BMKG Prediksi Awal Musim Hujan Terjadi Pada Akhir Oktober 2020
Selasa, 08 September 2020 - 06:57 WIB
loading...
A
A
A
Fenomena La Nina sendiri berkaitan dengan lebih dinginnya suhu muka laut di Pasifik ekuator dan lebih panasnya suhu muka laut wilayah Indonesia. Sehingga, menambah suplai uap air untuk pertumbuhan awan-awan hujan di wilayah Indonesia dan menghasilkan peningkatan curah hujan.
Sementara itu, di Samudera Hindia pemantuan terhadap anomali suhu muka laut menunjukkan kondisi IOD negatif. IOD negatif, kata Dwikorita, menandakan suhu muka laut di Samudera Hindia sebelah barat Sumatera lebih hangat dibandingkan suhu muka laut Samudra Hindia sebelah timur Afrika.
"Hal ini juga menambah suplai uap air untuk pertumbuhan awan-awan hujan di wilayah Indonesia dan menghasilkan peningkatan curah hujan, khususnya untuk wilayah Indonesia bagian barat. Kondisi IOD negatif ini berpeluang bertahan hingga akhir tahun 2020," katanya.
Baik kondisi La Nina dan IOD negatif tersebut, beber Dwikorita, diprediksi akan mengakibatkan sebagian wilayah Indonesia mengalami musim hujan yang cenderung lebih basah daripada rerata klimatologisnya.
"Meskipun, secara umum kondisi Musim hujan 2020 - 2021 di sebagian besar wilayah Indonesia diprakirakan normal atau sama dengan rerata klimatologisnya. Pemutakhiran prediksi akan dilakukan setiap bulan," katanya.
Sementara itu, di Samudera Hindia pemantuan terhadap anomali suhu muka laut menunjukkan kondisi IOD negatif. IOD negatif, kata Dwikorita, menandakan suhu muka laut di Samudera Hindia sebelah barat Sumatera lebih hangat dibandingkan suhu muka laut Samudra Hindia sebelah timur Afrika.
"Hal ini juga menambah suplai uap air untuk pertumbuhan awan-awan hujan di wilayah Indonesia dan menghasilkan peningkatan curah hujan, khususnya untuk wilayah Indonesia bagian barat. Kondisi IOD negatif ini berpeluang bertahan hingga akhir tahun 2020," katanya.
Baik kondisi La Nina dan IOD negatif tersebut, beber Dwikorita, diprediksi akan mengakibatkan sebagian wilayah Indonesia mengalami musim hujan yang cenderung lebih basah daripada rerata klimatologisnya.
"Meskipun, secara umum kondisi Musim hujan 2020 - 2021 di sebagian besar wilayah Indonesia diprakirakan normal atau sama dengan rerata klimatologisnya. Pemutakhiran prediksi akan dilakukan setiap bulan," katanya.
(abd)
Lihat Juga :