Delegasi Buruh di Jenewa Lega Konferensi ILO Adopsi Konvensi untuk Atur Pekerja Platform
Jum'at, 06 Juni 2025 - 07:08 WIB
loading...
Rekson Silaban (berdasi) usai menyampaikan proses pembahasan pekerja platform kepada Jumhur Hidayat bersama delegasi buruh lainnya di Jenewa. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Delegasi buruh Indonesia yang mengikuti Konferensi Perburuhan Internasional ke-113 di Jenewa, Swiss merasa lega dan bahagia setelah mendengar pernyataan Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (PHI dan Jamsos) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Indah Anggoro Putri. Indah yang mewakili Ketua Delegasi RI sekaligus Menteri Ketenagakerjaan Yassierli memberikan suara menyatakan bahwa Indonesia mendukung diterbitkannya Konvensi International Labour Organization (ILO) atau Organisasi Buruh Internasional untuk Pekerja Platform Digital.
Delegasi buruh merasa perjuangan kaum buruh Indonesia untuk memastikan nasib pekerja platform khususnya pengemudi online terasa kompak bersama Pemerintah RI Prabowo Subianto. Hal tersebut dapat dilihat saat voting penentuan perlunya pekerja platform diatur dalam konvensi atau cukup rekomendasi saja.
Yang membuat mereka berterima kasih bukan semata soal perlunya ILO membuat konvensi, tetapi karena Pemerintah RI melalui Kementerian Ketenagakerjaan dirasakan betul bahu-membahu berjuang bersama dengan delegasi buruh. Ketua Delegasi Buruh Imdonesia Jumhur Hidayat mengungkapkan bahwa perjuangan agar ILO menerbitkan konvensi atau aturan hukum bagi pekerja platform digital adalah keberhasilan Indonesia incorporated.
Baca juga: Jumhur Hidayat Pimpin Delegasi Buruh ke Konferensi Internasional di Jenewa
"Ini keberhasilan kita tripartit, yaitu pemerintah, pekerja, dan pengusaha, sehingga Indonesia sebagai negara besar telah menjadi rujukan bagi negara-negara lainnya dalam memperjuangkan nasib pekerja online,” ujar Jumhur di lokasi sekitar pukul 19.20 Waktu Jenewa atau pukul 00.20 dini hari WIB, Kamis, 5 Juni 2025.
Jumhur mengatakan, delegasi buruh Indonesia yang berjuang pada komite pekerja platform ini utamanya dipercayakan kepada tokoh senior gerakan buruh Rekson Silaban dan Achmad Sapii. Komite ini juga diperkuat langsung oleh Wakil Ketua Delegasi Buruh Indonesia Arif Minardi serta beberapa pimpinan buruh di antaranya Simon, Edy Antara, Mirah Sumirat, Afif Johan, dan Makbullah Fauzi.
Rekson Silaban mengatakan, dengan adanya semangat dari Jenewa yang memastikan bahwa pekerja platform itu adalah pekerja, maka semua negara sudah bisa memulai menerbitkan regulasi. “Kalau Pemerintah RI mau buat peraturan seperti misal Peraturan Pemerintah (PP) atau Peraturan Presiden (Perpres) dengan semangat dari keputusan ILO ini pun sudah bisa dan itu baik, tanpa harus menunggu lahirnya Konvensi ILO,” kata Rekson.
Usai diketuknya palu yang memenangkan konvensi, Achmad Sapii atau biasa dipanggil Kemed yang juga bersuara lantang di forum internasional ILO atas nama pelaku ojol mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah RI. “Terima kasih buat Pemerintah Indonesia, khususnya buat Presiden RI Bapak Jenderal TNI Purnawirawan H. Prabowo Subianto, Menteri Ketenagakerjaan Pak Yassierli, Wamenaker Pak Noel, dan teramat khusus buat Dirjen PHI dan Jamsos Bu Indah Anggoro Putri dan seluruh rekan-rekan Kementerian Ketenagakerjaan,” ujar Kemed.
Delegasi buruh merasa perjuangan kaum buruh Indonesia untuk memastikan nasib pekerja platform khususnya pengemudi online terasa kompak bersama Pemerintah RI Prabowo Subianto. Hal tersebut dapat dilihat saat voting penentuan perlunya pekerja platform diatur dalam konvensi atau cukup rekomendasi saja.
Yang membuat mereka berterima kasih bukan semata soal perlunya ILO membuat konvensi, tetapi karena Pemerintah RI melalui Kementerian Ketenagakerjaan dirasakan betul bahu-membahu berjuang bersama dengan delegasi buruh. Ketua Delegasi Buruh Imdonesia Jumhur Hidayat mengungkapkan bahwa perjuangan agar ILO menerbitkan konvensi atau aturan hukum bagi pekerja platform digital adalah keberhasilan Indonesia incorporated.
Baca juga: Jumhur Hidayat Pimpin Delegasi Buruh ke Konferensi Internasional di Jenewa
"Ini keberhasilan kita tripartit, yaitu pemerintah, pekerja, dan pengusaha, sehingga Indonesia sebagai negara besar telah menjadi rujukan bagi negara-negara lainnya dalam memperjuangkan nasib pekerja online,” ujar Jumhur di lokasi sekitar pukul 19.20 Waktu Jenewa atau pukul 00.20 dini hari WIB, Kamis, 5 Juni 2025.
Jumhur mengatakan, delegasi buruh Indonesia yang berjuang pada komite pekerja platform ini utamanya dipercayakan kepada tokoh senior gerakan buruh Rekson Silaban dan Achmad Sapii. Komite ini juga diperkuat langsung oleh Wakil Ketua Delegasi Buruh Indonesia Arif Minardi serta beberapa pimpinan buruh di antaranya Simon, Edy Antara, Mirah Sumirat, Afif Johan, dan Makbullah Fauzi.
Rekson Silaban mengatakan, dengan adanya semangat dari Jenewa yang memastikan bahwa pekerja platform itu adalah pekerja, maka semua negara sudah bisa memulai menerbitkan regulasi. “Kalau Pemerintah RI mau buat peraturan seperti misal Peraturan Pemerintah (PP) atau Peraturan Presiden (Perpres) dengan semangat dari keputusan ILO ini pun sudah bisa dan itu baik, tanpa harus menunggu lahirnya Konvensi ILO,” kata Rekson.
Usai diketuknya palu yang memenangkan konvensi, Achmad Sapii atau biasa dipanggil Kemed yang juga bersuara lantang di forum internasional ILO atas nama pelaku ojol mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah RI. “Terima kasih buat Pemerintah Indonesia, khususnya buat Presiden RI Bapak Jenderal TNI Purnawirawan H. Prabowo Subianto, Menteri Ketenagakerjaan Pak Yassierli, Wamenaker Pak Noel, dan teramat khusus buat Dirjen PHI dan Jamsos Bu Indah Anggoro Putri dan seluruh rekan-rekan Kementerian Ketenagakerjaan,” ujar Kemed.
(rca)
Lihat Juga :