Aksi Bela Palestina, Din Syamsuddin Sarankan Pemerintah Bangun Lagi RS Indonesia dan Kirim Pasukan TNI

Minggu, 18 Mei 2025 - 11:27 WIB
loading...
Aksi Bela Palestina,...
Aksi Bela Palestina oleh Aliansi Rakyat Indonesia Bela Palestina (ARI-BP) yang dihadiri Din Syamsuddin di kawasan Patung Kuda Arjuna Wijaya, Jakarta Pusat, Minggu (18/5/2025). Foto/Achmad Al Fiqri
A A A
JAKARTA - Ketua Komite Pengarah Aliansi Rakyat Indonesia Bela Palestina (ARI-BP) Din Syamsuddin menyarankan Pemerintah untuk melakukan rekonstruksi Gaza daripada, mengevakuasi warga Palestina ke Indonesia. Menurutnya, rekonstruksi Gaza bisa dimulai dengan pembangunan kembali Rumah Sakit (RS) hingga mengirim pasukan TNI.

Din menilai, rencana Presiden Prabowo Subianto untuk mengevakuasi warga Gaza ke tanah air merupakan sebuah niat baik.

Baca juga: Kota AS Ini Secara Resmi Kibarkan Bendera Palestina di Kantor Pemerintahan

"Itu ide yang bagus, kami menghargai niat. Namun saya pribadi dan sebagian dari kami di ARIBP, evakuasi warga Gaza adalah semacam ikut bermain di gendang Amerika," kata Din saat Aksi Bela Palestina oleh Aliansi Rakyat Indonesia Bela Palestina (ARI-BP) di kawasan Patung Kuda Arjuna Wijaya, Jakarta Pusat, Minggu (18/5/2025).

"Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan (Perdana Menteri Israel) Netanyahu ingin melakukan proyek rekonstruksi Gaza yang sudah mereka hancur leburkan, dan setelah terjadi rekonstruksi mereka akan bebas untuk menguasainya," imbuhnya.



Din mengatakan, sebagian warga Gaza baik perempuan dan anak-anak, tak ingin meninggalkan tanah Gaza. Hal itu diyakini setelah mendengar temannya yang merupakan warga Palestina.

"Saya kebetulan mempunyai hubungan dengan banyak pihak di Palestina termasuk di Gaza, mayoritas mereka tidak rela, tidak setuju warga Gaza, baik kaum perempuan termasuk anak-anak yatim untuk dibawa keluar," ucap Din.

Baca juga: Khamenei Sebut Trump Bohong Inginkan Perdamaian: 'AS Beri Israel Bom 10 Ton, Dijatuhkan di Kepala Anak-anak Gaza'

Atas dasar itu, ia menyarankan agar niat Presiden Prabowo yang ingin membantu warga Gaza bisa dialihkan dengan merekonstruksi Gaza. Menurutnya, hal itu bisa dilakukan dengan cara membangun RS hingga mengirim tenaga kesehatan dari TNI.

"Kami mengusulkan kepada pemerintah Indonesia, niat baik dari Presiden Prabowo Subianto dialihkan menjadi upaya Indonesia untuk ikut merekonstruksi Gaza. Bangun kembali rumah sakit Indonesia yang hancur diserang, dibombardir oleh Israel, kirim pasukan dari TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara untuk melakukan pelayanan kesehatan tenaga medis," ucap Din.

Menurutnya, rekonstruksi Gaza perlu dilakukan meskipun tidaklah mudah. Ia menilai hal itu menjadi tantangan komitmen Presiden Prabowo dalam membantu Palestina.

"Itu lebih mudah, lebih murah daripada melakukan evakuasi yang banyak orang pesimis termasuk orang-orang Palestina, tidak akan mudah untuk kembali lagi, tidak akan mudah untuk kembali lagi," pungkasnya.

Sebelumnya, Din meminta Presiden Prabowo Subianto untuk menunjukan secara kongkret dukungan kemerdekaan Palestina. Ia pun mendorong Prabowo bisa menggalang dukungan internasional untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina.

"Kami ARI-BP yang didukung oleh organisasi keagamaan baik di kalangan umat Islam maupun agama lain, menghargai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang secara konsisten mendukung kemerdekaan Palestina. Namun kami mendukung dan mendorong lebih lanjut agar pernyataan itu diwujudkan dalam perbuatan nyata," kata Din.

Dia menyatakan, Presiden Prabowo bisa menggalang dukungan internasional untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Bahkan, ia menilai, Presiden Prabowo bisa meminta Amerika Serikat (AS) untuk cawe-cawe dalam kemerdekaan Palestina.

"Antara lain Indonesia mengambil prakarsa menggalang dukungan kekuatan dari bangsa-bangsa cinta damai dan perdamaian untuk menghentikan genosida di Gaza, dan untuk menghentikan Amerika Serikat ikut campur dalam persoalan ini," tandas.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Din Syamsuddin Ungkap...
Din Syamsuddin Ungkap Bung Karno Tokoh Dikagumi Dunia Internasional
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditahan, Din Syamsuddin Siap Jadi Penjamin
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
Kemenhaj Serahkan Paket...
Kemenhaj Serahkan Paket Daging Dam Jemaah Haji Indonesia untuk Rakyat Palestina
Prabowo Terima Menlu...
Prabowo Terima Menlu Turki di Hambalang, Bahas Palestina hingga Timur Tengah
Macron Puji Prabowo...
Macron Puji Prabowo Punya Sikap Tegas dan Berani Dukung Kemerdekaan Palestina
Sadisnya Tentara Israel,...
Sadisnya Tentara Israel, Tembak Mati Pria Palestina yang Sedang Tidur
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Rekomendasi
Komut Pertamina Kunjungan...
Komut Pertamina Kunjungan Kerja ke Jatim hingga Nusa Tenggara, Ini Hasilnya
Dilaporkan Balik Oleh...
Dilaporkan Balik Oleh Penyanyi Muda Syahravi, Begini Tanggapan Fariz RM
Redesign BUMN Via Danantara,...
Redesign BUMN Via Danantara, Langkah Strategis Optimalkan Perlindungan Direksi atas Keputusan Bisnis
Berita Terkini
Hakim: Kerugian Negara...
Hakim: Kerugian Negara Akibat Kasus Chromebook Nadiem Rp1,5 Triliun
Hari Anti Narkotika...
Hari Anti Narkotika Internasional, YAKITA Dorong Sinergi Penegakan Hukum, Rehabilitasi, dan Peran Keluarga
Jokowi Hadiri HUT Ke-80...
Jokowi Hadiri HUT Ke-80 Bhayangkara di Cikeas
Indonesia Tuan Rumah...
Indonesia Tuan Rumah Pertemuan CPOPC, Perkuat Kolaborasi Hadapi Tantangan Global
Replik, Kubu Roy Suryo...
Replik, Kubu Roy Suryo Tetap Minta Hakim Nyatakan Penangkapannya Tidak Sah
MUI Siapkan Naskah Akademik...
MUI Siapkan Naskah Akademik RUU Pidana LBGT, DPR Janji Tindak Lanjuti
Infografis
Forum Rektor PTMA Serukan...
Forum Rektor PTMA Serukan Gelar Aksi Bela Palestina Besok
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved