Terima Audiensi Ojol, Kemenko Polkam: Tuntutan Akan Dibahas Lintas Kementerian di DPR

Rabu, 21 Mei 2025 - 09:34 WIB
loading...
Terima Audiensi Ojol,...
Kemenko Polkam menggelar audiensi dengan perwakilan online yang menggelar aksi unjuk rasa di Ruang Rapat Bima Kemenko Polkam. Foto/istimewa
A A A
JAKARTA - Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) menggelar audiensi dengan perwakilan ojek online (online) yang menggelar aksi unjuk rasa. Pertemuan tersebut digelar di Ruang Rapat Bima Kemenko Polkam.

Pertemuan tersebut dipimpin langsung Dirjen Perhubungan Darat Irjen Pol. Aan Suhanan dan dihadiri Deputi III Bidang Pertahanan Negara dan Keamanan Nasional, Kemenko Polkam, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Karyoto serta perwakilan komunitas pengemudi daring termasuk Garda, FDTOI, SPOI, Lalamove, Forum Ojol, dan Taksi Online.

Dalam pertemuan tersebut para pengunjuk rasa menuntut penetapan potongan maksimal 10% untuk semua layanan aplikator, baik roda dua maupun empat. Selain itu, mereka juga meminta kepastian regulasi untuk layanan makanan dan barang, serta dukungan hukum bagi korban kecelakaan kerja.

Baca juga: Demo Besar-besaran, Ojol Tuntut Penyesuaian Tarif dan Potongan Maksimal 10%

Tidak hanya itu, mereka juga mendesak pembentukan UU atau revisi regulasi transportasi daring menjadi poin penting dari audiensi serta meminta pemerintah memberikan diskresi sebagai perlindungan negara terhadap rakyat karena aplikator dinilai tidak melaksanakan ketentuan tarif yang ada.

“Kami juga meminta penindakan terhadap aplikator yang melanggar,” ujar Perwakilan taksi online Wiwin Sudarsono, Rabu (21/5/2025).

Baca juga: Demo Ojol Memanas, Sekretaris Ditjen Hubdar Kemenhub Disiram Air oleh Pengunjuk Rasa

Sedangkan, perwakilan Garda Jatim Mahfud menolak KP 667 dan 101 Tahun 2022 karena tidak akomodatif terhadap daerah meminta agar potongan maksimal 10%. “Selama ini aturan untuk food dan kurir serta praktik double order juga lemah,” katanya.

Menanggapi hal itu, Dirjen Perhubungan Darat Irjen Pol. Aan Suhanan mengatakan, pemerintah meminta waktu untuk melakukan pembahasan secara komprehensif dan lintas kementerian/lembaga terkait, mengingat kompleksitas isu yang mencakup aspek hukum, ketenagakerjaan, transportasi, hingga perlindungan digital.

“Pemerintah memohon kepercayaan dari seluruh elemen pengemudi ojek online dan kurir daring kepada perwakilan pemerintah yang hadir dalam forum ini, agar ruang dialog tetap terbuka dan solusi dapat dirumuskan secara kolektif,” katanya.

Aan menyebut tuntutan tersebut akan dibahas lintas Kementerian dan Lembaga di Komisi V DPR bersama para aplikator dan Perwakilan Mitra Pengemudi hari ini.

“Komitmen pemerintah menjamin seluruh masukan akan dibawa ke meja koordinasi dan menjadi perhatian serius, dengan tetap mempertimbangkan prinsip keadilan, keberlanjutan sistem, dan perlindungan terhadap mitra pengemudi sebagai bagian dari ekosistem transportasi nasional,” katanya.

Sedangkan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Karyoto menyebut perlunya solusi cepat karena menyangkut kebutuhan masyarakat dan ketertiban umum. “Perlu adanya kepastian waktu penyelesaian karena ini berulang dan belum ada kejelasan,” katanya.

(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kawal Instruksi Presiden...
Kawal Instruksi Presiden Soal Ojol, Komisi V DPR Minta Tarif Baru Tak Bebani Konsumen
Presiden Prabowo: Saya...
Presiden Prabowo: Saya Tahu Siapa yang Bayar Demo
UBK Keluarkan 9 Poin...
UBK Keluarkan 9 Poin Pernyataan usai Ketua BEM FH Abdimaludin Terima Uang Rp20 Juta
Ubedilah Badrun Bongkar...
Ubedilah Badrun Bongkar Upaya Pembelahan Gerakan Mahasiswa
Ubedilah Badrun Sebut...
Ubedilah Badrun Sebut Gerakan Mahasiswa Murni, Tidak Ditunggangi Kepentingan Politis
UU Polri Baru Akomodasi...
UU Polri Baru Akomodasi Penyetaraan Hak dan Humanis Tangani Unjuk Rasa
3.761 Personel Dikerahkan...
3.761 Personel Dikerahkan Amankan Aksi Unjuk Rasa di 2 Lokasi di Jakarta Hari Ini
7.000 Massa Gelar Unjuk...
7.000 Massa Gelar Unjuk Rasa Dukung Pemerintahan Prabowo di Silang Monas
5 Titik Aksi Demo di...
5 Titik Aksi Demo di Jakarta Hari Ini, 4.263 Personel Gabungan Dikerahkan
Rekomendasi
Rembug Tani Jabar di...
Rembug Tani Jabar di Tasikmalaya, Apkarindo Perkuat Sinergi Demi Masa Depan Karet Rakyat
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
Bukan Perintah Menyerang,...
Bukan Perintah Menyerang, Ini Ayat Al-Quran yang Mengizinkan Perang
Berita Terkini
Didik Rachbini Prediksi...
Didik Rachbini Prediksi Safari Politik Jokowi Menjadi Faktor Negatif Ekonomi Nasional
Gus Yaqut Dibantarkan,...
Gus Yaqut Dibantarkan, KPK: Petugas Pengawal Tahanan Lakukan Pengamanan Melekat
Penegak Hukum Terkoneksi...
Penegak Hukum Terkoneksi Politik, Ubedilah Badrun: Mestinya Independen
Kepercayaan Publik terhadap...
Kepercayaan Publik terhadap Polri Meningkat Jadi Modal Sosial yang Harus Diperkuat
Silaturahmi di Lampung,...
Silaturahmi di Lampung, Jokowi: Aku Masih Seperti yang Dulu
Tak Bisa Ditunda, Tata...
Tak Bisa Ditunda, Tata Kelola, Dana, dan Independensi PBNU Harus Dibenahi
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved