BMKG Prediksi Awal Musim Hujan Terjadi Pada Akhir Oktober 2020
Selasa, 08 September 2020 - 06:57 WIB
loading...
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi awal musim hujan bakal terjadi pada akhir Oktober 2020. FOTO/DOK.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi awal musim hujan bakal terjadi pada akhir Oktober 2020. Musim hujan kemungkinan bakal bertahap mengguyur sejumlah wilayah Indonesia pada akhir Oktober hingga Februari 2020.
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, musim hujan kemungkinan akan dimulai dari wilayah Indonesia Barat. Kemudian, sebagian besar wilayah Indonesia diprakirakan mengalami puncak musim hujan pada Januari dan Februari 2021.
"Sebagian besar wilayah diprakirakan mengalami puncak musim hujan pada bulan Januari dan Februari 2021, yaitu sebanyak 248 ZOM (72,5%)," kata Dwikorita melalui keterangan resminya, Selasa (8/9/2020). (Baca juga: Akhir Pekan, BMKG Prediksi Cuaca Jakarta Cerah Berawan )
Dwikorita menambahkan, berdasarkan hasil pemantauan perkembangan musim kemarau hingga akhir Agustus 2020 menunjukkan bahwa hampir seluruh wilayah Indonesia (87%) sudah mengalami musim kemarau.
"Samudera Pasifik diprediksi berpeluang terjadi La-Nina, sedangkan Samudera Hindia berpotensi terjadi IOD negatif," katanya.
Dwikorita menjelaskan, pemantauan BMKG hingga akhir Agustus 2020 terhadap anomali suhu muka laut pada zona ekuator di Samudera Pasifik menunjukkan adanya potensi La Nina. Hal itu berpotensi mengakibatkan peningkatan curah hujan di sebagian wilayah Indonesia pada saat musim hujan nanti.
"Hal tersebut sejalan dengan prediksi institusi meteorologi dunia lainnya yang menyatakan ada peluang munculnya anomali iklim (La Nina)," katanya. (Baca juga: Hingga Akhir Agustus Angin di Bandung Cukup Kencang, Ini Rekomendasi BMKG )
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, musim hujan kemungkinan akan dimulai dari wilayah Indonesia Barat. Kemudian, sebagian besar wilayah Indonesia diprakirakan mengalami puncak musim hujan pada Januari dan Februari 2021.
"Sebagian besar wilayah diprakirakan mengalami puncak musim hujan pada bulan Januari dan Februari 2021, yaitu sebanyak 248 ZOM (72,5%)," kata Dwikorita melalui keterangan resminya, Selasa (8/9/2020). (Baca juga: Akhir Pekan, BMKG Prediksi Cuaca Jakarta Cerah Berawan )
Dwikorita menambahkan, berdasarkan hasil pemantauan perkembangan musim kemarau hingga akhir Agustus 2020 menunjukkan bahwa hampir seluruh wilayah Indonesia (87%) sudah mengalami musim kemarau.
"Samudera Pasifik diprediksi berpeluang terjadi La-Nina, sedangkan Samudera Hindia berpotensi terjadi IOD negatif," katanya.
Dwikorita menjelaskan, pemantauan BMKG hingga akhir Agustus 2020 terhadap anomali suhu muka laut pada zona ekuator di Samudera Pasifik menunjukkan adanya potensi La Nina. Hal itu berpotensi mengakibatkan peningkatan curah hujan di sebagian wilayah Indonesia pada saat musim hujan nanti.
"Hal tersebut sejalan dengan prediksi institusi meteorologi dunia lainnya yang menyatakan ada peluang munculnya anomali iklim (La Nina)," katanya. (Baca juga: Hingga Akhir Agustus Angin di Bandung Cukup Kencang, Ini Rekomendasi BMKG )
Lihat Juga :