Kader PPP Ramai-ramai Datang ke Kantor DPP Minta Romahurmuziy Dipecat
Kamis, 05 Juni 2025 - 07:52 WIB
loading...
Kader PPP ramai-ramai datang ke Kantor DPP PPP di Jakarta pada Rabu (4/6/2025) siang. Mereka meminta agar Ketua Majelis Pertimbangan PPP Romahurmuziy dipecat. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ramai-ramai datang ke Kantor DPP PPP, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (4/6/2025) siang. Mereka meminta agar Ketua Majelis Pertimbangan PPP Romahurmuziy (Rommy) dipecat.
Mayoritas kader PPP DKI Jakarta menganggap Rommy sudah merendahkan para kader dan membuat sejumlah pernyataan blunder. Massa datang dengan membawa sejumlah atribut PPP dan spanduk bertuliskan desakan memecat Rommy.
Baca juga: Ramai Tokoh Eksternal Masuk Radar Caketum PPP, Rommy Disebut Tak Obral Partai
Ketua DPC PPP Jakarta Utara Junaedi mengatakan bahwa Rommy layak dipecat karena dianggap tak layak memimpin partai.
“Dia harus menghentikan segala kegaduhan dan provokasi antar kader PPP,” ujarnya di Depan Kantor DPP PPP.
Dia menilai pernyataan Rommy cenderung tendensius karena menyinggung para kader di lapisan bawah. Hal ini dianggap memecah belah partai dan mengganggu soliditas partai yang bersiap menggelar Muktamar pada September mendatang.
“Dia harus meminta maaf secara terbuka atas segala pernyataannya,” ungkap Junaedi di sela-sela aksi damai ini.
Baca juga: PPP Jakbar Minta Romahurmuziy Menahan Diri Bercawe-cawe Ria Jelang Muktamar
Sementara itu, Sekretaris Cabang PPP Jakarta Barat Siswanto mengakui akibat pernyataan Rommy suara partai tersebut menjadi turun dalam sejumlah pemilu.
“Sudah beberapa kali kami pemilu kali kalah. Seharusnya dia dipecat karena memang tak berdampak baik bagi partai ini,” ucap Siswanto.
Orator aksi pun mengancam akan membawa massa yang lebih banyak jika Rommy tak memberikan klarifikasi di media massa.
“Kami siapkan massa lebih banyak jika memang tak ada itikad baik dari Rommy untuk meminta maaf,” jelas sang orator disambut teriakan para aksi.
Seperti diketahui, Rommy ramai dikritik akibat langkahnya yang membuka peluang, bahkan menawarkan kursi Ketua Umum PPP kepada tokoh-tokoh eksternal partai.
Sejumlah elite partai berlambang Kabah itu memandang langkah Rommy tersebut merupakan bentuk eksploitasi dan memperdagangkan partai.
Mayoritas kader PPP DKI Jakarta menganggap Rommy sudah merendahkan para kader dan membuat sejumlah pernyataan blunder. Massa datang dengan membawa sejumlah atribut PPP dan spanduk bertuliskan desakan memecat Rommy.
Baca juga: Ramai Tokoh Eksternal Masuk Radar Caketum PPP, Rommy Disebut Tak Obral Partai
Ketua DPC PPP Jakarta Utara Junaedi mengatakan bahwa Rommy layak dipecat karena dianggap tak layak memimpin partai.
“Dia harus menghentikan segala kegaduhan dan provokasi antar kader PPP,” ujarnya di Depan Kantor DPP PPP.
Dia menilai pernyataan Rommy cenderung tendensius karena menyinggung para kader di lapisan bawah. Hal ini dianggap memecah belah partai dan mengganggu soliditas partai yang bersiap menggelar Muktamar pada September mendatang.
“Dia harus meminta maaf secara terbuka atas segala pernyataannya,” ungkap Junaedi di sela-sela aksi damai ini.
Baca juga: PPP Jakbar Minta Romahurmuziy Menahan Diri Bercawe-cawe Ria Jelang Muktamar
Sementara itu, Sekretaris Cabang PPP Jakarta Barat Siswanto mengakui akibat pernyataan Rommy suara partai tersebut menjadi turun dalam sejumlah pemilu.
“Sudah beberapa kali kami pemilu kali kalah. Seharusnya dia dipecat karena memang tak berdampak baik bagi partai ini,” ucap Siswanto.
Orator aksi pun mengancam akan membawa massa yang lebih banyak jika Rommy tak memberikan klarifikasi di media massa.
“Kami siapkan massa lebih banyak jika memang tak ada itikad baik dari Rommy untuk meminta maaf,” jelas sang orator disambut teriakan para aksi.
Seperti diketahui, Rommy ramai dikritik akibat langkahnya yang membuka peluang, bahkan menawarkan kursi Ketua Umum PPP kepada tokoh-tokoh eksternal partai.
Sejumlah elite partai berlambang Kabah itu memandang langkah Rommy tersebut merupakan bentuk eksploitasi dan memperdagangkan partai.
(shf)
Lihat Juga :