Tanpa Protokol COVID-19 yang Tegas, Perludem Khawatir Pilkada 2020 Jatuh Banyak Korban
Selasa, 08 September 2020 - 11:11 WIB
loading...
A
A
A
"Pemerintah melihat kasus negara lain sebagai contoh bahwa pemilu bisa dilakukan di masa pandemi. Betul memang bisa, tapi keputusan itu diterapkan karena dua hal: pelaksanaan protokol COVID-19 yang ketat dan masyarakat yang disiplin mematuhi protokol COVID-19," jelasnya.
Dia menegaskan jika dua hal ini tidak dilakukan, maka pilkada kali ini akan menjadi kluster penyebaran COVID-19. Sebab, pilkada memang kegiatan yang melibatkan banyak orang. (Baca juga: Bikin Rusuh di Pilkada Jateng, Siap-siap Hadapi Pasukan Brimob)
"Nah, ketika kegiatan yang umumnya melibatkan banyak orang dan interaksi itu tidak diterapkan protokol COVID-19 secara tegas, bukan tidak mungkin penyelenggara pemilu di daerah, paslon, tim kampanye, dan juga pemilih, terpapar COVID-19," pungkasnya.
Dia menegaskan jika dua hal ini tidak dilakukan, maka pilkada kali ini akan menjadi kluster penyebaran COVID-19. Sebab, pilkada memang kegiatan yang melibatkan banyak orang. (Baca juga: Bikin Rusuh di Pilkada Jateng, Siap-siap Hadapi Pasukan Brimob)
"Nah, ketika kegiatan yang umumnya melibatkan banyak orang dan interaksi itu tidak diterapkan protokol COVID-19 secara tegas, bukan tidak mungkin penyelenggara pemilu di daerah, paslon, tim kampanye, dan juga pemilih, terpapar COVID-19," pungkasnya.
(kri)
Lihat Juga :