Golkar Respons Sindiran Megawati soal Ijazah Jokowi: Polemik Sebaiknya Diakhiri
Kamis, 15 Mei 2025 - 19:10 WIB
loading...
Sekretaris Jenderal Partai Golkar Muhammad Sarmuji merespons pernyataan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri yang menyinggung polemik ijazah palsu. Foto/Dok SindoNews/Achmad Al Fiqri
A
A
A
JAKARTA - Sekretaris Jenderal Partai Golkar Muhammad Sarmuji merespons pernyataan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri yang menyinggung polemik ijazah palsu. Polemik ini disorot lantaran menyeret nama Mantan Presiden Joko Widodo ( Jokowi ).
Sarmuji menyarankan agar seluruh pihak mengakhiri polemik tentang keaslian ijazah Jokowi. Apalagi, kata dia, kasus tersebut telah masuk ke dalam ranah hukum.
"Polemik tentang ijazah Pak Jokowi sebaiknya diakhiri. Toh sudah masuk ke ranah hukum. Tinggal kita tunggu saja proses hukum berlangsung," kata Sarmuji saat dihubungi, Kamis (15/5/2025).
Baca juga: Pengacara Jokowi Jawab Megawati soal Polemik Ijazah Palsu
Sarmuji menilai, proses persidangan menjadi momentum baik untuk membuktikan keaslian ijazah Jokowi. Apalagi, proses persidangan bersifat terbuka.
Untuk itu, ia mengajak untuk mengikuti secara seksama proses persidangan tersebut. "Kesempatan terbaik pembuktian ya di proses hukum. Sidang-sidangnya kan bersifat terbuka. Jadi tinggal kita ikuti saja secara seksama," kata Sarmuji.
Sarmuji menyarankan agar seluruh pihak mengakhiri polemik tentang keaslian ijazah Jokowi. Apalagi, kata dia, kasus tersebut telah masuk ke dalam ranah hukum.
"Polemik tentang ijazah Pak Jokowi sebaiknya diakhiri. Toh sudah masuk ke ranah hukum. Tinggal kita tunggu saja proses hukum berlangsung," kata Sarmuji saat dihubungi, Kamis (15/5/2025).
Baca juga: Pengacara Jokowi Jawab Megawati soal Polemik Ijazah Palsu
Sarmuji menilai, proses persidangan menjadi momentum baik untuk membuktikan keaslian ijazah Jokowi. Apalagi, proses persidangan bersifat terbuka.
Untuk itu, ia mengajak untuk mengikuti secara seksama proses persidangan tersebut. "Kesempatan terbaik pembuktian ya di proses hukum. Sidang-sidangnya kan bersifat terbuka. Jadi tinggal kita ikuti saja secara seksama," kata Sarmuji.
Lihat Juga :