, Afif Johan, dan Makbullah Fauzi.
Rekson Silaban mengatakan, dengan adanya semangat dari Jenewa yang memastikan bahwa pekerja platform itu adalah pekerja, maka semua negara sudah bisa memulai menerbitkan regulasi. “Kalau Pemerintah RI mau buat peraturan seperti misal Peraturan Pemerintah (PP) atau Peraturan Presiden (Perpres) dengan semangat dari keputusan ILO ini pun sudah bisa dan itu baik, tanpa harus menunggu lahirnya Konvensi ILO,” kata Rekson.
Usai diketuknya palu yang memenangkan konvensi, Achmad Sapii atau biasa dipanggil Kemed yang juga bersuara lantang di forum internasional ILO atas nama pelaku ojol mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah RI. “Terima kasih buat Pemerintah Indonesia, khususnya buat Presiden RI Bapak Jenderal TNI Purnawirawan H. Prabowo Subianto, Menteri Ketenagakerjaan Pak Yassierli, Wamenaker Pak Noel, dan teramat khusus buat Dirjen PHI dan Jamsos Bu Indah Anggoro Putri dan seluruh rekan-rekan Kementerian Ketenagakerjaan,” ujar Kemed.
Jumhur mengatakan, delegasi buruh Indonesia yang berjuang pada komite pekerja platform ini utamanya dipercayakan kepada tokoh senior gerakan buruh Rekson Silaban dan Achmad Sapii. Komite ini juga diperkuat langsung oleh Wakil Ketua Delegasi Buruh Indonesia Arif Minardi serta beberapa pimpinan buruh di antaranya Simon, Edy Antara, Mirah Sumirat, Afif Johan, dan Makbullah Fauzi.
Rekson Silaban mengatakan, dengan adanya semangat dari Jenewa yang memastikan bahwa pekerja platform itu adalah pekerja, maka semua negara sudah bisa memulai menerbitkan regulasi. “Kalau Pemerintah RI mau buat peraturan seperti misal Peraturan Pemerintah (PP) atau Peraturan Presiden (Perpres) dengan semangat dari keputusan ILO ini pun sudah bisa dan itu baik, tanpa harus menunggu lahirnya Konvensi ILO,” kata Rekson.
Usai diketuknya palu yang memenangkan konvensi, Achmad Sapii atau biasa dipanggil Kemed yang juga bersuara lantang di forum internasional ILO atas nama pelaku ojol mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah RI. “Terima kasih buat Pemerintah Indonesia, khususnya buat Presiden RI Bapak Jenderal TNI Purnawirawan H. Prabowo Subianto, Menteri Ketenagakerjaan Pak Yassierli, Wamenaker Pak Noel, dan teramat khusus buat Dirjen PHI dan Jamsos Bu Indah Anggoro Putri dan seluruh rekan-rekan Kementerian Ketenagakerjaan,” ujar Kemed.
(rca)
Lihat Juga :