Disiplin atau Dikendalikan? Satu Sisi Proyek ke Barak-nya Kang Dedi Mulyadi

Senin, 26 Mei 2025 - 17:20 WIB
loading...
A A A
Risikonya tidak hanya ada pada apa yang terlihat di permukaan, tapi terutama pada pola bawah sadar yang dibentuk secara sistematis. Sebab barak bukan sekadar tempat. Ia adalah sistem yang membentuk sense of self melalui pengulangan, bukan pemahaman.

Dalam konteks ilmu perilaku, pengalaman di lingkungan barak berpotensi menghasilkan conditioning jangka panjang, di mana otak remaja belajar mengaitkan keselamatan, penerimaan, dan penghargaan dengan satu hal: ketaatan mutlak terhadap otoritas.

Di tengah struktur yang menolak negosiasi dan menggantinya dengan komando, pembentukan fungsi eksekutif tak lagi berbasis nilai, refleksi, atau tanggung jawab personal, melainkan diarahkan oleh stimulus-respons yang kaku.

Anak tidak diajak menyusun alasan, tetapi dibiasakan merespons cepat tanpa berpikir. Model ini yang disebut para ahli sebagai externalized control mechanism, sistem kendali diri yang berasal dari luar, bukan dari dalam.

Dan bila ini diterapkan secara konsisten selama enam bulan pada otak yang sedang berkembang, maka barak tak hanya mendisiplinkan perilaku, tapi juga memformat ulang arsitektur kognitif anak-anak itu. Memudahkan proses pengendalian dari luar.

Seandainya tidak dicermati secara serius dan dikawal dengan pendekatan ilmiah yang tepat, program pendidikan barak militer yang tampak solutif ini justru berisiko menjadi alat rekayasa kognitif berskala besar, bukan untuk memperkuat nilai atau mendorong kemandirian berpikir, melainkan untuk menormalisasi pola kepatuhan tanpa proses berpikir kritis.

Dalam konteks perkembangan otak, masa remaja adalah fase krusial di mana otak, khususnya fungsi eksekutif di prefrontal cortex masih aktif membangun kemampuan menimbang, memilih, dan mengambil keputusan secara mandiri.

Jika pada masa ini anak justru ditanamkan kebiasaan berpikir tunggal, responsif terhadap instruksi, dan tidak terbiasa memproses informasi secara reflektif, maka kita tidak sedang membentuk karakter, kita sedang mematikan nalar otonom secara sistematis.

Dalam jangka panjang, pola ini tidak hanya melemahkan kapasitas personal, tapi juga membentuk komunitas sosial yang rentan terhadap manipulasi, mobilisasi, dan pembungkaman.

Fenomena di atas menjadi nyata ketika kita menyaksikan anak-anak yang semula bermasalah secara perilaku, berubah menjadi “tertib” tetapi kehilangan daya kritis.

Mereka mungkin lebih rapi dan disiplin, tapi pada saat yang sama, lebih mudah diatur dan enggan bertanya. Dalam kerangka sosial, ini menciptakan generasi dengan kecenderungan obedience without reflection-taat tanpa berpikir.

Dalam tataran etis, ini menggugurkan prinsip mendasar pendidikan: bahwa tujuan akhir pendidikan adalah kebebasan batin dan tanggung jawab moral.

Sedangkan dalam konteks politik, potensi bahayanya lebih dalam: kita sedang menyiapkan warga negara yang siap disusun, digerakkan, dan dibentuk oleh otoritas, tanpa daya untuk menimbang kebenaran secara independen.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Orang Tua Siswa Datangi...
Orang Tua Siswa Datangi KPAI, Perjuangkan Hak Pendidikan 500 Lebih Siswa SMK IDN Bogor
Survei IPI: Sjafrie...
Survei IPI: Sjafrie Sjamsoeddin hingga KDM Masuk Bursa Kandidat Pilpres 2029
Anggota DPR Pertanyakan...
Anggota DPR Pertanyakan Pembatasan Truk AMDK di Jabar Awal 2026
Di Hadapan Siswa SMPN...
Di Hadapan Siswa SMPN 4, Prabowo: Indonesia Akan Punya Mobil dan Motor Buatan Sendiri
Momen Lucu Prabowo Tantang...
Momen Lucu Prabowo Tantang Siswa SMPN 4 Kota Bekasi Boxing
Prabowo Tak Rela di...
Prabowo Tak Rela di Abad ke-21 Ada Rakyat yang Hidupnya Sangat Sulit
SMP Islam Amalina Raih...
SMP Islam Amalina Raih Penghargaan Most Innovative Eco Project di ESD Symposium 2026 Malaysia
Puluhan Siswa SMAN 48...
Puluhan Siswa SMAN 48 Ikuti Pelatihan Pemantauan Cuaca Jakarta
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
Rekomendasi
Arus Peti Kemas Bandar...
Arus Peti Kemas Bandar Lampung Sepanjang 2026 Alami Peningkatan Signifikan
Waspadai Phishing dan...
Waspadai Phishing dan CS Palsu di Platform Kripto, Begini Modusnya
Kantongi Pendanaan USD11,3...
Kantongi Pendanaan USD11,3 Juta, FLOQ Pacu Integrasi Teknologi Blockchain
Berita Terkini
Minta Dasco hingga Prabowo...
Minta Dasco hingga Prabowo Beri Atensi Kasus Ijazah Palsu, Ade Darmawan: Jokowi Telah Didiskriminasi
Jumhur Bertemu Co-Chair...
Jumhur Bertemu Co-Chair IAPB, Dukung Indonesia Kembangkan Biodiversity Credit
Pengacara: Penangkapan...
Pengacara: Penangkapan Roy Suryo-Tifa seperti Penculikan para Jenderal di Film
Kapal Induk Garibaldi...
Kapal Induk Garibaldi dan Masa Depan Strategi Maritim Indonesia
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Kami Sudah Siapkan Bukti-bukti Kuat di Sidang Kasus Ijazah Jokowi
Jokowi Bakal Hadir di...
Jokowi Bakal Hadir di Sidang Roy Suryo-Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Kalau 100% Terlalu Dini
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved