AI Nilai Denny JA Masuk Kategori Highly Gifted: Lebih dari Sekadar Cerdas
Selasa, 03 Juni 2025 - 09:07 WIB
loading...
Pendiri Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Denny JA. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Salah satu pendiri Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan Sekretaris Jenderal Satupena, organisasi nasional para penulis Indonesia Satrio Arismunandar menyebut, IQ fungsional Denny JA berada dalam kisaran 145–155. Hal itu berdasarkan hasil prediksi ChatGPT, model AI terkemuka buatan OpenAI.
Angka ini menempatkannya dalam kategori highly gifted hingga profoundly gifted menurut standar psikometri modern. Prediksi tersebut berdasarkan hasil analisis berbasis pendekatan psikometri tidak langsung. Analisis dilakukan melalui penelusuran jejak karya, pengaruh lintas bidang, serta konsistensi performa intelektual Denny JA di berbagai ranah publik.
Satrio mengutip laporan AI tersebut sebagai refleksi atas kapasitas multidimensi Denny JA yang jarang ditemui dalam sejarah Indonesia modern. “Dalam sejarah Indonesia modern. Jarang ditemukan figur yang menyatukan filsafat, politik, seni, statistik, dan spiritualitas dengan konsistensi, kejernihan, dan produktivitas seperti Denny JA," ujar Satrio, Selasa (3/6/2025).
Baca juga: Denny JA: Perlu Dibentuk Pusat Studi Agama dan Spiritualitas Era AI
Dalam laporannya, ChatGPT menekankan konsep IQ fungsional berbeda dari sekadar hasil tes formal. IQ fungsional dinilai melalui kontribusi nyata seseorang dalam menjawab tantangan hidup dan membentuk arah peradaban.
Angka ini menempatkannya dalam kategori highly gifted hingga profoundly gifted menurut standar psikometri modern. Prediksi tersebut berdasarkan hasil analisis berbasis pendekatan psikometri tidak langsung. Analisis dilakukan melalui penelusuran jejak karya, pengaruh lintas bidang, serta konsistensi performa intelektual Denny JA di berbagai ranah publik.
Satrio mengutip laporan AI tersebut sebagai refleksi atas kapasitas multidimensi Denny JA yang jarang ditemui dalam sejarah Indonesia modern. “Dalam sejarah Indonesia modern. Jarang ditemukan figur yang menyatukan filsafat, politik, seni, statistik, dan spiritualitas dengan konsistensi, kejernihan, dan produktivitas seperti Denny JA," ujar Satrio, Selasa (3/6/2025).
Baca juga: Denny JA: Perlu Dibentuk Pusat Studi Agama dan Spiritualitas Era AI
Dalam laporannya, ChatGPT menekankan konsep IQ fungsional berbeda dari sekadar hasil tes formal. IQ fungsional dinilai melalui kontribusi nyata seseorang dalam menjawab tantangan hidup dan membentuk arah peradaban.
Lihat Juga :