Menerka Alasan Dudung dan Gus Ipul Tolak Pimpin PPP
Sabtu, 31 Mei 2025 - 18:34 WIB
loading...
Dudung Abdurachman dan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menolak menjadi ketum PPP. Foto/Arif Julianto dan Binti Mufarida
A
A
A
JAKARTA - Partai Persatuan Pembangunan ( PPP ) bakal menggelar pemilihan ketua umun melalui forum muktamar yang direncanakan digelar antara Agustus atau September 2025. Sejumlah figur eksternal masuk ke dalam bursa calon ketua umum partai berlambang ka’bah tersebut.
Beberapa tokoh di antaranya adalah Penasihat Khusus Presiden Urusan Pertahanan Nasional sekaligus eks KSAD Jenderal (Purn) TNI Dudung Abdurachman dan Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul). Namun, keduanya justru memilih menjauh.
Baca juga: Jenderal Dudung, Gus Ipul hingga Andi Amran Masuk Bursa Caketum PPP, Siapa Terkuat?
Gus Ipul menyatakan tak akan maju untuk menjadi calon Ketua PPP. Ia menyadari tak punya kemampuan untuk memimpin partai berlogo Ka’bah itu.
Pernyataan itu dilontarkan Gus Ipul sekaligus merespons namanya masuk bursa calon Ketua Umum PPP. Ia mengaku, namanya kerap masuk dalam bursa calon Ketua Umum PPP menjelang muktamar.
"Bukan sekarang aja ya, selalu itu disebut-sebut. Dan biasanya terus hilang gitu aja, jadi enggak usah kaget gitu," kata Gus Ipul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (20/5/2025).
Gus Ipul pun menilai, banyak figur yang lebih mampu memimpin PPP, baik dari internal maupun eksternal. Untuk itu, ia menyatakan tak akan maju menjadi calon ketua umum PPP.
"Saya merasa bahwa banyak yang lebih mampu untuk memimpin PPP gitu. Kader-kader internal maupun juga kader-kader eksternal ya yang punya potensi," ungkap Gus Ipul.
"Tapi buat saya sendiri, saya terus terang nggak punya apa ya, kemampuanlah untuk memimpin PPP," imbuhnya.
Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman menyatakan tak akan maju menjadi calon Ketua Umum PPP. Hal itu dilandasi lantaran Dudung belum berminat terjun ke dunia politik.
"Saya tidak (maju sebagai caketum PPP). Ya Saya belum berminat politik, hehehe," kata Dudung saat ditemui di Kantor Kemenag, Jakarta Pusat, Kamis (29/5/2029).
Ketua Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) ini juga mengaku, dirinya belum berkomunikasi apa pun dengan kader PPP. "Belum, belum ada," ujar Dudung.
Pengamat Politik sekaligus Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando Emas mengatakan bahwa PPP yang tidak berhasil mengantarkan kadernya ke DPR sudah tidak memiliki daya tarik bagi tokoh-tokoh nasional yang selama ini digadang-gadang untuk memimpin partai tersebut.
“Saya yakin tokoh-tokoh yang selama ini disebut berpeluang menjadi Ketua umum PPP, seperti Dudung Abdurachman, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) melihat bahwa PPP tidak memiliki daya tarik dan potensi lagi untuk menjadi salah satu kekuatan politik yang dipertimbangkan,” kata Fernando kepada SindoNews, Sabtu (31/5/2025).
Apalagi, kata dia, saat ini sudah ada 3 partai politik berbasiskan agama Islam yang memiliki kursi di DPR seperti Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Keadilan Sosial (PKS), dan Partai Amanat Nasional (PAN).
“Melihat potensi tersebut lebih baik bagi Gus Ipul, Dudung atau tokoh lain yang di luar kader PPP mempertimbangkan secara matang sebelum memutuskan kesediaannya memimpin PPP,” tuturnya.
Dia berpendapat, akan sulit menjadikan PPP menjadi salah satu kekuatan politik di tingkat nasional kalau calon ketumnya tidak memiliki strategi yang jitu dan memiliki kemampuan yang lebih untuk mendekati para Kiai atau tokoh agama Islam agar mau memberikan dukungannya kepada PPP.
Beberapa tokoh di antaranya adalah Penasihat Khusus Presiden Urusan Pertahanan Nasional sekaligus eks KSAD Jenderal (Purn) TNI Dudung Abdurachman dan Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul). Namun, keduanya justru memilih menjauh.
Baca juga: Jenderal Dudung, Gus Ipul hingga Andi Amran Masuk Bursa Caketum PPP, Siapa Terkuat?
Gus Ipul Ngaku Enggak Punya Kemampuan Pimpin PPP
Gus Ipul menyatakan tak akan maju untuk menjadi calon Ketua PPP. Ia menyadari tak punya kemampuan untuk memimpin partai berlogo Ka’bah itu.
Pernyataan itu dilontarkan Gus Ipul sekaligus merespons namanya masuk bursa calon Ketua Umum PPP. Ia mengaku, namanya kerap masuk dalam bursa calon Ketua Umum PPP menjelang muktamar.
"Bukan sekarang aja ya, selalu itu disebut-sebut. Dan biasanya terus hilang gitu aja, jadi enggak usah kaget gitu," kata Gus Ipul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (20/5/2025).
Gus Ipul pun menilai, banyak figur yang lebih mampu memimpin PPP, baik dari internal maupun eksternal. Untuk itu, ia menyatakan tak akan maju menjadi calon ketua umum PPP.
"Saya merasa bahwa banyak yang lebih mampu untuk memimpin PPP gitu. Kader-kader internal maupun juga kader-kader eksternal ya yang punya potensi," ungkap Gus Ipul.
"Tapi buat saya sendiri, saya terus terang nggak punya apa ya, kemampuanlah untuk memimpin PPP," imbuhnya.
Dudung Abdurachman: Saya Belum Berminat Politik
Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman menyatakan tak akan maju menjadi calon Ketua Umum PPP. Hal itu dilandasi lantaran Dudung belum berminat terjun ke dunia politik.
"Saya tidak (maju sebagai caketum PPP). Ya Saya belum berminat politik, hehehe," kata Dudung saat ditemui di Kantor Kemenag, Jakarta Pusat, Kamis (29/5/2029).
Ketua Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) ini juga mengaku, dirinya belum berkomunikasi apa pun dengan kader PPP. "Belum, belum ada," ujar Dudung.
Mengapa Dudung dan Gus Ipul Menolak Pimpin PPP?
Pengamat Politik sekaligus Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando Emas mengatakan bahwa PPP yang tidak berhasil mengantarkan kadernya ke DPR sudah tidak memiliki daya tarik bagi tokoh-tokoh nasional yang selama ini digadang-gadang untuk memimpin partai tersebut.
“Saya yakin tokoh-tokoh yang selama ini disebut berpeluang menjadi Ketua umum PPP, seperti Dudung Abdurachman, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) melihat bahwa PPP tidak memiliki daya tarik dan potensi lagi untuk menjadi salah satu kekuatan politik yang dipertimbangkan,” kata Fernando kepada SindoNews, Sabtu (31/5/2025).
Apalagi, kata dia, saat ini sudah ada 3 partai politik berbasiskan agama Islam yang memiliki kursi di DPR seperti Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Keadilan Sosial (PKS), dan Partai Amanat Nasional (PAN).
“Melihat potensi tersebut lebih baik bagi Gus Ipul, Dudung atau tokoh lain yang di luar kader PPP mempertimbangkan secara matang sebelum memutuskan kesediaannya memimpin PPP,” tuturnya.
Dia berpendapat, akan sulit menjadikan PPP menjadi salah satu kekuatan politik di tingkat nasional kalau calon ketumnya tidak memiliki strategi yang jitu dan memiliki kemampuan yang lebih untuk mendekati para Kiai atau tokoh agama Islam agar mau memberikan dukungannya kepada PPP.
(rca)
Lihat Juga :