Lindungi Keluarga Kita
Selasa, 08 September 2020 - 06:18 WIB
loading...
A
A
A
Karena itu, Erlang meminta seluruh anggota keluarga di rumah harus tetap menjaga protokol kesehatan untuk mencegah terpapar Covid-19. Menurut dia, kesadaran masing-masing anggota keluarga menjadi faktor penting, termasuk kesadaran menjaga orang tua dan anak agar tidak terpapar virus. “Selain itu, pastikan asupan makanan dan minuman tetap bergizi baik, hindari junk food, dan tetap berolah raga untuk menjaga imunitas tubuh,’’ tandas dia.
Dia kemudian menuturkan, geliat aktivitas masyarakat pascapelonggaran pembatasan sosial berskala besar banyak tidak diimbangi dengan disiplin mematuhi protokol kesehatan. Kondisi inilah yang kemudian memicu klaster penyebaran virus Covid-19 di klaster keluarga.
“Ya, ini akibatnya karena (aktivitas) sudah dibebaskan, jadinya orang beraktivitas seperti biasa dan yang lagi-lagi sekarang orang tidak sadar bahwa dia terinfeksi oleh lingkungan sekitar, misalnya dari kantor atau teman atau ketika lagi apa lagi bersosialisasi, itu yang jadi masalah,” katanya. (Baca juga: India Kalahkan Brasil Dalam Jumlah Virus Corona)
Sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperingatkan, selain perkantoran, penanganan covid juga harus fokus pada keluarga. Dalam pandangannya, selama ini pencegahan penularan selalu fokus di tempat-tempat publik. Padahal, tempat-tempat privat juga berpotensi menjadi klaster penularan.
“Klaster keluarga karena di rumah kita sudah merasa aman. Justru di situlah, yang kita harus hati-hati. Dalam perjalanan masuk kantor, kita juga sudah merasa aman, sehingga kita juga lupa di dalam kantor protokol kesehatan,” pungkasnya.
Tiga Aktivitas Penyebab Utama
Analis data yang juga merupakan inisiator pandemic talks, Firdza Radiany, menjelaskan bahwa klaster keluarga terjadi ketika salah satu anggota keluarga yang biasanya beraktivitas di luar rumah terkena virus atau terpapar virus, lalu menularkan ke dalam anggota keluarga lainnya, sehingga dalam rumah tersebut seluruh anggotanya itu terkena Covid-19 pada akhirnya,” jelasnya. (Baca juga: Bisnis Esek-esek Terancam Tinggal Cerita Gara-gara Teledildonik)
Dia kemudian menuturkan, geliat aktivitas masyarakat pascapelonggaran pembatasan sosial berskala besar banyak tidak diimbangi dengan disiplin mematuhi protokol kesehatan. Kondisi inilah yang kemudian memicu klaster penyebaran virus Covid-19 di klaster keluarga.
“Ya, ini akibatnya karena (aktivitas) sudah dibebaskan, jadinya orang beraktivitas seperti biasa dan yang lagi-lagi sekarang orang tidak sadar bahwa dia terinfeksi oleh lingkungan sekitar, misalnya dari kantor atau teman atau ketika lagi apa lagi bersosialisasi, itu yang jadi masalah,” katanya. (Baca juga: India Kalahkan Brasil Dalam Jumlah Virus Corona)
Sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperingatkan, selain perkantoran, penanganan covid juga harus fokus pada keluarga. Dalam pandangannya, selama ini pencegahan penularan selalu fokus di tempat-tempat publik. Padahal, tempat-tempat privat juga berpotensi menjadi klaster penularan.
“Klaster keluarga karena di rumah kita sudah merasa aman. Justru di situlah, yang kita harus hati-hati. Dalam perjalanan masuk kantor, kita juga sudah merasa aman, sehingga kita juga lupa di dalam kantor protokol kesehatan,” pungkasnya.
Tiga Aktivitas Penyebab Utama
Analis data yang juga merupakan inisiator pandemic talks, Firdza Radiany, menjelaskan bahwa klaster keluarga terjadi ketika salah satu anggota keluarga yang biasanya beraktivitas di luar rumah terkena virus atau terpapar virus, lalu menularkan ke dalam anggota keluarga lainnya, sehingga dalam rumah tersebut seluruh anggotanya itu terkena Covid-19 pada akhirnya,” jelasnya. (Baca juga: Bisnis Esek-esek Terancam Tinggal Cerita Gara-gara Teledildonik)
Lihat Juga :