Disiplin atau Dikendalikan? Satu Sisi Proyek ke Barak-nya Kang Dedi Mulyadi

Senin, 26 Mei 2025 - 17:20 WIB
loading...
Disiplin atau Dikendalikan?...
Taufiq Fredrik Pasiak, Ilmuwan Otak, Dekan Fakultas Kedokteran UPN Veteran Jakarta. Foto/Ist
A A A
Taufiq Fredrik Pasiak
Ilmuwan Otak, Dekan Fakultas Kedokteran UPN Veteran Jakarta

SEJAK Mei 2025, ratusan siswa SMP dan SMA di Jawa Barat “dikeluarkan” dari sekolah formal dan dipindahkan ke barak militer. Mereka dijemput langsung dari rumah oleh personel TNI, lalu dikirim ke dua lokasi utama: Dodik Bela Negara Rindam III/Siliwangi di Lembang dan Resimen Armed 1 Kostrad di Purwakarta.

Mereka menjalani program penuh selama enam bulan, tanpa kembali ke bangku sekolah.

Nama resminya: Pendidikan Karakter, Disiplin, dan Bela Negara Kekhususan. Sasarannya adalah anak-anak yang dianggap “bermasalah”: pernah tawuran, bolos, atau dicap sulit dibina. Materinya tampak ringan, baris-berbaris, konseling, penyuluhan, pelatihan fisik, dan outbound. Tenaga pengajarnya terdiri dari TNI, Polri, Dinas Pendidikan, hingga Lembaga Perlindungan Anak.

Belajar di kelas diganti dengan latihan komando. Interaksi guru-siswa digantikan instruksi vertikal . Semua berlangsung dalam sistem tertutup, diawasi, dan dikendalikan oleh struktur militer. Terlihat tegas, tampak solutif.

Saya percaya disiplin akan terbentuk. Namun, ada sesuatu yang lebih besar sedang dibentuk dan dipertaruhkan; kepatuhan!. Bisa jadi, semacam kepatuhan mutlak yang menyelinap dalam alam bawah sadar.

Saya juga percaya, program ini lahir dari niat baik dari KDM (Kang Dedi Mulyadi) menyelamatkan anak-anak dari arah hidup yang keliru. Mungkin juga masa depan yang suram. Namun dalam dunia pendidikan, niat saja tidak pernah cukup. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana sebuah intervensi membentuk cara berpikir anak, bukan sekadar mengatur perilaku luarnya.

Dalam studi-studi neurosains, perilaku yang berubah karena tekanan eksternal tanpa disertai kesadaran internal, cenderung rapuh dan tidak berkelanjutan.

Otak remaja, khususnya bagian prefrontal cortex yang mengatur fungsi eksekutif seperti pengambilan keputusan, regulasi emosi, dan penilaian moral, hanya berkembang optimal ketika individu diberi ruang untuk memilih, mempertimbangkan, dan bertanggung jawab atas pilihannya sendiri.

Usia para peserta program barak ini umumnya berada di rentang 13 hingga 17 tahun (secara umum di bawah 20 tahun), masa yang secara biologis disebut sebagai periode krusial perkembangan fungsi eksekutif.

Mengutip Ferguson, Brunsdon & Bradford (2021), empat komponen utama fungsi eksekutif, yakni kontrol inhibisi, memori kerja, fleksibilitas kognitif, dan kemampuan merencanakan, masih terus berkembang secara signifikan hingga usia awal 20-an. Misalnya, kemampuan perencanaan dan memori kerja meningkat pesat antara usia 10 hingga 18 tahun, lalu mencapai puncaknya sekitar usia 25–30 tahun sebelum perlahan menurun.

Sementara fleksibilitas kognitif dan kontrol inhibisi baru stabil mendekati usia 20 tahun Dengan kata lain, barak militer sedang menjadi latar bagi intervensi intensif di saat otak anak belum selesai membentuk kendali dirinya sendiri.

Jika di masa sensitif ini otak justru diasupi model pembinaan yang menekankan perintah, hierarki, dan disiplin vertikal, maka alih-alih memperkuat fungsi eksekutif, kita justru berisiko membonsainya secara permanen
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Orang Tua Siswa Datangi...
Orang Tua Siswa Datangi KPAI, Perjuangkan Hak Pendidikan 500 Lebih Siswa SMK IDN Bogor
Survei IPI: Sjafrie...
Survei IPI: Sjafrie Sjamsoeddin hingga KDM Masuk Bursa Kandidat Pilpres 2029
Anggota DPR Pertanyakan...
Anggota DPR Pertanyakan Pembatasan Truk AMDK di Jabar Awal 2026
Di Hadapan Siswa SMPN...
Di Hadapan Siswa SMPN 4, Prabowo: Indonesia Akan Punya Mobil dan Motor Buatan Sendiri
Momen Lucu Prabowo Tantang...
Momen Lucu Prabowo Tantang Siswa SMPN 4 Kota Bekasi Boxing
Prabowo Tak Rela di...
Prabowo Tak Rela di Abad ke-21 Ada Rakyat yang Hidupnya Sangat Sulit
Puluhan Siswa SMAN 48...
Puluhan Siswa SMAN 48 Ikuti Pelatihan Pemantauan Cuaca Jakarta
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
Perkuat Nasionalisme,...
Perkuat Nasionalisme, Kemendagri Gelar Garuda Youth Camp 2026 Pelajar SMA/SMK se-Jabodetabek
Rekomendasi
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Ketua PMI DKI Jakarta:...
Ketua PMI DKI Jakarta: Relawan Muda Garda Terdepan yang Siap Go Internasional
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Berita Terkini
Tiyo UGM Dilaporkan...
Tiyo UGM Dilaporkan ke Polisi, Ray Rangkuti: Harusnya Orang Jahat yang Dihukum Bukan yang Berpikir
Berkas Perkara Roy Suryo...
Berkas Perkara Roy Suryo dan Dokter Tifa Dilimpahkan ke PN Jakarta Timur
Berkas Perkara 3 Pejabat...
Berkas Perkara 3 Pejabat Bea Cukai Dilimpahkan ke Pengadilan, Segera Disidang
Ferdinand: Pernyataan...
Ferdinand: Pernyataan Tiyo Soal Teror Alat Penyadap Masuk Kategori Penyebaran Hoaks
Putusan PTUN Tegaskan...
Putusan PTUN Tegaskan Keabsahan SK Menkum, Kepemimpinan Mardiono sebagai Ketum PPP Sah
Mengapa Harga Beras...
Mengapa Harga Beras Terus Merangkak Naik?
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved