Dandang Sobluk

Senin, 02 Juni 2025 - 15:48 WIB
loading...
Dandang Sobluk
Muhammad Irfanudin Kuniawan - Dosen Universitas Darunnajah. Foto/Dok pribadi
A A A
Muhammad Irfanudin Kurniawan
Dosen Universitas Darunnajah

Kemandirian dan kepemimpinan dalam pesantren adalah dua hal yang memiliki hubungan erat yang saling melengkapi. Dalam dunia pesantren, keduanya tidak hanya berfungsi sebagai dasar dalam membangun lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai pondasi untuk menanggapi tantangan yang terus berkembang.

Salah satu ungkapan bijak dari Kiai As'ad Syamsul Arifin memberi kita petunjuk penting tentang bagaimana membangun pesantren yang mandiri dan kuat. "Kalau ingin mendirikan pesantren, mulailah dengan membenahi dandang sobluk-tempat menanak nasi," demikian nasihat beliau kepada seorang santri yang berencana mendirikan pesantren.

Pesan yang sederhana ini sesungguhnya menyimpan makna mendalam tentang kemandirian dan tanggung jawab seorang pemimpin pesantren.

Dandang sobluk, yang tampak sebagai simbol sederhana untuk memasak nasi, sesungguhnya adalah metafora dari perjalanan panjang menuju kemandirian. Kiai As'ad mengajarkan kita bahwa untuk mendirikan pesantren yang kokoh, kita harus memastikan segala kebutuhan dasar telah tertangani dengan baik.

Ketika perut santri telah kenyang dan kebutuhan dasar hidup telah tercukupi, maka kemandirian pesantren dapat tumbuh dengan sendirinya. Pesantren yang mandiri tidak bergantung pada orang lain atau sumbangan dari luar, tetapi mampu berdiri tegak dengan mengelola sumber daya yang ada secara mandiri. Inilah landasan yang harus dibangun oleh setiap pemimpin pesantren—mengelola dapur, ekonomi, dan logistik pesantren dengan penuh tanggung jawab.

Nasihat Kiai As’ad menyadarkan kita bahwa kepemimpinan dalam pesantren bukan hanya tentang kemampuan berbicara di mimbar, atau seberapa banyak kitab yang dihafal, melainkan tentang kesiapan seorang pemimpin untuk menghadapi tugas-tugas harian yang terkadang terabaikan oleh banyak orang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sari Yuliati Minta Kasus...
Sari Yuliati Minta Kasus Pembakaran Santri di Lombok Diusut Tuntas
Pesantren dan AI, Cucun...
Pesantren dan AI, Cucun Tekankan Pentingnya Etika serta Nilai Keagamaan dalam Teknologi
PBNU: Segelintir Kasus...
PBNU: Segelintir Kasus Kekerasan Seksual Tak Mewakili Wajah Pesantren
Mengenal Gareth Morgan:...
Mengenal Gareth Morgan: di Balik Metafora Organisme Pesantren
Rakernas Inkopotren...
Rakernas Inkopotren 2026 Fokus Dorong UMKM Pesantren Go Internasional
Komdigi Siapkan Roadmap...
Komdigi Siapkan Roadmap AI, Pesantren Didorong Jadi Jangkar Moral Sosial
Kang Cucun Ajak Pesantren...
Kang Cucun Ajak Pesantren Cetak Santri Unggul Berjiwa Wirausaha dan Literasi Digital
IPB University dan Pesantren...
IPB University dan Pesantren Darunnajah 14 Gelar Pelatihan Produk Unggulan Pesantren
Bidik Basis Santri Jawa...
Bidik Basis Santri Jawa Timur, Partai Perindo Resmi Lantik Cak Jaz sebagai Ketua DPW
Rekomendasi
Haaland Cetak Brace,...
Haaland Cetak Brace, Norwegia Paksa Senegal Angkat Koper Lebih Cepat
KTM 790 Duke 2027 Diperkenalkan...
KTM 790 Duke 2027 Diperkenalkan Kini Lebih Agresif
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Berita Terkini
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dikabulkan Penangguhan Penahannya, Kubu Jokowi Buka Suara
Penahanan Roy Suryo...
Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangguhkan Kejaksaan, Kapolri: Kewajiban Kami Telah Selesai
37 Organisasi Tolak...
37 Organisasi Tolak Desakan MUI Agar Pelaku dan Pengkampanye LGBT Dipidana
Kasus Tudingan Ijazah...
Kasus Tudingan Ijazah Segera Disidang, Pengacara Pastikan Jokowi Hadir
Qodari: Haji 2026 Lancar,...
Qodari: Haji 2026 Lancar, Masa Tunggu Dipangkas dan Layanan Ditingkatkan
KPK Perpanjang Penahanan...
KPK Perpanjang Penahanan Eks Wamen Imipas Silmy Karim Cs selama 40 Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved